Site location
Pertanyaan
• Apa masalah yang harus diperhatikan ketika menentukan pada daerah bagian mana atau area perdagangan mana untuk menempatkan suatu toko ?
• Apa faktor yang harus diperhatikan retailer ketika memutuskan suatu tempat khusus ?
• Apakah suatu area perdagangan, dan kenapa seorang retailer hauts memilih satu dari yang lainnya ?
• Bagaimana cara retailer meramalkan penjualan untuk lokasi toko yang baru ?
Bab 8 menjelaskan perbedaan tipe dari lokasi yang tersedia untuk retailer dan mengapa tipe yang pasti dari kecenderungan retailer terhadap tipe khusus dari lokasi.
Pemilihan tempat retail merupakan keputusan yang sangat strategis. Pertama, suatu lokasi umumnya satu dari kebanyakan faktor penting pelanggan yang digunakan dalam memilih suatu toko. Kedua, suatu lokasi yang mahal , dan saat dilakukan pemilihan, seorang retailer harus menetap disana untuk beberapa tahun. Terakhir, sering sulit menemukan tempat yang bagus – kebanyakan telah diambil oleh retailer lain.
Wilayah mengarah pada negara, negara bagian, kota tertentu, atau Metropolitan Stasistikal Area (MSA). Suatu MSA merupakan suatu kota dengan 50.000 atau lebih penduduk atau suatu area kota yang paling sedikit 50.000 penduduknya dan total populasi MSA paling sedikit 100.000 (75.000 di New England). Suatu area pedagangan merupakan area geografis yang bersebelahan dengan jumlah mayoritas suatu toko penjual dan pelanggan. Suatu area perdagangan mungkin bagian dari suatu kota, atau ini dapat diperluas melewati batasan kota, tergantung pada tipe toko dan kepadatan dari potensi pelanggan disekelilingnya. Sebagai contoh, area perdaganagn toko penyewaan video mungkin hanya sedikit blok kota dalam area metropolitan utama. Disamping itu, suatu area perdagangan Toko Mart pada bagian pedesaan selatan akan mencakup 50 mil persegi.
Dalam pembuatan keputusan lokasi toko, retailer harus memeriksa ketiga level dengan seksama. Sebagai contoh, anggap Taco Bell memperluar operasinya pada daerah barat laut Pasifik. Penelitian ini menunjukkan bahwa persaingan ada di Tacoma, Washington, pasar relatif lemah, membuat ini menjadi wilayan yang menarik. Tetapi mungkin ini tidak bisa menemukan suatu lokasi yang sesuai di Tacoma, jadi ini sementara ditangguhkan untuk penempatan lokasi didaerah ini.
Tetap ingat bab memeriksa tiga keputusan lokasi secara berurutan. Pertama, kita melihat pada faktor-faktor yang mempengaruhi daya tarik dari wilayah tertentu dan area pedagangan. Lalu kita memeriksa apa yang harus dilihat oleh retailer untuk memilih tempat yang tepat. Tentu saja, faktor yang paling penting dalam pemilihan suatu lokasi adalah jumlah penjualan yang dapat dihasilkan. Hal ini, akan kita periksa beberapa metode dari perkiraan jumlah penjualan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINATAN UNTUK SUATU WILAYAH ATAU AREA PERDAGANGAN
Wilayah dan area perdagangan yang terbaik adalah yang menghasilkan permintaan atau penjualan tertinggi untuk seorang retailer. Walaupun analisa wilayah dibedakan dari analis area perdagangan, faktor-faktor yang membuat menarik adalah sama. Untuk menafsir keseluruhan permintaan pada wilayah tertentu / pasar atau area perdagangan, analisis retail memperhatikan demografis populasi dan karakteristk gaya hidup, iklim bisnis, persaingan dari retailer lain pada area, kecenderungan retailer untuk mengatur banyak toko, dan skala ekonomi dibandingkan dengan kanibalisasi.
Karakteristik Demografis dan Gaya hidup
Pada kebanyakan kasus, area-area dimana penduduk umum bertumbuh lebih baik pada pengurangan populasi. Beberapa retailer, seperti Subway Sandwich & Salad Shops, sering pergi ke bagian baru pusat perbelanjaan dalam mengantisipasi area pinggiran yang mengelilingi tempat tersebut yang akhirnya akan cukup menimbulkan permintaan yang mendukung. Saat populasi bertumbuh sendiri tidak mengatakan keseluruhan cerita. Mr I’s Optical Boutique (didiskusikan di bab 8), sebagai contohnya, toko ini berada pada lokasi “jalan utama” pada suatu lingkungan dewasa dengan populasi yang stabil. Alasan keberhasilan toko ini dan hal bebas yang sama dari pemilik retail pada area tersebut adalah pendapatan rumah tangga pada area perdagangan relatif tinggi.
Ukuran dan komposisi rumah tangga pada suatu area juga dapat menjadi penentu keberhasilan yang penting. Sebagai contoh, Ann Taylor (suatu rantai yang mengkhususkan pada bisinis pakaian tradisional untuk wanita) biasanya menempatkan toko pada area dengan pendapatan rumah tangga yang tinggi dan juga pada area turis; ukuran rumah tangga, dalam hal ini bukan masalah kritis yang utama. Toys “R” US, sebaliknya, tertarik pada lokasi yang berkonsentrasi dengan anak kecil.
Akhirnya, karakteristik gaya hidup dari populasi mungkin relevan, tergantung pada saran suatu pasar yang diharapkan oleh retailer. Banyak siswa universitas, sebagai contoh, mempunyai pendapatan yang relatif rendah. Bagaimanapun, mereka akan datang dari apa yang dilakukan keluarga dan, oleh fakta yang mereka peroleh, mereka relatif berpendidikan.Gaya hidup mereka sangat menyerupai lulusan universitas saat ini pada pekerjaan profesional menghasilkan pendapatan yang bagus daripada yang dilakukan orang dengan pendapatan sama pada kerjaan aneh pada suatu peternakan di daerah pedesaan. Itulah cara orang menghabiskan uangnya lebih sering sebagai mana berapa banyak uang yang dihasilkan.
Iklim bisnis
Ini penting untuk memeriksa tren pekerja pasar karena tingkat tinggi dari pekerja bisanya berarti kekuatan pembeliaan yang tinggi. Juga, ini berguna untuk menentukan area mana yang bertumbuh secara cepat dan mengapa. Sebagai contoh, sisi bagian timur Seattle, Washington, menjadi suatu lokasi yang diinginkan retailer karena ini dekat dengan perputaran perusahaan Microsoft. Analis lokasi retail harus menentukan berapa lama pertumbuhan akan berkelanjutan dan bagaimana akan mempengaruhi permintaan untuk barang dagang. Sebagai contoh, ekonomi dari kota Rustbelt seperti Flint, Michigan, berpengalaman tinggi puncak dan lembah pada keterikatan mereka pada industri khusus seperti automobile.
Pertumbuhan pekerja pada pertumbuhan ini sendiri tidak cukup untuk memastikan suatu lingkungan retail retail yang kuat di masa yang akan datang. Jika pertumbuhan tidak digolongkan dalam sejumlah industri, area akan mengalami kerugian dalam trend. Sebagai contoh, banyak kota dengan pusat militer yang diharapkan untuk menurunkan populasi pada milenium baru sebagaimana pengecilan ukuran dan pusat ditutup pada kota seperti Plattsburgh, New York dan Moreno Valley, California.
Persaingan
Tingkat persaingan pada suatu area juga mempengaruhi permintaan barang dagang seorang retailer. Tingkat persaingan dapat diartikan sebagai pemenuhan, dibawah toko, atau melalui toko. Suatu area perdagangan yang terpenuhi menawarkan pelanggan pilihan yang bagus dari barang dan jasa, yang memperbolehkan persaingan retailer untuk membuat keuntungan barang. Sejak pelanggan mengambarkan area tersebut karena pemilihan yang baik, retailer yang mana percaya dapat menawarkan pelanggan suatu bentuk retail yang superior pada bentuk dari barang dagang, pemberian harga, atau jasa yang akan menemukan area yang menarik. Beberapa retoran seperti Burger King mencari lokasi dimana kompetisi utama mereka- McDonald – mempunyai keberadaan yang kuat. Mereka percaya bahawa ini penting untuk berhadapan langsung dengan pesaing mereka yang paling kuat jadi mereka dapat mengembangkan metode dan sistem yang akan memperbolehkan mereka menjadi berhasil bersaing dengan mereka. Mereka berpendapat bahwa penempatan pada area dengan persaingan yang lemah dimana membiarkan mereka untuk menjadi puas. Pesaing terkuat akhirnya akan memasuki area perdagangan. Dengan demikian, bagaimanapun juga ini akan menghilangkan sudut persaingan.
Strategi lain adalah menempatkan kolasi pada area perdagangan yang sedikit tokonya – suatu area yang mempunyai terlalu sedikit toko yang menjual barang khusus atau jasa untuk memenuhi kebutuhan populasi.Wal-Mart lebih dulu berhasil yang mendasarkan pada suatu stategi penempatan pembukaan toko pada kota kecil yang relatif sedikit tokonya. Sekarang toko tersebut berpengalaman tinggi pada pasar disalah kota mereka dan menghasilkan dari komunitas disekelilingnya.
Pada akibatnya, area tersebut menjadi sedikit keberadaan suatu toko sebelum adanya Wal-Mart untuk menjadi ada beberapa toko – memiliki banyak toko penjualan barang khusus atau jasa dimana beberapa toko akan gagal. Tidak dapat bersaing secara langsung dengan Wal-Mart pada harga atau luasnya pemilihan, banyak kepemilikan retail keluarga di kota tersebut harus menempatkan barang dagang atau jasa atau yang lainnya pada bisnisnya.
Rentang Pengendalian Manajerial
Beberapa fokus retailer pada wilayah geografis tertentu atau area perdagangan. Sebagai contoh, Devenport, Iowa berpusat Von Maur merupakan suatu wilayah rantai departemen store yang mempunyai 14 toko. Walaupun ini dapat bersaing secara lebih besar, pada rantai nasional di beberapa dimensi. Ini dapat menjaga kesetiaan pelanggan dengan menetapkan suatu siklus rantai regional. Ini terlihat sempurna dan dikenal baik melalui area tersebut. Kedua, pada barang dagangan ini, penetapan harga dan strategi promosi khususnya target yang dibutuhkan dari pasar regional dari pada pasar nasional. Sebagai contoh, Von Maur mengetahui barang dagangan yang populer di Davenport juga akan dijual di Des Moines. Akhirnya, tim manajemer mempunyai tempat yang besar untuk mengontrol pasar regional. Manajer dapat dengan mudah mengunjungi toko dan memperkirakan situasi persaingan.
Skala ekonomi dibandingkan dengan Kanibalisasi
Pada penglihatan sepintas, kamu akan mengira bahwa seorang retailer harus memilih lokasi yang terbaik disuatu area perdagangan. Tetapi kebanyakan rencana mengarah pada suatu daerah dengan suatu jaringan toko. Setelah itu, promosi dan distribusi skala ekonomi dapat dicapai pada tempat yang banyak. Total biaya adalah sama pada yang ada diiklankan pada surat kabar untuk seorang retailer dengan 20 toko di suatu area yang ada jika retailer hanya mempunyai satu toko. Demikian juga, rangkaian seperti Wal Mart hanya memperluas menuju pada area dimana pusat distribusi di rancang untuk mendukung tokonya.
Pertanyaannya adalah, Berapa jumlah terbaik dari toko yang ada disuatu area? Jawabannya tergantung pada siapa pemilik toko. Untuk perusahaan dalam pemilihan toko, tujuannya adalah untuk mendapatkan laba yang maksimal dari rangkaian yang ada. Pada kasus ini, retailer akan melanjutkan membuka toko selama pendapatan marginalnya tercapai dengan membuka toko baru yang lebih besar dari pada biaya marginal. Home Depot mendaftarkan pada aksioma yang paling mendasar dari penentuan lokasi: Ini lebih baik untuk mempunyai dua toko yang menghasilkan $75 juta tiap nya dari pada satu toko yang menghasilkan $ 100 juta. Perusahaan percaya bahwa suatu toko dapat melakukan banyak seklai usaha bisnis. Toko mungkin akan ramai, menawarkan pelayanan yang jelek, mempunyai waktu yang tidak baik dalam penyediaan persediaan, dan sebenarnya berada dibawah kinerja. Home Depot percaya bahwa solusi untuk toko yang kinerjanya rendah yang membuat toko lainnya di area perdagangan yang sama. Walaupun strategi ini terdengar tidak masuk akal pada sekilas pandang, ini bekerja bagi Home Depot.
Untuk operasi franchise, bagaimanapun, tiap pemilik franchise ingin memaksimalkan profitnya. Beberapa orang yang melakukan franchise (pemilik franchise) memberikan franshise mereka (pemilik toko individu) suatu daerah geografis eksklusif , jadi toko lain pada franchise yang sama tidak bersaing secara langsung dengan mereka. Pada operasi franchise lain, franchise tidak memberikan perlindungan dan sering dilibatkan dalam negosiasi yang bertentangan dengan pemilik frenchise untuk melindungi investasi mereka.
Faktor yang mempengaruhi ketertarikan suatu lokasi
Sekarang mari melihat masalah yang membuat tempat menjadi menarik. Khususnya, kita akan memeriksa kemudahan pencapaian dan keuntungan penempatan pada pusat.
Aksesibiliti (kemudahan pencapaian).
Aksesibiliti dari suatu tempat merupakan hal yang mana seorang pelanggan akan mudah masuk atau keluar. Analisa aksesibiliti mempunya dua tahap: analisa makro dan lalu analisa mikro.
Analisa makro. Analisa makro memperhatikan area perdagangan utama, seperi area yang berada dua hingga tiga mil disekitar lokasi pada kasus suatu supermarket atau toko obat. Untuk memperkirakan suatu lokasi yang mudah dicapai pada suatu tingkat makro, retailer secara bersamaan mengevaluasi beberapa faktor seperti pola jalan, kondisi jalan dan halangan-halangan.
Pada analisa makro, analis harus memperhatikan pola jalan. Area perdagangan yang utama memerlukan jalur utama atau jalur bebas, jadi pelanggan dapat melakukan perjalan dengan mudah menuju lokasi. Faktor yang dikaitkan adalah kondisi jalan (termasuk, usia, jumlah jalur, jumlah lampu pemberhentian, kemacetan, dan bagian umum dari perbaikan jalan pada area perdagangan utama). Sebagai contoh, suatu lokasi yang tua, sempit, yang memadati jalan kedua pada kerusakan dengan terlalu banyak, lampu pemberhentian tidak akan menjadi lokasi khusus yang baik untuk suatu toko retail.
Penghadang alami (seperti sungai atau gunung) dan halangan buatan(seperti jalur kereta api, jalan raya besar utama, atau taman) akan juga berdampak pada kemudahan untuk pencapaian. Penghambat itu berdampak pada lokasi khusus utama, tergantung pada apapun barang dagang dan jasa yang tersedia pada kedua sisi dari penghadang. Jika, sebagai contohnya, hanya satu supermarket yang menyediakan kedua sisi dari suatu jalan utama, orang pada sisi yang berlawanan harus menyeberang ke toko.
Analisa Mikro. Analisa mikro memusatkan pada masalah dalam sekitarnya dengan segera dari tempat seperi jarak penglihatan, arus lalu lintas, tempat parkir, kemacetan, dan arus masuk / arus keluar.
Jarak penglihatan mengarah pada kemampuan pelanggan untuk melihat toko dan masuk daerah parkir dengan aman. Jarak penglihatan yang sedikit penting untuk toko dalam membuatan dan pelanggan, dan untuk toko dengan area pasar yang dibatasi karena pelanggan mengetahui dimana letak toko tersebut. Meskipun demikian, retailer nasional yang besar seperi Kmart mendesak agar tidak ada kesulitan secara langsung, tidak menggangu pandangan dari toko mereka. Pada suatu area dengan populasi sementara (seperti suatu pusat turis atau kota besar), daya penglihatan yang baik dari jalan sangatlah penting.
Keberhasilan dari suatu lokasi dengan arus lalu lintas yang baik merupakan suatu pertanyaan dari keseimbangan. Lokasi harus mempunyai jumlah mobil yang banyak per hari tetapi tidak banyak kemacetan yang mengganggu akses ke toko. Untuk memperkirakan tingkat arus kendaraan, kamu biasanya dapat memperoleh data dari komisi perencanaan regional, insinyur negara, atau departemen bagian jalan raya. Tetapi kamu perlu menyesuaikan data untuk situasi khusus. Sebagai suatu hasil, ini kadang-kadang mudah dan lebih akurat untuk melakukan analisa di rumah. Sebagai contoh, analis harus memperhatikan adanya tempat yang besar dari pekerja, sekolah atau truk besar yang memperkecil suatu lokasi yang diinginkan. Juga area yang ramai pada waktu sibuk akan menyebabkan arus lalulintas yang baik selama waktu istirahat ketika pembeli berkunjung. Akhirnya, beberapa retailer akan berharap untuk menyesuaikan jumlah arus lalu lintas yang buruk dengan melarang kendaraan dari daerah luar atau hanya pada pembatasan perjalan pulang.
Jumlah dan kualitas dari tempat parkir merupakan hal yang kritis untuk suatu pusat perbelanjaan terhadap keseluruhan kemudahaan pencapaian. Jika tidak ada cukup tempat atau jika mereka terlalu jauh dari toko, pelanggan akan berkecil hati untuk memasuki area tersebut. Sebaliknya, jika terlalu banyak ruang terbuka, pusat perbelanjaan akan terlihat seperti tidak layak atau seperti toko yang tidak terkenal. Ini sulit untuk memperkirakan berapa banyak ruang parkir yang cukup, walaupun analis lokasi menggunakan rasio pemarkiran sebagai permulaian poin. Aturan standar adalah 5.5 : 1.000 ( lima dan satu setengah ruang per 100 kaki persegi dari ruang). Meskipun demikian, tidak ada ruang bagus untuk pengamatan pusat perbelanjaan pada waktu yang bervariasi dari hari, bulan, dan musim. Kamu juga dapat memperkirakan ketersediaan tempat parkir pekerja, bagian orang yang berbelanja menggunakan mobil, parkir untuk yang bukan pelanggan. Dan biasanya luas dari jalan perbelanjaan. Seorang retailer akan memeriksa ruang parkir untuk pelumas mesin. Jika ada tempat untuk pelumas, dia menganggap bahwa tempat parkir sering dipenuhi dan oleh karena itu tempatnya menjadi berhasil.
Suatu masalah yang sangat dekat dikaitkan pada jumlah yang tersedia dari fasilitas parkir, tetapi diperluas menuju pusat perbelanjaan ini sendiri dan yang menghambat area. Kemacetan dapat mengarah pada jumlah keramaian dari mobil atau orang. Ada beberapa rentang kemacetan yang nyaman untuk pelanggan. Terlalu banyak kemacetan dapat membuat perbelanjaan menjadi lambat, mengganggu pelanggan, dan umumnya mengecewakan penjualan. Sebaliknya, tingkat yang relatif tinggi dari aktifitas pada suatu pusat perbelanjaan membuat kegemparan dan dapat merangsang penjualan.
Faktor terakhir dalam mengetahui analisa kemudahan pencapaian adalah masuk/keluarnya. Kemudahan dari masuk dan keluar dari tempat parkir. Sering, jalan tengah atau jalan satu jalur membuat kesulitan masuk atau keluar dari satu atau lebih arah, membatasi kemudahan pencapaian tujuan.
Lokasi menguntungkan dalam suatu pusat
Sejak kemudahan akses pusat dievaluasi, kamu harus mengevaluasi lokasi didalamnya. Sejak lokasi tempat yang baik besar biayanya, retailer harus menyadari kepentingan mereka. Sebagai contoh, dilingkungan pusat perbelanjaan, banyak lokasi yang mahal yang berdekatan dengan supermarket. Toko minuman keras atau toko bunga akan menarik perhatian pembeli dari pada yang lebih dekat dari supermarket. Tapi, di toko perbaikan sepatu ( yang tidak mengharapkan pergerakan dari waktu pelanggan) dapat berada pada lokasi kurang bagus karena pelanggan memerlukan jasa ini dan akan mencari di toko lain.
Komentar yang sama dipegang untuk pusat perbelanjaan multilevel regional. Ini menguntungkan untuk toko perbelanjaan barang seperti The Limited atau Ann Taylor menjadi dikelompokkan pada lokasi yang lebih mahal dekat dengan suatu departemen store pada sebuah mall. Wanita yang berbelanja pakaian akan memulai di departemen store dan biasanya cenderung pada toko didekatnya. Namun toko seperti Foot Locker – menuju toko lain, tidak memerlukan berada ditempat yang mahal, sejak pelanggan tahu bahwa mereka dipasar untuk tipe produk ini sebelum mereka melaksanakan di pusat.
Perhatian lain adalah untuk menempatkan toko yang dibandingkan pada target pasar yang serupa secara bersamaan. Pada pokoknya, pelanggan yang ingin berbelanja dimana mereka menemukan beragam barang dagangan. Ini didasarkan pada prinsip daya tarik kumulatif yang mana suatu bagian yang sama dan saling melengkapi kegiatan retail yang akan menghasilkan kekuatan penggambaran yang besar dan mengisolasi toko yang melakukan aktivitas retail yang sama. Inilah sebabnya kenapa toko barang-barang antik, penjual mobil dan toko sepatu dan baju semua kelihatannya berjalan dengan baik, jika mereka berdekatan satu sama lain. Tentu,suatu area dapat menjadi banyak toko ketika terlalu banyak toko bersaing untuk memenuhi permintaan untuk keuntungan.
Prinsip daya tarik kumulatif diterapkan pada toko yang menjual barang dagangan yang melengkapi dan yang secara langsung bersaing satu sama lain. Gaya kehidupan yang banyak, pendapatan pelanggan yang lebih tinggi akan mencari toko seperti Alfred Dunhill of London dan butik eksklusif Neiman Mareus and Lord & Taylor. Semua toko sebenarnya menjual kategori barang dagangan yang sama, sementara yang lain menjual produk pelengkap seperti parfum pada suatu toko dan pakaian dalam wanita pada toko yang lainnya. Sama halnya tempat perawaatan kesehatan yang ditemukan pada harga menengah antara Dillards dan JCPenney. Pelanggan dapat membeli sepatu Penney atau toko sepatu Kinney. Pada waktu yang bersamaan, mereka dapat menemukan hadiah di Dillard dan sebuah kartu di toko Bolen Hallmark. Tempat yang baik merupakan orang yang membuat penyewaan gabungan (1) pemilihan yang baik dari barang dagangan yang bersaing dengannya sendiri dan (2) barang dagangan pelengkap
Memperkirakan permintaan untuk lokasi baru
Retailer memperkirakan permintaan untuk lokasi baru dengan mendefinisikan area perdagangan dan lalu memperkirakan berapa banyak orang pada area perdagangan ini akan berbelanja. Pada bagian ini kita akan melihat lebih dekat, bagaimana retailer membatasi area perdagangan mereka dan faktor-faktor yang mereka perhatikan ketika mendefinisikan batasan area perdagangan untuk memperkirakan permintaan.
Area Perdagangan
Area perdagangan merupakna suatu area geografis yang berdampingan yang dihitung untuk mayoritas dari penjualan suatu toko dan pelanggan. Area perdagangan dapat dibagi menjadi dua atau tiga zona, area perdagangan disebut poligon, karena batasan yang sesuai pada jalan dan keungulan lain pada peta. Pendefinisian zona yang tepat harus fleksibel untuk menghitung nuansa area yang penting.
Zona utama merupakan daerah geografi dari toko atau pusat perbelanjaan yang diperoleh dari 60 sampai 65 persen dari pelanggan. Zona kedua merupakan area geografis yang penting kedua dalam bentuk penjualan pelanggan, yang menghasilkan 20 persen dari penjualan toko. Zona ketiga (bagian paling luar) melibatkan pelanggan sekali-sekali berbelanja di toko atau pusat perbelanjaan. Ada beberapa alasan untuk zona ketiga. Pertama pelanggan akan kurang memadai kemudahan retail yang lebih dekat ke rumah. Kedua, adanya sistem jalan raya yang baik untuk toko atau pusat, jadi pelanggan bisa kesana dengan mudah. Ketiga, pelanggan akan menuju dekat toko atau pusat saat perjalanan atau dari tempat kerja. Akhirnya, pelanggan berbelanja ke toko atau pusat karena dekat dengan area turis.
Faktor-faktor yang menentukan area perdagangan
Batasan aktual suatu area perdagangan ditentukan oleh kemudahan akses toko, sifat, penghalang fisik, tipe area belanja, tipe toko dan persaingan. Area perdagangan untuk Mr. I’s Optical Boutique, toko di Miami selatan, florida, spesialisasi pada gaya. Peta yang dibuat oleh sistem ESRI AreaView GIS, didasarkan pada waktu pengedaraan : 5 menit untuk area perdagangan (biru), 10 menit untuk area perdagangan kedua (merah) dan 20 menit untuk area perdagangan ketiga (kuning)
Catat batasan area perdagangan itu membujur. Ini karena jalan raya utama, khususnya U.S menuju utara dan selatan. Tidak hanya jalan raya utara selatan yang membuat arus lalu lintas pada area, tetapi arus lalu lintas yang padat sering membuat mereka sulit untuk menyeberang. Biscayne Bay juga membatasi area perdagangan pada bagian timur. Penghalang lain (seperti sungai, pegunungan atau area kriminal tinggi) akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu area perdagangan.
Ukuran area perdagangan juga dipengaruhi oleh tipe toko atau area perbelanjaan. Area pedagangan toko A-7, sebagaimana contohnya, akan memperluas kurang dari satu mil, dimana seperti spesialisasi kategori seperti Toys “R” US akan menarik pelanggan dari jarak 20 mil. Perbedaannya adalah pada sifat barang dagangan yang dijual dan keseluruhan ukuran dari keaneka ragaman yang ditawarkan. Toko yang menjual barang instan dapat berhasil karena pelanggan dapat membeli produk-produk seperti susu dan roti dengan cepat dan mudah. Jika pelanggan harus mengendarai dengan jarak yang jauh, toko tersebut tidak lagi menjadi menyenangkan. Spesialisasi kategori membuat pilihan yang banyak dari berbelanja dan produk khusus yang pelanggan inginkan untuk melakukan usaha tambahan untuk berbelanja. Pelanggan pada umumnya akan bepergian mengedarai kendaraan pada beberapa cakupan jarak untuk berbelanja pada suatu kategori khusus. Mr I’s Optical Boutique ditempatkan pada lokasi jalan utama dari pada pusat perbelanjaan utama. Karena itu area perdagangan lebih kecil. Jadi ini bisa jika ditempatkan disuatu bagian pusat perbelanjaan.
Cara lain melihat bagaimana tipe toko mempengaruhi ukuran area perdagangan adalah apakah ini suatu tujuan atau suatu toko parasit. Suatu toko yang memiliki tujuan merupakan suatu dimana barang dagangan, seleksi, presentasi, penetapan harga, atau ketetapan unggulan lainnya sebagai suatu penarik untuk pelanggan. Pada umumnya, toko yang memiliki tujuan mempunyai area perdagangan yang luas dari pada toko parasit – orang akan menempuh perjalanan lebih jauh untuk berbelanja disana. Mr I’s optical boutique akan cocok sebagai toko yang memiliki tujuan untuk barang dagangan yang eksklusif. Contoh lain dari yang memliki tujuan adalah toko achor pada pusat perbelanjaan seperti toko penjual bahan makanan atau departemen strore : toko khusus yang tepat seperti RadioShack, Cartier, dan Polo/Ralph Lauren; kategori yang mematikan seperti sports Authority dan Toys “R” Us dan beberapa penyedia jasa seperti bioskop.
Suatu toko parasit merupakan yang tidak membuat arus lalu lintas dan ada diarea perdagangan yang ditentukan oleh retailer dominan di pusat perbelanjaan atau area reatail. Pembersih pakaian cocok sebagai toko parasit pada toko Wal-Mart. Orang cenderung berhenti pada pembersih ini pada perjalana menuju atau dari Wal-Mart dan toko lainnya. Bisnis ini yang diperoleh dari Wal-Mart dan bisnis lain pada areanya. Beberapa ahli retail telah menyatakan bahwa Wal-Mart dapat menjadi penghancur pada persaingan area perdagangan, karena sangat dasyat bersaing. Belum lagi, beberapa toko parasit dan toko yang belajar untuk menyediakan jasa/produk yang menawarkan pelengkap, dari pada bersaing dengan Wal-Mart. Sebenarnya ada keuntungan dari keberadaan ini. Contoh toko parasit lain adalah restauran food court dan kios-kios dalam mall.
Tingkat persaingan juga mempengaruhi ukuran dan bentuk dari area perdagangan untuk toko tertentu. Jika dua toko makanan instan terlalu berdekatan, tanggapan mereka terhadap area perdagangan akan tenggelam semenjak mereka menawarkan barang yang sama. Sebaliknya Mr. I’s Optical boutique merupakan beberapa toko kacamata dibagian bisnis ini. Mempunyai kesamaan toko pembelanjaan barang yang hampir sama.
Sumber informasi
Tiga tipe informasi yang dibutuhkan untuk mendefisinikan suatu area perdagangan . Pertama kita harus menentukn berapa banyak orang pada atau pedangan dan dimana mereka tinggal. Untuk hal ini, retailer harus menggunakan teknik yang dikenal sebagai penyorotan pelanggan. Kedua, retailer mengunakan data demografis dan GIS (geographic information systems), Deconnial census of the United State yang dikeluarkan oleh Departemen perdagangan US dan Demografis US a Buying Power Index untuk menjelaskan potensi pelanggan mereka dalam suatu usaha untuk menafsir berapa banyak mereka akan membeli pada area perdagangan. Akhirnya, retailer menggunakan internet dan sumber lain yang dipublikasikan untuk memperkirakan persaingan mereka. Pada persaingan yang kuat dari area keseluruhan potensi pasar untuk tipe tertentu dari barang dagangan atau toko.
Penyorotan Pelanggan. Tujuan dari teknik penyorotan pelanggan adalah untuk meletakkan, atau menempatkan, kediaman pelanggan untuk suatu toko pada satu pusat perbelanjaan. Data khusus untuk seorang pelanggan retailer biasanya diperoleh dari informasi yang diambil dari kartu kredit atau cek pembelian, atau untuk program kesetiaan pelanggan. Mereka bisa di disakses dari gudang data yang akan dijekaskan di bab 11. Retailer juga dapat mengumpulkan data ini secara manual sebagai bagian dari proses pemeriksaan. Metode lain adalah dengan mengumpulkan papan nomor mobil pada tempat parkir dan melacak pemiliknya dengan membeli informasi dari badan pemerintahan atau perusahaan pencari pribadi. Suatu kata perhatian, bagaimanpun : Metode ini tidak diperhatikan untuk sangat akurat dan ilegal dalam suatu tempat. Para ahli percaya bahwa sedikitnya 500 papan yang sesuai untuk menyediakan suatu contoh yang bagus. Divisi statistik motor R.L. Pold anc Co di Detroit dapat mencocok papan nomor dengan database registrasi kendaraan nasional dan ringkasannya dimana ada kendaraan tersebut. Pendekatan ini berguna untuk memahami area perdagangan pesaing.
Data dapat diproses dengan dua cara : dengan penyorotan manual lokasi dari setiap pelanggdan di semua peta atau dengan menggunakan sistem GIS seperi yang dijelaskan kemudian di bab ini. Sejak Rose melibatkan banyak tujuan, ikuti pedoman yang disajikan pada bab ini.
Data Demografis dan GIS
Ada ratusan perusahan pribadi khusus yang menyediakan retailer informasi yang akan menolong mereka untuk membuat keputusan penempatan toko yang lebih baik. Beberapa, dikenal sebagai penyedia data deografis (seperti Claritas). Spesialis dalam pengelompokan dan perbaruan data sensus dalam suatu bentuk yang mudah dipahami, mudah dan cepat diperoleh dan tidak mahal. Sejak data dari sensus dapat ditetapkan, perusahaan membuat model komputer untuk membuat perkiraan dari populasi saat ini dan masa yang akan datang dan karakteristik demografis.
Perusahaan lain,seperti ESI Inc, spesialis dalam sitem informasi geografis. Geographic Information System (GIS) merupakan sistem terkomputerisasi yang memungkinkan analis untuk melihat data mengenai demografis pelanggan, sifat pembelian dan data lain dari suatu bentuk peta. Pada banyak cara ,ini menyerupai suatu program database karena ini menganalisa dan berhubungan dengan informasi yang disampan sebagai catatan. Sebagai tambahan, bagaimanapun, setiap catatan berisi informasi yang digunakan untuk menggambarkan bentuk geometrik – biasanya suatu titik, garis atau poligon – dan menggambarkan tempat yang unik dibumi dengan data yang diinginkan. Seperti halnya GIS merupakan suatu database, yang menyimpan informasi lokasi dan bentuk. Menggunakan GIS, analis dapat mengidentifikasi batasan suatu area perdagangan dan mengisolasi kelompok target pelanggan. Data untuk GIS dikumpulkan pada titik penjualan dan disimpan dalam gudang data dan dikombinasikan dengan tipe informasi yang tersedia dari penyediaan data demografis.
Seperti kebanyakan industri, penyedia data ini mempunyai keahlian khusus terhadap mereka sendiri. Bagaimanapun, pemain utama, sekarang menawarkan suatu pelayanan penuh susunan informasi dalam kedua bentuk tabel dan peta. Seorang retailer dapat memperoleh informasi tentang satu dasar perijinan tahunan untuk $1,000; di sini retailer dilengkapi dengan tiap tahunnya membaharui disk-disk komputer atau CD-ROM, atau memberi data pada suatu dasar site-by-site untuk $100 per laporan yang didasarkan pada permintaan retailer. Seorang analis dapat memilih dari sesuatu susunan yang tak terbatas ukuran dan bentuk areanya, seperti cincin sepusat (atau pembalut), sektor lingkungan sekitar, poligon, atau waktu perjalanan (berputar disekitar tempat yang tepat pada waktu perjalanan dari pada jarak); ada juga laporan oleh negara, daerah, kota, dan Kode pos.
Sensus Setiap Sepuluh Tahun dari Amerika Serikat Sensus Setiap Sepuluh Tahun dari Amerika Serikat adalah suatu sumber informasi yang lengkap untuk membuat keputusan lokasi. Tetapi ketika nama ditetapkan,ini hanya dilakukan sekali setiap 10 tahun, jadi sering terlambat dan memerlukan laporan tambahan dan perbaharuan oleh agen pemerintah dan perusahaan pribadi. Dalam sesus, setiap rumah tangga di Negara dihitung untuk menentukan jumlah orang tiap rumah tangga, hubungan rumah, jenis kelamin, ras, usia, status pernikahan. Sebagai tambahan, suatu laporan pada setiap bangunan menunjukkan jumlah unit rumah dari alamat, status fasilitas pipa ledeng, jumlah kamar, apakah penghuni merupakan pemilik atau penyewa, apakah penghuni merupakan pemilik dari pekerjaan, nilai rumah, sewa, dan status pekerjaan. Informasi tambahan diperoleh dari kira-kira satu – enam dari rumahtangga U.S.
Data sensus tiap sepuluh tahun tersedia dalam banyak bentuk. Data dapat diperoleh untuk bidang kecil seperti suatu blok kota atau yang besar seperti seluruh negeri. Salah satu tujuan-tujuan paling bermanfaat untuk evaluasi regional adalah Metropolitan Statistical Area (MSA). Bidang sensus adalah subdivisi dari suatu MSA dengan satu populasi rata-rata 4,000. Oleh karena ukuran mereka yang kecil, mereka lebih bermanfaat dibanding MSA untuk area perdagangan atau analisis lokasi.
Tidak hanya sensus yang dilakukan hanya sekali dalam satu dekade, tetapi informasi juga tidak secara keseluruhan dikeluarkan sampai dengan tiga tahun setelah sensus dilaksanakan. Untunglah, Sensus Bureau telah mengeluarkan laporan pendahuluan untuk sementara waktu. Ini juga dikeluarkan berbagi laporan tambahan bahwa analis dapat menggunakan suatu pembaharuan bahkan setelah sensus dikeluarkan. Sensus, laporan tambahan , dan peta biasanya tersedia di perpustakan umum , dari pusat data negara pada operasi yang dilakukan bersamaan dengan Sensus Bureau atau secara langsung dari US. Percetakan Pemerintah di Washington, DC.
Beberapa informasi dari sensus adalah juga tersedia pada penyedia, komisi perencanaan regional, dan negara, lokal, dan agensi daerah. Perhatian harus diperhatikan ketika menggunakan beberapa penyedia dan sumber lokal, bagaimanapun, sejak satu bias yang optimis dapat dibuat menjadi data.
Daya Beli indeks. Daya beli indeks (BPI) diterbitkan tiap-tiap tahun pada Demographics USA yang merupakan suatu ukuran dari suatu kemampuan yang pada pasar untuk membeli, dan dinyatakan sebagai persentase dari jumlah keseluruhan potensi US. Dasar BPI yang dibuat oleh penimbangan dan mengkombinasikan tiga faktor penting yang ada dalam setiap pasar dan digunakan untuk menentukan populasi tiap kemampuan pasar untuk membeli: total penghasilan , total penjualan retail, dan total populasi. Ini merupakan suatu kombinasi kemampuan orang untuk membeli barang dagangan, akses mereka kepada outlet di mana transaksi itu dapat dilakukan, dan jumlah orang yang dapat membeli suatu produk atau jasa. Rumusan patokan untuk BPI adalah
BPI = .5 x (Persentase pendapatan pembeli yang efektif)
+ .3 x (persentase dari penjualan retail US)
+ .2 x (persentase dari populasi US)
Sebagai contoh, BIP untuk New England dihitung sebagai berikut :
BPI = .5 x (255,823,658 + 4,399,998,035)
+ .3 x (134,588,046 + 2,546,287,000)
+ .2 x (13,404.3 + 270,253.5)
= .291+ .159+ .099 = 5.49
BPI untuk New England ini berarti bahwa 5,.49 persen dari daya beli Amerika Serikat adalah yang dipusatkan di negara New England. Dengan membandingkan, BPI yang paling tinggi dari segala daerah sensus daerah di bagian Selatan Atlantik, yang menunjukkan 18,38 persen daya beli nasional.
Dasar pemikiran untuk rata-rata tertimbang modal ini adalah suatu tingkatan pendapatan area yang mempunyai dampak yang paling besar pada penjualan retail dan akan menerima bobot yang paling tinggi (.5). Total penerimaan Retail pada tahun terdahulu mendapat bobot kedua tertinggi(. 3), yang diikuti oleh ukuran populasi (.2). Para pengguna didorong, bagaimanapun, untuk menyesuaikan timbangan ini dan/atau ke tiga komponen tergantung pada aplikasi tertentu mereka. Sebagai contoh, jika retailer sedang menjual video game, segmen usia 18 dan dbibawahnya adalah suatu indikator yang lebih baik dari potensi pasar dari pada populasi total.
BPI untuk daerah-daerah dan negara bagian tidak dipecah karena keputusan lokasi yang spesifik. Untunglah, meskipun demikian, BPI tersedia untuk daerah, area metropolitan, kota-kota, dan area mengamatan TV. Juga, BPI melaporkan menyediakan indeks untuk tipe produk yang berbeda seperti makanan, tempat makna, tempat minum, barang dagangan yang umum, peraboratan rumah tangga , mobil dan obat-obatan.
BPI adalah satu potongan informasi, yang digunakan bersamaan dengan yang lainnya, untuk membantu pembuatan keputusan-keputusan lokasi. Pada umumnya, retailer ingin mempunyai toko dalam lokasi-lokasi dengan daya beli yang tinggi. Dengan demikian, suatu wilayah dengan suatu BPI yang tinggi merupakan lebih baik untuk suatu area BPI yang rendah, semua faktor yang lain konstan.
Pengukuran Penaksiran Kompetisi permintaan untuk suatu produk retail adalah suatu faktor keberhasilan yang kritis, tetapi itu hanya dinyatakan setengah cerita. Hal itu sama pentingnya untuk menentukan tingkat kompetisi dalam area perdagangan. Sebelumnya dalam bab ini, kita menyimpulkan bahwa yang mana sesuatu yang dipenuhi atau satu area perdagangan yang diketahui menawarkan suatu peluang lokasi yang berpotensi baik, tetapi retailer perlu menghindari area perdagangan yang bersifat berlebihan tokonya. Bagaimana mungkin retaler seperti Mr. I’s Opetical Boutique menentukan tingkat perputaran area perdagangan untuk suatu lokasi baru yang berpotensi? Dengan kata lain, apa tingkatan persaingan area perdagangan?
Salah satu metoda yang sangat berguna dari pengukuran persaingan adalah melalui internet. Kebanyakan daftar situs web tidak hanya pada semua lokasi yang ada, juga pada lokasi masa yang akan datang. Informasi demografis untuk penjualan yang prospektif dalam negara lain yang akan menghilangkan kebutuhan sendiri. Suatu metode yang lebih tradisional mengakses informasi persaingan melalui buku telepon. Informasi ini juga tersedia di CD-ROM. Sumber lain dari informasi yang kompetitif adalah
o direktori yang dikeluarkan oleh asosiasi perdaganan.
o Tempat perdagangan
o Pemandu Jaringan Toko (yang diterbitkan oleh CSG pelayanan informaasi).
o Dewan Internasional Pusat belanja (pusat belanja).
o Institut yang berhubungan dengan Kota (pusat belanja).
o Departemen-departemen iklan surat kabar lokal.
o pemerintah bagian dan daerah.
o Majalah perdagangan khusus.
o daftar nama pemain saham.
Secara relatif mudah untuk menentukan tingkat kompetisi untuk menghitung ukuran luas total dari ruang retail yang ditetapkan kepada jenis toko per rumah tangga. Dari sumber yang diterbitkan, Mr.i’s mendapat total luas pada retail optikalnya dalam daerah perdagangannya dan membaginya dengan jumlah rumah tangga. Rasio Yang lebih tinggi tingkat persaingannya.Tentu saja, tidak ada penggantin untuk kunjungan pribadi pada toko untuk penilaian persaingan.
Mr. I’s Optical perlu menempatkan tokonya yang baru pada lokasi B. Potensi area perdagangan adalah ketinggian dan persaingan yang secara relatif rendah. Tentu saja, persaingan yang relatif hanyalah satu masalah yang harus diperimbangkan. Kemudian dalam bab ini kita akan mempertimbangkan persaingan serta masalah lain untuk menentukan lokasi baru yang terbaik untuk Mr. I’s Optical Boutique .
Jenis-jenis lain dari retail dapat dilakukan suatu analisa yang serupa. Persaingan Analis bersifat paling mudah untuk komoditas jaringan penjualan yang besar dari tipe barang dagangan, seperti toko bahan makanan. Pertama-tama, mereka mempunyai informasi yang tersedia untuk dan dapat digunakan untuk memperkirakan menjual apa pada toko yang baru. Ke dua, ini relatif mudah untuk menentukan berapa banyak orang-orang berbelanja makanan atau barang lainnya di area perdagangan dan seberapa besar permintaan itu mencukupi toko dalam areanya.
Sebaliknya, analis lebih sulit pada retailer dengan sedikit outlet yang membawa barang dagangan eksklusif. Seperti kita sudah melihat dari analisa kita, Mr. I’s optical tidak mempunyai data dari area perdagangan ganda yang mana dapat diperoleh analisanya. Juga, sejak membawa barang dagangan eksklusif, menentukan persaingannya yang dapat menjadi sulit.
Metoda-metoda untuk Menaksir Permintaan
Sejumlah metode analisis yang melengkapi digunakan untuk menaksir permintaan toko yang baru. Salah satu yang paling luas menggunakan teknik - pendekatan analog - pertama kali dikembangkan oleh William Applebaum pada perusahan Kroger tahun1930 an. Suatu versi statistik yang formal dari pendekatan analog menggunakan analisa multiple regresi. Pendekatan ketiga , yang dikenal sebagai model Huff, didasarkan pada hukum dari gaya berat Newton. Kita mendiskusikan metoda-metoda analisa lokasi ini di bawah.
Pendekatan Analog. Pendekatan analog bisa disebut "pendekatan toko yang serupa." Umpamakan Mr. I’s Optical Boutique menginginkan membuka suatu lokasi yang baru. Karena lokasi saat bagian Selatan Miami yang sangat sukses, ini akan menemukan suatu lokasi area perdagangan dimana orang yang mempunyai karakteristik yang serupa. Kita akan menafsir area perdagangan dengan ciri-ciri ukuran demografis dan pelanggan, dan lalu berusaha untuk menyesuaikannya dengan karakteristik-karakteristik tersebut pada lokasi-lokasi potensial yang baru. Dengan demikian, pengetahuan tentang demografis pelanggan, persaingan, dan penjualan dari saar sekarang ini yang mengoperasikan toko dapat digunakan untuk meramalkan ukuran dan potensi penjualan suatu lokasi yang baru.
Pendekatan analog dibagi menjadi tiga langkah. Pertama-tama, area perdagangan yang ada ditentukan dengan menggunakan teknik penggambaran pelanggan yang sebelumnya pada bab ini. Ke dua, berdasarkan pada kepadatan pelanggan toko, zona area perdagangan utama, kedua, dan ketiga yang digambarkan. Akhirnya, kita mencocokkan karakteristik-karakteristik dari toko dengan lokasi potensi toko baru untuk menetapkan lokasi terbaik.
Langkah 1 dan 2: Menjelaskan Area Perdagangan. Berdasar pada data penyorotan pelanggan yang dibuat dari gudang data pelanggan yang ada, area perdagangan yang utama (3 mil keliling) untuk Mr. Butik I’s optical boutique di Selatan Miami, Florida. Laporan Distribusi Pendapatan berisi pendapatan rumah tangga yang terperinci yang digambarkan sebagaimana proyeksi pertumbuhan. Dengan perkiraan tahun 2003 pendapatan rata-rata rumah tangga $110,217 dan 194 persen dari rumah tangga dengan hasil-hasil antara $75,000 dan $149,000 dan 191 persen dengan pendapatan diatas $150,000, tiga mil kelilingnya disekitar Mr. I’s optical yang sangat makmur.
Laporan trend demografis Claritas termasuk data populasi, rumah tangga dengan jumlah dari orang-orang, ras, etnis asal, dan usia dengan jenis kelamin. Ssatu karakteristik yang menarik dari area mati yang mengelilingi Mr. I optical adalah dimana diperkirakan 48,2 persen dari populasi itu akan menjadi pendaratan Hispanic tahun 2003.
Seperti kita sebutkan sebelumnya dalam bab ini, ini sama pentingnya untuk memperhatikan gaya hidup pelanggan atau psychographics sebagaimana untuk memeriksa demografis mereka. Kita mengetahui bahwa area perdagangan Mr. I’s pada umumnya bagus, tetapi jenis kediaman dari orang yang akan menghargai pertunjukan yang mahal untuk sesuatu yang dilihatan. Yang dikembangkan oleh Claritas, Potential Rating Index for Zip Markets (PRIZM) adalah satu dari beberapa ketersediaan jasa yang secara komersial mengkombinasikan data sensus, survei konsumen di seluruh negara, dan statistik lain seperti juga informasi dari 1,600 daerah dan para agen regional yang menyediakan uraian gaya hidup dibagian daerah geografis. Informasi ini dianalisa oleh kelompok sosial, mobilitas, etnis, siklus kehidupan berkeluarga, dan perumahan. sistim PRIZM menggolongkan lingkungan masional dalam 62 jenis. PRIZM didasarkan pada pepatah kuno, "bulu burung bertumpuk secara bersamaan." Khususnya, orang suka hidup dengan lingkungan dengan yang lain, dan orang di suatu lingkungan cenderung untuk memiliki pola perilaku konsumen yang serupa.
Laporan gaya hidup PRIZM paling terkemuka untuk tiga mil yang mengelilingi Mr. I’s optical. Segmen-segmen tersebut, digambarkan pada tampilan 9-9, menandakan adanya satu campuran menarik dari potensial pelanggan. "Blue Blood Estates" dan "Pools &Pations" keduanya menunjukkan kemakmuran, kelompok yang lebih lama, untuk Mr.I’s. Sesuai untuk Mr. I’s optical, "Pengaruh dini" juga akan diarahkan menuju Mr.I’s pada aneka jenis produk bergaya ketinggian. "Upstarts &Seniors," bagaimanapun, bukanlah suatu yang cocok dengan Mr. I’s, target pasar oleh karena tujuan mereka yang menengah. Secara umum, meskipun demikian, PRIZM melaporkan hasil pencerminan pendapatan dan trend laporan demografis – area yang makmur dan kemudian cocok untuk penjualan eksklusif dan yang mahal yang mana enak dilihat.
Langkah 3: Karakteristik Pertandingan dari toko yang ada dengan Lokasi Potential toko yang baru untuk menentukan tempat terbaik. sekarang kita telah menggambarkan area perdagangan untuk Mr. I’s dari toko yang ada, kita dapat menggunakan informasi untuk memilih suatu lokasi toko baru. Cara untuk menumukan lokasi dimana area pasar terlihat sama atau sekilas ini toko yang telah ada.
Didasarkan pada faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan yang kita jelaskan di bab sebelumnya, kita menyimpulkan bahwa lima faktor yang menyokong kebanyakan keberhasilan dari lokasi Mr. I’s yang penghasilannya tinggi, posisi-posisi pekerjaan kantor sebagian besar, secara relatif persentasi yang besar dari penduduk yang sudah lama, kenaikan profil PRIZM, dan persaingan yang relative rendah yang mahal, kesesuaian penglihatan akan gaya yang bagus.
Meski pelanggan yang potensial pada lokasi A pada umumnya mempunyai posisi pekerjaan kantor, mereka mempunyai hasil-hasil yang rendah secara relatif dan secara komparatif muda. Pinggiran kota juga cenderung memiliki keluarga yang muda, penglihatan pada barang mahal tidak akan menjadi pembelian yang prioritas. Akhirnya, ada suatu tingkat media kompetisi pada area.
Kekuatan penghuni Gray melingkupi lokasi B yang mempunyai pendapatan menengah dan kebanyakan dipensiunkan. Meskipun persaingan akan menjadi rendah dan kebanyakan penduduk memerlukan kacamata, pelanggan lebih tertarik pada nilai dibanding dengan model.
Lokasi C mempunyai potensi kuat sejak penduduk-penduduk muda pada area mempunyai penghasilan yang tinggi dan merupakan suatu campuran dari para eksekutif, profesional, dan siswa yang tinggal dekat satu universitas yang berhubungan dengan kota. Mereka akan menghargai Mr. I’s untuk berbagai model yang mutakhir di area tersebut.
Lokasi D adalah lokasi terbaik untuk Mr. I’s. Penghuni nya adalah profesional yang lebih tua dengan penghasilan yang tinggi. Uang dan otak merupakan pelanggan yang cerdas dari hal kemewahan orang dewasa seperti sesuatu barang mahal. Sangatlah penting, bagian PRIZM ini mirip dengan Blood Estates tetapi bukan seperti yang makmur.
Sayangnya, menemukan situasi-situasi dapat disamakan pada hal yang tidak selalu mudah dalam contoh ini. Analogi yang lebih lemah, semakin sulitnya pembuatan keputusan lokasi. Ketika suatu retailer mempunyai suatu jumlah outlet yang relatif kecil (katakanlah, 20 atau lebih sedikit), pendekatan analog merupakan yang terbaik. Bahkan retailer hanya dengan satu outlet seperti Mr. I’s optical dapat menggunakan pendekatan analog. Seperti banyaknya toko yang meningkat, hal itu menjadi lebih sulit karena analis mengorganisir data pada suatu cara yang penuh arti. pendekatan analitis yang lebih seperti analisa regresi ganda yang diperlukan.
Analisa regresi ganda. Analisa Regresi Ganda adalah suatu metoda umum mengenai potensi area perdagangan untuk jaringan-jaringan retail dengan lebih besar dari 20 toko. Walaupun analisa regresi ganda menggunakan logika serupa dengan pendekatan analog, ini menggunakan statistik yang dibandingkan dengan penilaian untuk meramalkan penjualan untuk suatu toko baru.
Langkah awal dalam analisa regresi ganda adalah sama seperti pendekatan analog. Pertama-tama, area perdagangan yang ada ditentukan dengan menggunakan teknik pengamatan pelanggan. Ke dua, zona utama, kedua, dan ketiga ditentukan dengan menempatkan pelanggan pada suatu peta. Akan tetapi prosedur regresi ganda dibuat mulai pada perbedaan dari pendekatan analog. Selain pencocokan karakteristik dari area pedagangan untuk toko yang ada dengan suatu potensi toko baru dengan menggunakan penelitian subjektif analisa lokasi, suatu persamaan matematika diperoleh.
Menggunakan "pengalengan" statistik, tiga langkah yang diikuti untuk mengembangkan persamaan regresi ganda:
1. Pilih ukuran-ukuran yang sesuai dari kinerja, seperti penjualan per kapita atau pangsa pasar.
2. Pilih satu kelompok variabel-variabel yang mungkin berguna dalam meramalkan kinerja.
3. Selesaikan penyamaan regresi dan gunakan ini pada kinerja proyek untuk lokasi-lokasi dimasa yang akan datang.
Langkah-langkah 1 dan 2: Pilih Ukuran kinerja Toko dan Variable yang digunakan untuk memperkirakan penjualan atau penjualan perkapita dimana ukuran kinerja toko paling sering digunakan pada lokasi analisis regresi.
Variabel-variabel potensial digunakan untuk meramalkan kinerja termasuk komposisi demografis dan gaya hidup dari setiap toko pada wilayah perdagangan; iklim bisnis; informasi spesifik tentang lokasi; citra toko; kekuatan dari masing-masing pesaing potensial; dan variabel-variabel yang terkait dengan variabel real estate seperti bentuk bangunan, akses, atau hal-hal lainnya. Variabel-variabel peramal perlu dibedakan, tergantung pada jenis dari toko yang akan dianalisa. Sebagai contoh, pendapatan rumah tangga bisa menjadi satu variabel yang penting ketika meramalkan penjualan dari toko Peoples Jewelry yang baru, sedangkan banyaknya anak-anak usia sekolah per rumah tangga akan menjadi penting dalam meramalkan penjualan dari McDonald.
Langkah 3: Menyelesaikan Ekuitas Regresi dan menggunakannya pada Performa Proyek untuk Penempatan masa yang akan datang. Data untuk masing-masing ukuran performa toko dan varibel peramalan dimasukkan pada program regresi terkomputerisasi. Hasil akhir dari analisis regresi adalah sebuah persamaan yang dapat digunakan untuk meramalkan penjualan dari toko yang baru, data yang diberi untuk variabel peramalan toko tersebut. Suatu contoh sederhana yang menggambarkan bagaimana prosedur multi regresi bekerja.
Sebuah regresi garis telah digambbarkan pada sebuah rancangan yang menjelaskan dengan baik hubungan antara populasi dan penjualan. Terutama, regresi garis secara statistik digambarkan sebagai peminimalan perkalian jarak dari titik menuju garis. (Bentuk yang tepat dari garis ini dapat ditentukan oleh setiap bentuk statistik yang dirancang untuk komputer pribadi seperti juga beberapa kalkulator tangan.) Semakin dekat titik kepada garis, semakin cocok dan, oleh karena itu, semakin baik peramalan penjualan. Seperti yang diindikasikan oleh garis, ketika populasi meningkat, demikian juga penjualan. Dengan mengasumsikan suatu lokasi yang diusulkan mempunyai populasi sebesar 40.000 dalam radius 3 mil. Untuk memperkirakan penjualan. Perluas garis vertical pada nilai 40 di sumbu datar dari grafik sampai pada garis regresi, dan lalu perluas secara horisontal terhadap sumbu tegak. Penjualan akan menjadi sekitar $366,000.
Regresi garis berasal dari persamaan
Penjualan = a + b1x1
dimana
a = merupakan konstanta yang berasal dari program regresi; a juga didefinikan pada regresi garis dalam contoh 9-12 yang memotong sumbu Y sehingga dikenal sebagai titik-potong sumbu Y.
b1 = merupakan nilai yang didapat dari program regresi yang mendefinisikan hubungan antara penjualan dan variebel peramalan.
x1 = Variebel peramalan ( populasi 0-3 mil )
Sehingga dimana ,
Penjualan = $91,000 + ($6.88 x 40,000) = $366,200
Dalam hal ini, regresi perolehan b mengidentidikasikan bahwa penjualan akan meningkat pada tingkat $6.88 untuk setiap orang di dalam populasi 0 -3 mil. Dimana populasi 0-3 mil adalah 40,000 orang, dan perolehan $91,000, maka jumlah keseluruhan penjualan diramalkan sebesar $366,200. Catatan, dimana pendekatan matematika dan grafik menunjukkan hasil yang (dalam kemampuan seseorang untuk membaca grafik.)
Ilustrasi yang telah disederhanakan tersebut menggunakan hanya satu varibel ramalan. Dengan mengasumsikan variabel-variabel ramalan yang lain telah diuji dan rata-rata pendapatan keluarga menunjukkan memiliki suatu hubungan statistik yang kuat terhadap penjualan. (jumlah dari variabel-variabel peramalan dibatasi sebesar dua untuk contoh ini yang bertujuan untuk penyederhanaan.) Persamaan regresi yang baru adalah
Penjualan = a+ b1x1 + b2x2
Dimana :
a, b1, dan x1 telah didefinisikan sebelumnya
b2 = nilai yang diberoleh dari program regresi yang menyatakan hubungan antara penjualan dan rata-rata pendapatan keluarga.
x2 = variabel peramalan ( rata-rata pendapatan keluarga )
Dengan mengasumsikan, toko baru tersebut memiliki 55.000 populasi pada radius 0-3,rata-rata pendapatan keluarga adalah $28,000. Setelah menyelesaikan persamaan regresi :
a = -144,146
b1 =6.937
b2 = 10.132
Masukkan nilai tersebut dalam persamaan, maka nilai peramalan penjualan adalah :
Penjualan = -144,146 + (6.937 x 55,000) + (10.132 x 28,000)
= $521,085
Dengan menggunakan metoda multiple regresi, seorang retailer dapat meramalkan penjualan diluar tokonya jika variabel-variabel yang telah berhasil meramalkan perjualan di toko lain telah diketahui. Analisis regresi juga mempunyai batasan. Pertama, agar dapat dipercaya, maka database yang besar diperlukan. Kedua, juru analisis harus terlatih dan berpegang pada prosedur-prosedur statistik yang tegas. Akhirnya, karena regresi adalah teknik perata-rataan, maka jarang mengidentifikasi lokasi yang sangat baik atau lokasi-lokasi sangat lemah.
Model Gravitasi Huff
Model Huff berdasar pada hukum gravitasi Newton, berdasar pada landasan pemikiran dimana kemungkinan suatu pelanggan akan berbelanja pada toko tertentu atau pusat belanja sama besar dengan ukuran dari toko atau pusat bertumbuh dan jarak atau waktu-tempuh pelanggan ke toko. Model Huff beradasarkan pada riset sebelumnya oleh Reilly, Converse, dan Christaller pada awal 1930an.
Tujuan dari model Huff adalah untuk menentukan kemungkinan bahwa pelanggan yang bertempat tinggal di dalam wilayah tertentu akan berbelanja di toko atau pusat belanja tertentu. Untuk meramalkan penjualan, juru analisis lokasi, mengalikan kemungkinan dari pelanggan untuk berbelanja di tempat tertentu dengan perkiraan pengeluaran pelanggan tersebut. Lalu, semua perkiraan pengeluaran dalam satu daerah dikumpulkan untuk menaksir penjualan dari daerah tersebut. Untuk memulai proses perkiraan penjualan yang menggunakan metoda Huff, model umumnya digambarkan sebagai berikut:
Dimana :
Pij = Kemungkinan pelanggan pada titik i untuk berbelanja pada pusat belanja j
Sj = Ukuran dari pusat belanja j
Tij = Waktu atau jarak dari titik awal pelanggan ke pusat berlanja.
b = Ekponen Tij yang mencerminkan efek dari waktu perjalanan pada berbagai perjalanan berbelanja
Model menunjukkan bahwa ukuran yang lebih besar (Sj) dari pusat belanja yang dibandingkan dengan bersaing ukuran-ukuran milik pusat belanja, yang lebih besar kemungkinannya dimana suatu pelanggan akan berbelanja di pusat. Suatu ukuran yang lebih besar adalah dimana secara umum lebih baik di dalam mata pelanggan itu karena ini berarti lebih banyak yang bermacam-macam dan variasi. Waktu tempuh atau jarak (Tij) mempunyai kebalikannya yang mempengaruhi pada kemungkinan bahwa suatu pelanggan akan berbelanja di suatu pusat belanja yang ada. Semakin besar waktu-tempuh atau jarak dari pelanggan yang dibandingkan ke bersaing pusat belanja, semakin kecil kemungkinan yang pelanggan akan berbelanja di pusat. Secara umum, pelanggan-pelanggan lebih suka berbelanja di suatu pusat yang dekat dibanding yang jauh.
Eksponen Tijb mencerminkan pengaruh waktu tempuh pada bebagai jalur perjalanan menuju pusat perbelanjaan. Semakin besar nilai b, semakin besar pengaruh dari jarak tempuh atau jarak ( Tij ) terhadap kemungkinan pelanggan akan berbelanja pada pusat belanja tersebut.
waktu-tempuh atau jarak pada umumnya lebih penting dengan barang sehari-hari dibanding dengan barang belanjaan - orang kurang bersedia untuk bepergian jauh untuk membeli 0,9 liter susu dibanding dengan untuk membeli sepasang sepatu. Dengan demikian semakin besar nilai b ditujukan untuk toko atau pusat belanja yang mengkhususkan pada barang sehari-hari dibanding barang belanja, b biasanya ditentukan melalui survei-survei tentang pola belanja atau dari pengalaman yang sebelumnya.
Model Huff saat ini digunakan oleh pengecer untuk menggambarkan area perdagangan dan penjualan peramalan mereka. Untuk menggambarkan pemakaian model Huff. Asumsikan dimana suatu toko sepatu lokal berpikir untuk membuka suatu toko baru di pusat belanja University Park Center. Dua pusat belanja The Falls dan Old Town merupakan pesaing untuk sepatu wanita.
Empat langkah berikut diulangi untuk masing-masing area disekitar pusat belanja. Karena University Park Center akan menarik suatu universitas terdekat, proses untuk menentukan suatu ramalan penjualan dari mahasiswa universitas dicantumkan
1. Tentukan kemungkinan bahwa seorang siswa pada universitas ini akan berbelanja di University Park Center. Dengan menggunakan rumusan untuk model Huff dan data untuk pusat,
Propabilitas = 0.48
2. Tentukan banyaknya siswa yang akan membeli sepatu mereka pada University Park Center. Kemungkinan tersebut dikalikan dengan banyaknya para siswa:
0.48 x 12000 pelajar = 5760 pelanggan
3. Menentukan peramalan penjualan. Mengasumsikan masing-masing pelanggan akan membelanjakan rata-rata $150 untuk sepatu, ramalan penjualan akan menjadi :
5760 pelanggan x $150 = $864,000
4. Perkiraan penjualan untuk seluruh bidang perdagangan. Populasi universitas mewakili hanya sebagian dari bidang perdagangan untuk University Park Center. Untuk menaksir penjualan untuk seluruh bidang perdagangan, ulangi langkah-langkah 1 sampai 3 untuk area selebihnya dan kemudian dijumlahkan.
Memilih Metode Terbaik
Di dalam setiap keputusan, semakin banyak informasi yang tersedia, semakin baik hasilnya. Adalah benar untuk riset secara umum dan analisa lokasi khususnya. Oleh karena itu, jika kombinasi teknik-teknik diterapkan dan menghasilkan kesimpulan yang sama, maka pengecer akan mempunyai keyakinan lebih terhadap keputusan tersebut.
Beberapa metoda yang digunakan untuk meneliti area perdagangan, akan menjadi lebih baik pada situasi tertentu, bagaimanapun pendekatan analog dan Huff merupakan yang terbaik ketika banyaknya toko dengan data yang sedikit, biasanya kurang dari 30. Pendekatan ini dapat juga digunakan oleh retailer kecil. Pendekatan regresi, sebaliknya, terbaik ketika terdapat variabel-variabel ganda yang diharapkan untuk dapat menjelaskan penjualan, karena sulit untuk memasukkan beberapa variabel peramalan ketika menggunakan sistim manual seperti pendekatan analog. Dan juga, model gravitasi Huff dengan tegas menganggap daya pikat kompetisi dan jarak atau waktu-tempuh pelanggan ke toko atau pusat belanja. Akhirnya, karena model gravitasi Huff biasanya tidak menggunakan variabel-variabel demografis, maka penting untuk menggunakannya bersamaan dengan metode analog atau metode regresi.
Minggu, 11 April 2010
Jumat, 19 Maret 2010
Soal ritel
1. Berikut ini beberapa fungsi dari ritel, kecuali:
a. Melakukan perubahan pada produk atau jasa
b. Menyediakan berbagai produk dan jasa
c. Menyimpan persediaan
d. Menyediakan jasa
2. Retailer adalah suatu bisnis yang menjual produk atau jasa pada pelanggan untuk pengguaan:
a. Bisnis
b. Pribadi atau keluarga
c. Pedagang besar
d. Pabrik
3. Beberapa berikit ini mana yang tidak tergolong pada kegiatan bisnis ritel :
a. Melakukan pangkas rambut
b. Penjualan kaset video
c. Pengantaran pizza ke rumah
d. Melakukan inovasi produk
4. Dalam menghadapi pesaing bisnis ritel, terutama yang menjalankan bentuk ritel yang sama, hal yang dapat dilakukan adalah:
a. Menawarkan variasi produk yang lebih dari pesaing
b. Memberikan pelayanan yang terbaik
c. Mengikuti trend yang sesuai dengan gaya hidup masyarakat
d. Melakukan kombinasi ritel mix yang sesuai dengan kebutuhan konsumen
5. Banyak pengecer menjadi perusahaan global , karena beberapa hal kecuali,
a. Pasar negara lain lebih menjanjikan
b. Kedewasaan pasar domestik
c. Kemampuan untuk mengefektifkan pengaturan operasi global
d. Pengahapusan rintangan perdagangan
6. Yang termasuk pada ritel kategori spesialisasi adalah:
a. Discount store
b. Department store
c. Convenience store
d. Pusat perbaikan rumah
7. Drugstores adalah toko khusus mengkonsentrasikan terhadap:
a. Alat-alat olah raga
b. Makanan dan minuman
c. Kesehatan dan barang-barang perdagangan perawatan pribadi
d. Perlengkapan kantor
8. Kecendrungan konsumen merasakan manfaat yang lebih dengan format store retail yaitu:
a. Pengalaman hiburan dan social
b. Social dan keamanan personil
c. Hiburan dan biaya waktu rendah
d. Waktu pengiriman cepat dan keamanan tinggi
9. Berikut ini beberapa jenis non store retail , yaitu:
a. Direct mail
b. TV home shopping
c. Were house club
d. Mesin Vendor
10. Kesulitan terhadap elektonik retail adalah pada jenis produk yang menggunakan :
a. Penglihatan dan perasaan
b. Pendengaran dan penglihatan
c. Pendengaran dan perasaan
d. Sentuhan dan perasaan
11. Terdapat beberapa aspek yang perlu dipersiapkan oleh perusahaan dalam membuat
penawaran barang melalui elektronik , kecuali:
a. Consumer market
b. Consumer management
c. Order management
d. Inventory management
12. Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan peritel elektronik adalah:
a. Kesulitan memilih store ritel
b. Kesulitan terhadap store brand
c. Menemukan konsumen yang baru
d. Manfaat yang di tawarkan oleh inovasi
13. Berikut ini kunci sukses dalam ritel elektronik , kecuali:
a. Merek dagang dan citra yang kuat
b. Barang dagangan yang unik
c. Barang dagangan dan jasa yang saling melengkapi
d. Penggunaan alat yang mudah dan cepat
14. Jenis-jenis barang di bawah ini dapat di jual secara efektif dengan ritel elektronik adalah:
a. Perhiasan
b. TV
c. Produk kesehatan
d. Software
15. Format ritel mana yang paling kehilangan penjualnya karena adanya elektronik ritel:
a. Katalog
b. Supermarket
c. Toko spesialis
d. Apotik
16. Generasi Y di gambarkan sebagai generasi yang memiliki sifat:
a. Fragmatis, cerdas, senang bergaul
b. Tidak suka jalan-jalan
c. Pendiam dan senang menyendiri
d. Acuh terhadap lingkungan
17. Salah satu strategi toko ritel dalam menarik konsumen anak-anak adalah:
a. Memasang iklan untuk promosi
b. Memasang spanduk di jalan raya
c. Membangun hubungan baik dengan sekolah
d. Menyiarkan iklan dengan media televisi
18. Beberapa cara para peritel untuk mendapatkan generasi X , kecuali:
a. Tidak memanggil pelanggan untuk membeli
b. Meluncurkan banyak pilihan produk dan informasi produk
c. Memasang iklan secara besar-besaran
d. Menggunakan dan memanfaatkan teknologi kapanpun dan bagaimanapun.
19. Kecendrungan kelompok baby boomers melakukan pembelian atas produk:
a. Vitamin, perjalanan, peralatan rumah,dan perhiasan
b. Kesehatan, kecantikan, vitamin dan pakaian
c. Vitamin, kesehatan, kecantikan dan perjalanan
d. Kesehatan, kecantikan, vitamin dan mobil
20. Kecendrungan kelompok seniors mengkonsumsi atas produk :
a. Mobil, alkohol, tamasya, produk finansial dan produk kesehatan
b. Tamasya, vitamin, kecantikan , perhiasan dan peralatan rumah tangga
c. Mobil, alkohol, tamasya, produk finansial dan pakaian
d. Tamasya, mobil, vitamin, perhiasan dan produk kesehatan
a. Melakukan perubahan pada produk atau jasa
b. Menyediakan berbagai produk dan jasa
c. Menyimpan persediaan
d. Menyediakan jasa
2. Retailer adalah suatu bisnis yang menjual produk atau jasa pada pelanggan untuk pengguaan:
a. Bisnis
b. Pribadi atau keluarga
c. Pedagang besar
d. Pabrik
3. Beberapa berikit ini mana yang tidak tergolong pada kegiatan bisnis ritel :
a. Melakukan pangkas rambut
b. Penjualan kaset video
c. Pengantaran pizza ke rumah
d. Melakukan inovasi produk
4. Dalam menghadapi pesaing bisnis ritel, terutama yang menjalankan bentuk ritel yang sama, hal yang dapat dilakukan adalah:
a. Menawarkan variasi produk yang lebih dari pesaing
b. Memberikan pelayanan yang terbaik
c. Mengikuti trend yang sesuai dengan gaya hidup masyarakat
d. Melakukan kombinasi ritel mix yang sesuai dengan kebutuhan konsumen
5. Banyak pengecer menjadi perusahaan global , karena beberapa hal kecuali,
a. Pasar negara lain lebih menjanjikan
b. Kedewasaan pasar domestik
c. Kemampuan untuk mengefektifkan pengaturan operasi global
d. Pengahapusan rintangan perdagangan
6. Yang termasuk pada ritel kategori spesialisasi adalah:
a. Discount store
b. Department store
c. Convenience store
d. Pusat perbaikan rumah
7. Drugstores adalah toko khusus mengkonsentrasikan terhadap:
a. Alat-alat olah raga
b. Makanan dan minuman
c. Kesehatan dan barang-barang perdagangan perawatan pribadi
d. Perlengkapan kantor
8. Kecendrungan konsumen merasakan manfaat yang lebih dengan format store retail yaitu:
a. Pengalaman hiburan dan social
b. Social dan keamanan personil
c. Hiburan dan biaya waktu rendah
d. Waktu pengiriman cepat dan keamanan tinggi
9. Berikut ini beberapa jenis non store retail , yaitu:
a. Direct mail
b. TV home shopping
c. Were house club
d. Mesin Vendor
10. Kesulitan terhadap elektonik retail adalah pada jenis produk yang menggunakan :
a. Penglihatan dan perasaan
b. Pendengaran dan penglihatan
c. Pendengaran dan perasaan
d. Sentuhan dan perasaan
11. Terdapat beberapa aspek yang perlu dipersiapkan oleh perusahaan dalam membuat
penawaran barang melalui elektronik , kecuali:
a. Consumer market
b. Consumer management
c. Order management
d. Inventory management
12. Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan peritel elektronik adalah:
a. Kesulitan memilih store ritel
b. Kesulitan terhadap store brand
c. Menemukan konsumen yang baru
d. Manfaat yang di tawarkan oleh inovasi
13. Berikut ini kunci sukses dalam ritel elektronik , kecuali:
a. Merek dagang dan citra yang kuat
b. Barang dagangan yang unik
c. Barang dagangan dan jasa yang saling melengkapi
d. Penggunaan alat yang mudah dan cepat
14. Jenis-jenis barang di bawah ini dapat di jual secara efektif dengan ritel elektronik adalah:
a. Perhiasan
b. TV
c. Produk kesehatan
d. Software
15. Format ritel mana yang paling kehilangan penjualnya karena adanya elektronik ritel:
a. Katalog
b. Supermarket
c. Toko spesialis
d. Apotik
16. Generasi Y di gambarkan sebagai generasi yang memiliki sifat:
a. Fragmatis, cerdas, senang bergaul
b. Tidak suka jalan-jalan
c. Pendiam dan senang menyendiri
d. Acuh terhadap lingkungan
17. Salah satu strategi toko ritel dalam menarik konsumen anak-anak adalah:
a. Memasang iklan untuk promosi
b. Memasang spanduk di jalan raya
c. Membangun hubungan baik dengan sekolah
d. Menyiarkan iklan dengan media televisi
18. Beberapa cara para peritel untuk mendapatkan generasi X , kecuali:
a. Tidak memanggil pelanggan untuk membeli
b. Meluncurkan banyak pilihan produk dan informasi produk
c. Memasang iklan secara besar-besaran
d. Menggunakan dan memanfaatkan teknologi kapanpun dan bagaimanapun.
19. Kecendrungan kelompok baby boomers melakukan pembelian atas produk:
a. Vitamin, perjalanan, peralatan rumah,dan perhiasan
b. Kesehatan, kecantikan, vitamin dan pakaian
c. Vitamin, kesehatan, kecantikan dan perjalanan
d. Kesehatan, kecantikan, vitamin dan mobil
20. Kecendrungan kelompok seniors mengkonsumsi atas produk :
a. Mobil, alkohol, tamasya, produk finansial dan produk kesehatan
b. Tamasya, vitamin, kecantikan , perhiasan dan peralatan rumah tangga
c. Mobil, alkohol, tamasya, produk finansial dan pakaian
d. Tamasya, mobil, vitamin, perhiasan dan produk kesehatan
Selasa, 16 Maret 2010
THE RETAIL STRATEGY
Pengertian Strategi Usaha Eceran
Strategi usaha eceran diartikan sebagai pernyataan yang menidentifikasikan tentang :
- Target pasar usaha eceran
- Format perencanaan usaha eceran dalam memuaskan kebutuhan target pasarnya
- Hal yang mendasari perencanaan usaha eceran untuk mencipatakan keunggulan kompetitifnya
Target Pasar dan Format Usaha Eceran
Kita mengartikan “pasar” dalam kajian usaha eceran tidak sama dengan arti pasar yang menyatakan bahwa pasar adalah sebuah tempat dimana pembeli dan penjual bertemu, melainkan pasar adalah pertemuan sekelompok consumer dengan kebutuhan yang hampir sama dengan sekelompok pengecer yang menggunakan format yang hampir sama untuk memuaskan kebutuhan para pelanggannya.(Levy & Weitz, 2001 : 173)
Komponen-komponen yang ada dalam pasar :
- Consumer / Pembeli
Pada dasarnya kita tidak akan bisa memenuhi semua kebutuhan pembeli karena kebutuhan mereka sangat beraneka ragam, oleh sebab itu untuk mengantisipasi hal tersebut kita perlu mempelajari tentang perilaku konsumen yang akan membimbing kita dalam mengetahui tentang kebiasaan berkonsumsi mereka.
- Company / Perusahaan
Sebuah perusahaan harus mengetahui dan memahami dengan pasti kemampuan mereka dalam kepentingannya untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Hal ini akan melibatkan seluruh jaringan struktural dan fungsional yang ada dalam perusahaan, sehingga kekurangan sekecil apapun dapat menyebabkan hal yang fatal terhadap perusahaan.
- Competitor / Pesaing
Merupakan suatu hal yang tidak mungkin untuk melakukan hal yang lebih baik secara konsisten dalam memenuhi kebutuhan konsumen tanpa mempertimbangkan kemampuan dan strategi dari pesaing kita. Untuk itu diperlukan suatu pemahaman yang baik tentang kompetitor kita.
- Condition / Kondisi
Keadaan ekonomi lingkungan fisik peraturan pemerintah dan teknologi mempengaruhi kebutuhan dan ekspektasi konsumen serta perusahaan dan kemampuan pesaing. Untuk itu sebuah perusahaan harus lebih memahami keadaan dan kondisi disekitar mereka.
Target pasar dalam usaha eceran akan membahas tentang segmentasi pasar dimana pengecer diminta untuk membagi konsumen kedalam golongan-golongan tertentu. Kriteria-kriteria yang digunakan untuk membagi segmen tersebut adalah : (William R. Davidson dkk, 1998 : 95)
- Ukuran
Akses point yang cukup besar untuk masuk ke dalam segmen tersebut dan memiliki struktur yang sederhana serta tidak di pusingkan dengan banyak varibael.
- Homogenitas
Karakteristik yang signifikan dari pemasaran usaha eceran harus lebih teriasa antara segmen satu dengan yang lain ketimbang populasinya secara keseluruhan.
- Perbedaan yang jelas
Setiap segmen harus dapat dibedakan antara satu dengan yang lain dengan memberikan pengertian yang mendalam untuk setiap segmen yang ada sehingga dapat menciptakan peluang yang matang dan terukur oleh perusahaan usaha eceran.
Sedangkan format usaha eceran merupakan bahasan mengenai retail mix yang terdiri dari : (William R. Davidson dkk, 1998 : 66-67)
- Produk
Kebijakan-kebijakan yang biasanya dilakukan antara lain:
Desain produk, merk (Brand name selection),Seleksi merk ,informasi antar departemen
- Lokasi
Kebijakan-kebijakan yang biasanya dilakukan antara lain :
Analisis trade area,Lokasi sampingan (alternatif),Layout toko,Variasi dari perencanaan lokasi toko
- Promosi
Kebijakan-kebijakan yang biasanya dilakukan antara lain :
Promosi untuk pasar lokal,Mengadakan promosi didalam toko atau diluar toko,Menerbitkan iklan
- Harga
Kebijakan-kebijakan yang biasanya dilakukan antara lain :
Orientasi terhadap harga penuh atau harga diskon,Promosi diskon periodik
- Pelayanan
Kebijakan-kebijakan yang biasanya dilakukan antara lain :
Garansi pabrik,Kebijakan pengembalian barang,Kebijakan delivery,Kebijakan kredit
Ketersediaan informasi bagi konsumen
Membangun Keunggulan Kompetitif
Keunggulan kompetitif adalah keunggulan dalam sebuah kompetisi yang dapat dipelihara dalam waktu yang lama. Namun keunggulan yang berlangsung lama tersebut dapat menimbulkan resiko terhadap perusahaan karena memungkinkan untuk ditiru oleh pesaing.
Membangun keunggulan kompetitif bagi pengusaha pengecer bearti membangun sebuah tembok yang kokoh untuk mempertahankan kedudukan mereka di pasar. Tembok ini akan membuat para pesaing kesulitan untuk menembus pasar kita dan mendekati para konsumen kita.
Ada 5 hal penting yang harus diperhatikan oleh pengecer untuk mencapsai keunggulan kompetitif, hal – hal tersebut antara lain : (Levy & Weitz, 2001 : 176-181)
Kesetiaan Pelanggan
Kesetiaan pelanggan berarti sebuah komitmen dari si pelanggan tersebut untuk berbelanja pada sebuah lokasi eceran untuk jangka waktu yang panjang. Hal – hal yang diharapkan oleh konsumen adalah : (William R. Davidson dkk, 1998 : 140-144)
Lokasi yang Nyaman dan Jarak Tempuh
Customer menginginkan tempat pembelanjaan yang tidak jauh dari tempat tinggal mereka, mereka lebih memilih untuk berbelanja di tempat pembelanjaan yang lebih dekat dengan rumah mereka.
Selain masalah jarak customer juga sangat memperhatikan masalah waktu tempuh. Ada empat aspek yang dapat diidentifikasi dalam keterkaitannya dengan masalah yaitu :
Waktu perjalanan dari rumah ke tempat pembelanjaan
Hari dan waktu operasi
Customer dengan waktu yang padat
Customer yang kehilangan waktu untuk bersenang-senang
Atmosfir Tempat Pembelanjaan
Perusahaan harus bisa membentuk atmosfir toko yang nyaman dan tepat bagi pelanggan mereka agar mereka dapat berbelanja dengan perasaan yang menyenangkan di tempat kita.
Barang yang Diperdagangkan
Hal ini harus diperhatikan secara lebih karena hal ini merupakan hal tersulit untuk dibicarakan karena setiap konsumen yang datang ke tempat kita, mereka membawa pengharapan dan kebtuhan yang berbeda antara sar dengan yang lain namun berharap dapat terpuaskan dengan mendatangi tempat kita.
Harga
Setiap pelanggan yang akan berbelanja mereka pasti telah menyediakan range budget untuk berbelanja, dengan selalu mengontrol harga jual kita maka kita akan membuat mereka merasa dipahami oleh kita.
Informasi dan Interaksi
Pelanggan yang akan membeli produk baru akan sangat membutuhkan informasi tentang barang yang akan mereka beli. Untuk itu setiap toko harus bisa memberikan bantuan dalam bentuk informasi mengenai barang tersebut sehingga dapat membantu mereka dalam mengambil keputusan.
Pelayanan
Dalam banyak kasus pelanggan sangat mengharapkan adanya variasi pelayanan mengenai produk dan transaksi dalam sebuah tempat pembelanjaan.
Untuk membangun kesetiaan pelanggan dapat ditempuh dengan beberapa cara, seperti : (Levy & Weitz, 2001 : 176-179)
Positioning
Sebuah rancangan dan implementasi dari retail mix untuk menciptakan sebuah gambaran tentang si pengecer pada pikiran setiap konsumennya.
Pelayanan
Pengecer membangun kesetiaan pelanggan dengan menawarkan pelayan yang terbaik bagi konsumennya. Namun untuk memberikan pelayanan yang baik untuk jangka waktu yang lama sangat sulit dilakukan. Diperlukan waktu yang cukup panjang untuk membangun reputasi yang baik dalam hal pelayanan.
Informasi Usaha Eceran (Database Retailing)
Database Retailing adalah pengembangan dan implementasi dari program usaha eceran untuk membangun kesetiaan pelanggan dan pola pembelanjaan.
Barang-barang Dagangan yang Unik
Sangat sulit untuk membangun kesetiaan pelanggan dengan hanya menjual barang saja karena baik kita dan kompetitor sama-sama mempunyai kesempatan dan kemampuan untuk menjual barang yang sama. Untuk membangun keunggulan komprtitif beberapa perusahaan mulai menyadari pentingnya menyediakan barang yang hanya bisa didapat di toko tersebut.
Lokasi
Lokasi adalah faktor kritis yang menjadi pertimbangan customer untuk memilih tempat pembelanjaan. Hal ini juga menjadi keunggulan kompetitif yang sulit untuk ditiru.
Pemilihan lokasi jangan hanya di lihat dari keadaan demographinya saja, karena amsih ada faktor laon yang harus diperhatikan. Ada beberapa kategori dalam Market-Area Analysis yan perlu diperhatikan dan dijadikan bahan pertimbangan dalam pemilihan lokasi, antara lain : (William R. Davidson dkk, 1998 : 240)
Dimensi populasi umum area tersebut
Dimensi populasi pasar sasaran
Jaringan transportasi
Karakteristik ekonomi
Efektivitas kekuatan membeli
Pasar potensial
Budaya dan selera customer
Itensitas persaingan
Ketersediaan shoping centre yang sesuai
Keberadaan media dan biaya
Jaringan distribusi
Karakteristik unik dari lingkungan
Hukum yang berlaku
Sewa menyewa tempat
Iklim bisnis
Peluang advertising dan biaya
Vendor Relations
Dengan membangun hubungan yang baik dengan para vendor, pengecer bisa mendapat beberapa keuntungan, diantaranya :
Bisa menjual barang di satu wilayah regional
Membeli barang dengan harga yang lebih murah dan kualitas yang lebih baik dari pesaing
Mendapatkan barang terbaik pada penawaran pertama
Pekerja yang Efektif dan Berkomitmen
Pekerja memainkan peran penting dalam penyediaan pelayanan terhadap para pelanggan dan membangun kesetiaan pelanggan. Pengetahuan dan kemampuan pekerja yang berkomitmen pada tujuan perusahaan sangat memegang peranan penting dalam mencapai kesuksesan perusahaan.
Low-Cost Operations
Setiap pengecer sangat memperhatikan biaya mereka dalam setiap operasinya karena biaya merupakan hal yang paling berpengaruh dalam hal pencapaian target perusahaan.
Ragam Sumber Daya
Untuk membangun keunggulan kompetitif, pengecer jangan hanya mengandalkan satu cara saja, seperti low cost atau pelayanan yang baik, melainkan mereka harus menggunakan beberapa cara untuk membangun “tembok” besar disekitar mereka untuk mendapatkan keunggulan kompetitif tersebut.
Manajemen Strategis dalam Usaha Eceran
Hal yang paling utama dan mendasar dalam setiap bisnis adalah bahasan tentang manajemen strategis. Manajemen strategis adalah proses adaptasi antara bentuk dan struktur sumber daya perusahaan dengan peluang dan keadaan lingkungan yang terus berubah. Dengan manajemen strategis perusahaan dapat mencapai keseimbangan antara peluang-peluang yang ada dan keterbatsan sumber daya mereka.
William R. Davidson dkk dalam buku Retailing management 6E hlm.132-135 menjelaskan tentang tiga komponen dasar mengenai proses manajemen strategis, yaitu :
Membuat Pernyataan Misi dan Tujuan Perusahaan
Pernyataan misi sebuah perusahaan merupakan gambaran dasar dari tujuan sebuah perusahaan. Hal ini merupakan perencanaan jangka panjang yang akan menuntun perusahaan dalam menjalankan bisnisnya demi tercapainya tujuan tersebut.
Mendefinisikan Tujuan yang Spesifik dari Perusahaan
Tujuan spesifik ini merupakan gambaran yang lebih halus dari pernyataan misi sebuah perudahaan, dimana akan menjelaskan lebih detail mengenai misi dan tujuan tersebut kedalam satu bentuk panduan operasional perusahaan.
Mengembangkan Strategi Perusahaan
Seperti apa yang sudah dibahas diawal makalah ini, strategi merupakan sebuah tindakan yang lebih spesifik yang harus dilakukan agar tujuan perusahaan dapat tercapai dengan mengatur tentang penggunaan dan alokasi sumber daya dari sebuah perusahaan.
Membangun Strategi Pemasaran dalam Usaha Eceran
Setiap perusahaan memiliki strategi pemasaran dan strategi keuangannya sendiri. Dalam persaingan yang kompleks di pasar, para pengusaha harus peka dengan keadaan pasarnya dan perubahan yang cepat agar dapat memenangkan persaingan dan mencapai tujuan utama mereka.
Usaha Eceran Sebagai Persaingan Untuk Keunggulan Diferensiasi (William R. Davidson dkk, 1998 : 136)
Setiap perusahaan memilki perbedaan dari pesaing mereka. Perbedaan ini kadang terlihat sangat mencolok, hal ini tergantung dari cara perusahaan-perusahaan tersebut dalam mengkombinasikan retail-mix mereka. Perbedaan-perbedaan tersebut akan dinilai oleh pelanggan dan hal inilah yang disebut keunggulan diferensiasi.
Usaha untuk mendapatkan keunggulan diferensiasi ini merupakan karakteristik dari persaingan dalam bisnis usaha eceran. Persaingan tersebut akan terlihat nyata ketika masing-masing perusahaan menentukan langkah pertama mereka di pasar dan respon yang sangat compleks dari pelanggan dan pesaing.
Usaha Eceran Sebagai Spesialis dan Institusi Penambah Nilai (William R. Davidson dkk, 1998 : 137)
Sebagai Spesialis
Mengarah pada varietas yang relatif, luas, dan mutu dari barang yang kita jual.
Sebagai contoh toko barang diskon tidak memilki spesialisai karena kualitas barang yang mereka jual terkesan asal dan nilai guna nya sudah berkurang, toko buah dan makanan merupakan contoh spesialis karena mnjual barang-barang yang hanya dapat di dapat dari tempat mereka.
Sebaga Institusi Penambah Nilai
Mengarah pada seberapa besar nilai yang ditambahkan pada sebuah produk yang dikonsumsi oleh customer melalui peritel.
Sebagai contoh toko yang menawarkan gratis antar, lantai berkarpet, daerah yang strategis akan membuat customer berbelanja di tempat kita.
Proses pemasaran strategis : (Frank Bradley, 1991 : 14)
Mengidentifikasi nilai soaial & nilai customer
Memahami nilai sosial
Memahami nilai customer
Memilih segmen pembeli
Menentukan nilai pasar, customer, dan pesaing
Menentukan nilai pasar
Membedakan kelebihan customer
Mengenali respon persaingan
Menyediakan nilai untuk customer
Desain produk dan jasa
Memproses dan menentukan keputusan
Manufaktur dan sumber daya
Me-manage merk
Harga
Meneruskan nilai kepada customer
Advertising dan Public Relation
Pemasaran langsung
Personal selling
Mengantarkan nilai tersebut kepada customer
Saluran distribusi
Logistik
Promosi penjualan
Strategi pemasaran pada dasarnya akan menjawab pertanyaan : Bagaimana kita akan menyediakan nilai konsumen yang superior untuk pasar sasaran kita? .(Coney, 2000 : 19)
Untuk memnjawab pertanyaan tadi diperlukan formulasi dari bauran pemasaran yang akan mempertemukan kebutuhan konsumen dan menyediakan nilai-nilai konsumen. Bauran pemasaran tersebut terdiri atas beberapa elemen, yakni : (Coney, 2000 : 19-22)
Produk
Produk adalah segala sesuatu yang digunakan atau akan digunakan oleh konsumen untuk memenuhi kebutuhan mereka. Konsumen membeli kepuasan untuk kebutuhan mereka bukan membeli atribut yang ada pada sebuah produk, maka dari itu harus diperhatikan detil fungsi dai sebuah produk, apakah sudah sesuai dengan kebutuhan konsumen atau belum.
Komunikasi
Komunikasi pemasaran meliputi pengiklanan, usaha penjualan, piblic relation, pengepakan, dan segala sesuatu yang menunjukkan tentang sebuah perusahaan atau produk mereka. Strategi komunikasi yang efektif akan mampu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti berikut :
Dengan siapa sebenarnya kita ingin berkomunikasi?
Ketika setiap perusahaan berusaha berkomunikasi dengan para anggota target pasar, maka sebaiknya kita mencoba berkomunikasi dengan mereka yang bisa mempengaruhi para anggota target pasar tersebut untuk mengkonsumsi produk kita.
Efek apa yang kita inginkan dari komunikasi yang kita lakukan?
Kebanyakan manajer menjadikan sarana pengiklanan untuk menaikkan jumlah penjualan perusahaan mereka. Hal ini sudah sangat tidak efektif untuk zaman seperti sekarang ini karena iklan digunakan sebagai sarana komunikasi kita dengan para konsumen untuk bisa mendapat informasi lebig tentang perusahaan atau produk kita, karena memang hal tersebut lah yang dibutuhkan oleh para konsumen dewasa ini.
Pesan apa yang akan membangkitkan hasrat para konsumen?
Untuk menjadi dekat dengan para konsumen kita perlu memikirkan sesuatu pernyataan, gambar, simbol, atau kata-kata yang dapat menarik perhatian mereka agar mereka selalu ingat akan keberadaan kita.
Saluran dan media apa yang harus kita gunakan untuk menjangkau konsumen?
Untuk berkomunikasai kita perlu sebuah saluran dan media yang tepat, untuk itu hal ini harus dipertimbangkan dengan sangat matang sebelum pengambilan keputusan, karena sekali kita salah melangkah maka akan sulit untuk memperbaikinya.
Kapan kita harus berkomunikasi dengan konsumen?
Berkomunikasi memang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, namun dalam hal pemasaran berkomunikasi harus disusaikan kapan dan untuk berapa lama akan dilakukan. Hal ini untuk menjaga hubungan yang baik dengan para konsumen.
Harga
Harga adalah sejumlah uang yang digunakan untuk mendapatkan hak untuk menggunakan suatu barang. Namun ada juga yang menyebutkan bahwa uang adalah simbol dari kualitas. Semakin mahal sebuah produk maka akan semakin berkualitas. Maka dari itu kebijakan penetapan harga harus dilakukan dengan hati-hati dan disesuaikan dengan artinya terlebih dahulu sesuai pasara sasaran.
Distribusi
Merupakan ketersediaan dari produk kita untuk dibeli oleh konsumen. Untuk dapat mewujudkan hal ini maka kita perlu memperhatikan dimana para konsumen kita biasa berbelanja, hal ini dimaksudkan agar kita dapat mengontrol pasokan produk kita.
Pelayanan
Pelayanan merujuk pada usaha tambahan untuk menambah nilai produk dan jasa yang kita tawarkan. Pelayanan merupakan variabel yang amat sulit untuk diukur, namun bukan berarti tidak penting untuk diadakan. Perusahaan yang bisa memberikan pelayanan yang lebih baik akan mendapatkan nilai tambah dari konsumen yang akan berdampak positif pada perusahaan tersebut.
Jenis-jenis Strategi
Ada banyak strategi yang dapat dijalankan oleh perusahaan untuk menghadapi persaingan bisnis yang ketat. Seperti kita ketahui bersama jika strategi merupakan ‘senjata’ yang harus kita siapkan untuk ‘berperang’. Diantara banyaknya strategi tersebut Fred R. David dalam buku Strategic Management 11e hlm.168-181 membaginya ke dalam tiga kategori, yaitu :
Integration Strategies
Integration strategies kadang dikenal dengan nama vertical integration strategies yang dapat membantu perusahaan dalam mengendalikan distributor, pemasok, atau pesaing mereka di pasar. Integration strategies ini terdiri dari beberapa alternatif strategi antara lain :
Forward Integration
Mengusahakan untuk memiliki dan meningkatkan pengendalian atas distributor atau para vendor.
Contoh : Carefour mengakuisisi alfamart agar semakin dekat dengan para customer mereka.
Backward Integration
Mengusahakan kepemilikan dan meningkatkan pengendalian atas pemasok.
Contoh : Indomie membeli perusahaan terigu untuk membantu penyediaan faktor produksi perusahaan.
Horizontal Integration
Mengusahakan kepemilikan dan meningkatkan pengendalian atas pesaing.
Contoh : Pembelian saham daihatsu oleh toyota.
Intensive Strategies
Strategi ini membutuhkan usaha yang intensiv dari perusahaan jika persaingan mereka terletak pada masalah produk. Alternatif yang ada antara lain :
Market Penetration
Meningkatkan pangsa pasar dengan produk dan jasa yang kita miliki sekarang dengan usaha yang lebih keras.
Contoh : Oli Top 1 mengeluarkan banyak dana untuk melakukan promosi dalam bentuk advertising (iklan).
Market Development
Memperkenalkan produk yang sudah ada ke area gegrafi yang baru.
Contoh : Oreo memasarkan produk mereka di luar negeri termasuk Indonesia.
Product Development
Meningkatkan penjualan dengan meningkatkan kualitas produk atau mengembangkan produk baru.
Contoh : Indomie membuat rasa baru untuk menigkatkan tingkat konsumsi masyarakat.
Diversivication Strategies
Ada dua tipe yang umum dalam diversivication strategies ini, yaitu :
Related Diversivication
Penambahan produk atau jasa yang baru namun tetap berhubungan dengan bisnis lama.
Contoh : MNC group menerbitkan koran Sindo untuk merambah pasar media cetak.
Unrelated Diversivication
Penambahan produk atau jasa yang baru tapi tidak berhubungan dengan bisnis lama.
Contoh : Bakrie Group yang terdiri dari bermacam-macam jenis usaha yang tak bersangkutan sama sekali.
Defensive Strategies
Selain ketiga kategori tadi masih ada satu kategori lagi yang bisa menjadi pilihan bagi perusahaan dalam menyikapi persaingan pasar, yaitu :
Divestiture
Menjual salah satu divisi yang ada dalam perusahaan.
Contoh : PT. Wicaksana menjual divisi Aqua kepada Pt. Danone.
Likuidasi
Menjual atau menutup keseluruhan operasi perusahaan.
Contoh : Adam Air yang sudah tidak ada lagi di pasar.
Selain tiga golongan besar tersebut, masih ada pembagian jenis strategi yang berdasarkan pada pola pencarian informasi. Ada dua dimensi yang yang dibutuhkan untuk dapat menjalankan strategi ini, yaitu : (Wawkins Best Coney, 2000 : 547)
Tipe pengambilan keputusan
Pengaturan yang mengarahkan pencarian informasi tersebut
Untuk lebih memahami jenis strategi ini akan kami sajikan dalam bentuk matriks serta penjelasannya seperti berikut : (Wawkins Best Coney, 2000 : 547)
Position Target Market Decision-Making Pattern
Nominal Decision Making Limited Decision Making Extended Decision Making
Brand in Evoked Set Maintenance Strategie Capture Strategie Preference Strategie
Brand Not in Evoked Set Disrupt Strategie Intercept Strategie Acceptance Strategie
Maintenance Strategie / Strategi Pemeliharaan
Jika produk kita dibeli secara terus-menerus oleh pasar sasaran, maka kita harus menerapkan strategi pemeliharaan untuk menjaga hal tersebut. Hal ini membutuhkan konsistensi untuk menjaga kualitas produk, distribusi, dan strategi advertising. Kita juga harus berjaga-jaga dari strategi pesaing yang akan mengganggu kita. Untuk itu kita perlu untuk mengadakan program pengembangan produk untuk menyerang balik strategi jangka pendek para peasaing.
Disrupt Strategie / Strategi Pengacauan
Jika produk kita tidak dalam rencana pembelian oleh konsumen, maka kita harus melakukan pengacauan terhadap strategi kita. Hal ini sangat sulit jika para konsumen tetap tidak pernah mencoba mencari tahu informasi tentang barang yang akan mereka beli sebelum melakukan pembelian. Keterlibatan sekecil apapun dari konsumen untuk mencari informasi mengenai produk akan membantu kita untuk memasarkan produk kita.
Dalam jangka waktu yang panjang, peningkatan penjualan produk kita bisa dilakukan dengan cara mengadakan advertising.
Capture Strategie / Strategi Penangkapan
Keterbatasan pengambilan keputusan akan melibatkan persaingan pada setiap produk yang akan dievaluasi hanya dengan melihat kriteria harga dan ketersediaannya. Maka jika produk kita dapat memenuhi salah satu kriteria tadi maka akan membuka peluang kita untuk mendapat market share di pasar tersebut.
Ketika para konsumen memutuskan untuk menggunakan keterbatasan tersebut, kita harus tahu dimana mereka mencari kebutuhan mereka dan informasi apa yang mereka butuhkan. Umumnya kita harus bisa menyediakan informasi yang mereka butuhkan terlebih lagi mengenai masalah harga dan ketersediaan dari produk tersebut melalui iklan di televisi atau media lain seperti surat kabar atau majalah. Dalam perkembangan zaman seperti saat ini ketersediaan web site di internet akan sangat menguntungkan kita dalam melakukan promosi.
Intercept Strategie / Strategi Pencegatan
Jika konsumen mengalami masalah keterbatasan dalam pengambilan keputusan dan produk kita tidak dalam rencana mereka, maka kita harus ‘mencegat’ mereka dengan menyediakan banyak informasi tentang produk mereka ketika mereka membuat perencanaan tersebut. Sekali lagi kita harus gencar dalam mengiklankan produk kita di media-media dan berkonsentrasi dalam hal-hal internal seperti packaging produk, desain produk, dll.
Preference Strategie / Strategi Pemilihan
Sejak adanya penambahan pengambilan keputusan yang akan melibatkan lebih banyak produk, atribut, dan jumlah informasi yang banyak, straregi penangkapan yang sederhana sudah tidak dapat lagi kita gunakan. Maka dari itu kita membutuhkan struktur kampanye informasi yang akan memberikan hasil kepada produk kita agar dapat masuk kedalam rencana pembelian anggota pasar sasaran kita.
Langkah pertama yang kita harus lakukan adalah memperkuat posisi kita dalam atribut yang penting dalam pasar sasaran tersebut. Lalu selanjutnya segala bentuk informasi harus kita sajikan pada setiap sumber yang tepat. Hal ini akan membutuhkan penambahan tingkat promosi kepada kelompok-kelompok yang tidak membeli produk kita tetapi mengenalkannya kepada orang lain. Selanjutnya kita harus mempersiapkan seluruh tenaga penjualan kita dengan berbagai macam informasi yang akan mereka gunakan dalam memasarkan produk.
Acceptance Strategie / Strategi Penerimaan
Strategi ini hampir mirip dengan strategi pemilihan. Namun strategi ini lebih sulit karena para konsumen tidak akan mencari informasi tentang produk kita. Untuk itu pada strategi ini kita harus lebih fokus pada program promosi dan iklan untuk menyediakan informasi sebanyak-banyaknya tentang produk kita agar produk kita dapat diterima oleh pasar sasaran.
Peluang Pertumbuhan di Pasar Internasional
Frank Bradley dalam bukunya yang berjudul Internasional Marketing Strategy 2nd-E hlm.21. menjelaskan tentang arti pertumbuhan bagi perusahaan-perusahaan go-intrnasional, di sana ia menjelaskan bahwa keinginan untuk menjadi besar merupakan implikasi awal sebuah perusahaan mempunyai keinginan untuk tumbuh. Tapi perlu diingat bahwa pertumbuhan tersebut memerlukan ketersediaan dana, modal, SDM, serta permintaan pasar yang terintegrasi secara tepat dari waktu ke waktu. Pertumbuhan sekecil apapun akan sangat berarti ketimbang perusahaan besar tanpa pertumbuhan sama sekali.
Dalam buku Retailing Management karangan Levy & Weitz hlm.186. di jelaskan bahwa sedikitnya ada tiga faktor yang membuat beberapa pebisnis eceran dapat berhasil di lingkungan internasional, faktor-faktor tersebut antara lain :
Pengecer merupakan pemimpin dalam penggunaan tekonologi untuk mengatur persediaan dan sistem logistik mereka
Pengecer berhasil menjual barang dengan harga yang lebih murah karena adanya kelebihan faktor ekonomi dan saluran distribusi yang lebih baik
Pengecder berhasil mengembangkan sistem yang unik dan menstandarisasikan format pengendalian untuk toko-toko dalam jumlah yang banyak.
Dalam buku yang sama (hlm.186-188) Levy & Weitz juga menjabarkan lima point penting yang harus diperhatikan para pebisnis usaha eceran agar dapat memaksimalkan peluang pertumbuhan di pasar internasional, kelima point tersebut antara lain:
Bertindak Sebagai Pemimpin Pasar Domestik
Pengecer yang mengincar kesempatan di pasar internasional membutuhkan arus kas yang aman dari pasar domestik mereka untuk membantu investasi mereka di pasar internasional. Maka dari itu kesuksesan memasuki pasar internasional harus diimbangi dengan keberhasilan di pasar domestik mereka karena berinvestasi di pasar internasional merupakan investasi jangka panjang yang akan membutuhkan modal besar.
Strategic Konsistensi
Pengecer yang memasuki pasar internasioanal akan berhasil jika mereka konsisten dengan keseluruhan strategi dan jalur utama yang telah ditetapkan dalam mencapai keunggulan kompetitif perusahaan.
Kemampuan Beradaptasi
Ketika pebisnis usaha eceran berhasil dalam pasar internasional, mereka akan mulai menyadari adanya perbedaan kebudayaan yang mendasar yang memaksa mereka untuk beradaptasi dengan lingkungan baru mereka agar dapat memenuhi kebutuhan pasar lokal.
Sistem Global
Investasi yang signifikan sering dibutuhkan untuk mengembangkan sistem yang megkalkulasikan perbedaan prosedur operasi pada pasar yang berlawanan.
Komitmen Jangka Panjang
Ekspansi ke pasar internasional sangat menuntut adanya komitmen jangka panjang dari pebisnis ritel karena akan sangat sulit bagi mereka untuk memperoleh keuntungan dalam jangka pendek sejak keberadaan mereka di pasar internasional.
Selanjutnya Levy & Weitz juga menjabarkan beberapa alternatif bagi pebisnis usaha eceran untuk memasuki pasar internasional (hlm.188-189) :
Investasi Langsung
Investasi langsung merupakan bentuk investasi dimana perusahaan ritel terlibat lansung atau bahkan memiliki satu divisi atau subsidiary untuk mengolah sebuah toko di negara asing tersebut. Cara ini membutuhkan tingkat investasi yang tinggi dan menempatkan pengusaha ritel dalam kondisi yang penuh resiko namun potensi tingkat pengembaliannya pun cukup besar. Salah satu keunggulan dari investasi langsung ini adalah pengusaha ritel dapat mengontrol langsung operasi perusahaan mereka.
Joint Venture
Joint venture adalah satu bentuk dimana pengusaha ritel yang memasuki pasar internasional mengkombinasikan sumber dayanya dengan pengusaha lokal untuk membangun satu perusahaan baru yang kepemilikannya, pengendalian serta keuntungannya dibagi sesuai porsinya masing-masing.
Pendekatan ini dapat mengurangi resiko persaingan yang kurang baik dari pengusaha lokal karena partner kita akan mempersiapkan segala informasi tentang kebutuhan pasar lokal dan mengenai suplier serta vendor di negara tersebut. Pendekatan ini akan menimbulkan permasalahan serius jika tidak ada persetujuan partner kita dan pemerintah setempat mengenai hal pengembalian profit ke negara asal kita.
Aliansi Strategis
Aliansi strategis merupakan kolaborasi antara dua atau lebih perusahaan independen.
Franchising
Franchising menawarkan resiko yang kecil dan membutuhkan investasi yang relatif lebih kecil dari pendekatan-pendkatan yang lain. Namun pendekatan ini dapat membatasi kita dalam hal pengendalian operasi perusahaan di negara asing tersebut serta mengurangi pendapatan potensial kita karena kreativitas kita pun dibatasi jika kita memilih pendekatan ini dalam bernvestasi di pasar internasional.
Proses Perencanaan Strategis Usaha Eceran
Levy & Weitz dalam buku Retailing Management hlm.189-197. menjelaskan tentang proses untuk merencanakan strategi usaha eceran. Namun sebelum itu mari kita pahami dulu pengertian proses perencanaan strategis usaha eceran merupakan langkah-langkah yang harus dilalui oleh pebisnis ritel untuk membangun rencana strategis usaha eceran. Langkah-langkah dalam proses perencanaan ini berjumlah tujuh langkah, yaitu :
Mendefinisikan Misi bisnisnya
Pernyataan misi perusahaan harus bisa memberikan penjelasan umum mengenai target segmen dan retail format yang menjadi perhatian dari perusahaan itu sendiri.
Dalam membuat pernyataan misi, para manajer harus menjawab lima pertanyaan diantaranya :
Dalam bisnis apa kita berada?
Bagaimana seharusnya bisnis kita dimasa yang akan datang?
Siapa pelanggan kita?
Apa saja kemampuan kita?
Apa yang ingin kita capai?
Membangun Situasi Audit
Situasi Audit adalah analisis tentang peluang dan ancaman dalam lingkungan usaha eceran serta kekuatan dan kelemahan bisnis ritel terhadap para pesaing. Elemen-elemen dalam situasi audit ini adalah :
Faktor Pasar
Faktor Persaingan
Faktor Lingkungan
Analisis kekuatan dan kelemahan pebisnis retail
Mengidentifikasi Peluang Strategis
Setelah melakukan analisis terhadap situasi audit, langkah berikutnya adalah mempersiapkan beberapa alternatif strategi yang akan digunakan perusahaan untuk meningkatkan penjualannya.
Mengevaluasi Alternatif Strategis
Evaluasi ini mendeterminasikan potensi pengusaha eceran untuk membangun keunggulan kompetitifnya dalam jangka panjang.
Membuat Tujuan Spesifik dan Alokasi Sumber Daya
Tiga komponen dari tujuan spesifik perusahaan antara lain:
Tingkat investasi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan perusahaan
Batas waktu untuk mencapai tujuan tersebut
Performa perusahaan
Mengembangkan Gabungan Retail (Retail Mix) untuk Mengimplementasikan Strategi
Mengembangkan retail mix untuk setiap peluang dalam investasi perlu diadakan untuk melakukan pengendalian dan evaluasi dari investasi tersebut.
Mengevaluasi Peforma dan Membuat Penyesuaian
Jika para pengusaha usaha eceran telah mencapai tujuan mereka maka mereka tidak perlu mengadakan penyesuaian. Penyesuaian ini dibutuhkan oleh para pebisnis retail yang gagal dalam mencapai tujuan mereka, sehingga mereka perlu mengadakan analisis ulang terhadap performa mereka.
Strategi usaha eceran diartikan sebagai pernyataan yang menidentifikasikan tentang :
- Target pasar usaha eceran
- Format perencanaan usaha eceran dalam memuaskan kebutuhan target pasarnya
- Hal yang mendasari perencanaan usaha eceran untuk mencipatakan keunggulan kompetitifnya
Target Pasar dan Format Usaha Eceran
Kita mengartikan “pasar” dalam kajian usaha eceran tidak sama dengan arti pasar yang menyatakan bahwa pasar adalah sebuah tempat dimana pembeli dan penjual bertemu, melainkan pasar adalah pertemuan sekelompok consumer dengan kebutuhan yang hampir sama dengan sekelompok pengecer yang menggunakan format yang hampir sama untuk memuaskan kebutuhan para pelanggannya.(Levy & Weitz, 2001 : 173)
Komponen-komponen yang ada dalam pasar :
- Consumer / Pembeli
Pada dasarnya kita tidak akan bisa memenuhi semua kebutuhan pembeli karena kebutuhan mereka sangat beraneka ragam, oleh sebab itu untuk mengantisipasi hal tersebut kita perlu mempelajari tentang perilaku konsumen yang akan membimbing kita dalam mengetahui tentang kebiasaan berkonsumsi mereka.
- Company / Perusahaan
Sebuah perusahaan harus mengetahui dan memahami dengan pasti kemampuan mereka dalam kepentingannya untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Hal ini akan melibatkan seluruh jaringan struktural dan fungsional yang ada dalam perusahaan, sehingga kekurangan sekecil apapun dapat menyebabkan hal yang fatal terhadap perusahaan.
- Competitor / Pesaing
Merupakan suatu hal yang tidak mungkin untuk melakukan hal yang lebih baik secara konsisten dalam memenuhi kebutuhan konsumen tanpa mempertimbangkan kemampuan dan strategi dari pesaing kita. Untuk itu diperlukan suatu pemahaman yang baik tentang kompetitor kita.
- Condition / Kondisi
Keadaan ekonomi lingkungan fisik peraturan pemerintah dan teknologi mempengaruhi kebutuhan dan ekspektasi konsumen serta perusahaan dan kemampuan pesaing. Untuk itu sebuah perusahaan harus lebih memahami keadaan dan kondisi disekitar mereka.
Target pasar dalam usaha eceran akan membahas tentang segmentasi pasar dimana pengecer diminta untuk membagi konsumen kedalam golongan-golongan tertentu. Kriteria-kriteria yang digunakan untuk membagi segmen tersebut adalah : (William R. Davidson dkk, 1998 : 95)
- Ukuran
Akses point yang cukup besar untuk masuk ke dalam segmen tersebut dan memiliki struktur yang sederhana serta tidak di pusingkan dengan banyak varibael.
- Homogenitas
Karakteristik yang signifikan dari pemasaran usaha eceran harus lebih teriasa antara segmen satu dengan yang lain ketimbang populasinya secara keseluruhan.
- Perbedaan yang jelas
Setiap segmen harus dapat dibedakan antara satu dengan yang lain dengan memberikan pengertian yang mendalam untuk setiap segmen yang ada sehingga dapat menciptakan peluang yang matang dan terukur oleh perusahaan usaha eceran.
Sedangkan format usaha eceran merupakan bahasan mengenai retail mix yang terdiri dari : (William R. Davidson dkk, 1998 : 66-67)
- Produk
Kebijakan-kebijakan yang biasanya dilakukan antara lain:
Desain produk, merk (Brand name selection),Seleksi merk ,informasi antar departemen
- Lokasi
Kebijakan-kebijakan yang biasanya dilakukan antara lain :
Analisis trade area,Lokasi sampingan (alternatif),Layout toko,Variasi dari perencanaan lokasi toko
- Promosi
Kebijakan-kebijakan yang biasanya dilakukan antara lain :
Promosi untuk pasar lokal,Mengadakan promosi didalam toko atau diluar toko,Menerbitkan iklan
- Harga
Kebijakan-kebijakan yang biasanya dilakukan antara lain :
Orientasi terhadap harga penuh atau harga diskon,Promosi diskon periodik
- Pelayanan
Kebijakan-kebijakan yang biasanya dilakukan antara lain :
Garansi pabrik,Kebijakan pengembalian barang,Kebijakan delivery,Kebijakan kredit
Ketersediaan informasi bagi konsumen
Membangun Keunggulan Kompetitif
Keunggulan kompetitif adalah keunggulan dalam sebuah kompetisi yang dapat dipelihara dalam waktu yang lama. Namun keunggulan yang berlangsung lama tersebut dapat menimbulkan resiko terhadap perusahaan karena memungkinkan untuk ditiru oleh pesaing.
Membangun keunggulan kompetitif bagi pengusaha pengecer bearti membangun sebuah tembok yang kokoh untuk mempertahankan kedudukan mereka di pasar. Tembok ini akan membuat para pesaing kesulitan untuk menembus pasar kita dan mendekati para konsumen kita.
Ada 5 hal penting yang harus diperhatikan oleh pengecer untuk mencapsai keunggulan kompetitif, hal – hal tersebut antara lain : (Levy & Weitz, 2001 : 176-181)
Kesetiaan Pelanggan
Kesetiaan pelanggan berarti sebuah komitmen dari si pelanggan tersebut untuk berbelanja pada sebuah lokasi eceran untuk jangka waktu yang panjang. Hal – hal yang diharapkan oleh konsumen adalah : (William R. Davidson dkk, 1998 : 140-144)
Lokasi yang Nyaman dan Jarak Tempuh
Customer menginginkan tempat pembelanjaan yang tidak jauh dari tempat tinggal mereka, mereka lebih memilih untuk berbelanja di tempat pembelanjaan yang lebih dekat dengan rumah mereka.
Selain masalah jarak customer juga sangat memperhatikan masalah waktu tempuh. Ada empat aspek yang dapat diidentifikasi dalam keterkaitannya dengan masalah yaitu :
Waktu perjalanan dari rumah ke tempat pembelanjaan
Hari dan waktu operasi
Customer dengan waktu yang padat
Customer yang kehilangan waktu untuk bersenang-senang
Atmosfir Tempat Pembelanjaan
Perusahaan harus bisa membentuk atmosfir toko yang nyaman dan tepat bagi pelanggan mereka agar mereka dapat berbelanja dengan perasaan yang menyenangkan di tempat kita.
Barang yang Diperdagangkan
Hal ini harus diperhatikan secara lebih karena hal ini merupakan hal tersulit untuk dibicarakan karena setiap konsumen yang datang ke tempat kita, mereka membawa pengharapan dan kebtuhan yang berbeda antara sar dengan yang lain namun berharap dapat terpuaskan dengan mendatangi tempat kita.
Harga
Setiap pelanggan yang akan berbelanja mereka pasti telah menyediakan range budget untuk berbelanja, dengan selalu mengontrol harga jual kita maka kita akan membuat mereka merasa dipahami oleh kita.
Informasi dan Interaksi
Pelanggan yang akan membeli produk baru akan sangat membutuhkan informasi tentang barang yang akan mereka beli. Untuk itu setiap toko harus bisa memberikan bantuan dalam bentuk informasi mengenai barang tersebut sehingga dapat membantu mereka dalam mengambil keputusan.
Pelayanan
Dalam banyak kasus pelanggan sangat mengharapkan adanya variasi pelayanan mengenai produk dan transaksi dalam sebuah tempat pembelanjaan.
Untuk membangun kesetiaan pelanggan dapat ditempuh dengan beberapa cara, seperti : (Levy & Weitz, 2001 : 176-179)
Positioning
Sebuah rancangan dan implementasi dari retail mix untuk menciptakan sebuah gambaran tentang si pengecer pada pikiran setiap konsumennya.
Pelayanan
Pengecer membangun kesetiaan pelanggan dengan menawarkan pelayan yang terbaik bagi konsumennya. Namun untuk memberikan pelayanan yang baik untuk jangka waktu yang lama sangat sulit dilakukan. Diperlukan waktu yang cukup panjang untuk membangun reputasi yang baik dalam hal pelayanan.
Informasi Usaha Eceran (Database Retailing)
Database Retailing adalah pengembangan dan implementasi dari program usaha eceran untuk membangun kesetiaan pelanggan dan pola pembelanjaan.
Barang-barang Dagangan yang Unik
Sangat sulit untuk membangun kesetiaan pelanggan dengan hanya menjual barang saja karena baik kita dan kompetitor sama-sama mempunyai kesempatan dan kemampuan untuk menjual barang yang sama. Untuk membangun keunggulan komprtitif beberapa perusahaan mulai menyadari pentingnya menyediakan barang yang hanya bisa didapat di toko tersebut.
Lokasi
Lokasi adalah faktor kritis yang menjadi pertimbangan customer untuk memilih tempat pembelanjaan. Hal ini juga menjadi keunggulan kompetitif yang sulit untuk ditiru.
Pemilihan lokasi jangan hanya di lihat dari keadaan demographinya saja, karena amsih ada faktor laon yang harus diperhatikan. Ada beberapa kategori dalam Market-Area Analysis yan perlu diperhatikan dan dijadikan bahan pertimbangan dalam pemilihan lokasi, antara lain : (William R. Davidson dkk, 1998 : 240)
Dimensi populasi umum area tersebut
Dimensi populasi pasar sasaran
Jaringan transportasi
Karakteristik ekonomi
Efektivitas kekuatan membeli
Pasar potensial
Budaya dan selera customer
Itensitas persaingan
Ketersediaan shoping centre yang sesuai
Keberadaan media dan biaya
Jaringan distribusi
Karakteristik unik dari lingkungan
Hukum yang berlaku
Sewa menyewa tempat
Iklim bisnis
Peluang advertising dan biaya
Vendor Relations
Dengan membangun hubungan yang baik dengan para vendor, pengecer bisa mendapat beberapa keuntungan, diantaranya :
Bisa menjual barang di satu wilayah regional
Membeli barang dengan harga yang lebih murah dan kualitas yang lebih baik dari pesaing
Mendapatkan barang terbaik pada penawaran pertama
Pekerja yang Efektif dan Berkomitmen
Pekerja memainkan peran penting dalam penyediaan pelayanan terhadap para pelanggan dan membangun kesetiaan pelanggan. Pengetahuan dan kemampuan pekerja yang berkomitmen pada tujuan perusahaan sangat memegang peranan penting dalam mencapai kesuksesan perusahaan.
Low-Cost Operations
Setiap pengecer sangat memperhatikan biaya mereka dalam setiap operasinya karena biaya merupakan hal yang paling berpengaruh dalam hal pencapaian target perusahaan.
Ragam Sumber Daya
Untuk membangun keunggulan kompetitif, pengecer jangan hanya mengandalkan satu cara saja, seperti low cost atau pelayanan yang baik, melainkan mereka harus menggunakan beberapa cara untuk membangun “tembok” besar disekitar mereka untuk mendapatkan keunggulan kompetitif tersebut.
Manajemen Strategis dalam Usaha Eceran
Hal yang paling utama dan mendasar dalam setiap bisnis adalah bahasan tentang manajemen strategis. Manajemen strategis adalah proses adaptasi antara bentuk dan struktur sumber daya perusahaan dengan peluang dan keadaan lingkungan yang terus berubah. Dengan manajemen strategis perusahaan dapat mencapai keseimbangan antara peluang-peluang yang ada dan keterbatsan sumber daya mereka.
William R. Davidson dkk dalam buku Retailing management 6E hlm.132-135 menjelaskan tentang tiga komponen dasar mengenai proses manajemen strategis, yaitu :
Membuat Pernyataan Misi dan Tujuan Perusahaan
Pernyataan misi sebuah perusahaan merupakan gambaran dasar dari tujuan sebuah perusahaan. Hal ini merupakan perencanaan jangka panjang yang akan menuntun perusahaan dalam menjalankan bisnisnya demi tercapainya tujuan tersebut.
Mendefinisikan Tujuan yang Spesifik dari Perusahaan
Tujuan spesifik ini merupakan gambaran yang lebih halus dari pernyataan misi sebuah perudahaan, dimana akan menjelaskan lebih detail mengenai misi dan tujuan tersebut kedalam satu bentuk panduan operasional perusahaan.
Mengembangkan Strategi Perusahaan
Seperti apa yang sudah dibahas diawal makalah ini, strategi merupakan sebuah tindakan yang lebih spesifik yang harus dilakukan agar tujuan perusahaan dapat tercapai dengan mengatur tentang penggunaan dan alokasi sumber daya dari sebuah perusahaan.
Membangun Strategi Pemasaran dalam Usaha Eceran
Setiap perusahaan memiliki strategi pemasaran dan strategi keuangannya sendiri. Dalam persaingan yang kompleks di pasar, para pengusaha harus peka dengan keadaan pasarnya dan perubahan yang cepat agar dapat memenangkan persaingan dan mencapai tujuan utama mereka.
Usaha Eceran Sebagai Persaingan Untuk Keunggulan Diferensiasi (William R. Davidson dkk, 1998 : 136)
Setiap perusahaan memilki perbedaan dari pesaing mereka. Perbedaan ini kadang terlihat sangat mencolok, hal ini tergantung dari cara perusahaan-perusahaan tersebut dalam mengkombinasikan retail-mix mereka. Perbedaan-perbedaan tersebut akan dinilai oleh pelanggan dan hal inilah yang disebut keunggulan diferensiasi.
Usaha untuk mendapatkan keunggulan diferensiasi ini merupakan karakteristik dari persaingan dalam bisnis usaha eceran. Persaingan tersebut akan terlihat nyata ketika masing-masing perusahaan menentukan langkah pertama mereka di pasar dan respon yang sangat compleks dari pelanggan dan pesaing.
Usaha Eceran Sebagai Spesialis dan Institusi Penambah Nilai (William R. Davidson dkk, 1998 : 137)
Sebagai Spesialis
Mengarah pada varietas yang relatif, luas, dan mutu dari barang yang kita jual.
Sebagai contoh toko barang diskon tidak memilki spesialisai karena kualitas barang yang mereka jual terkesan asal dan nilai guna nya sudah berkurang, toko buah dan makanan merupakan contoh spesialis karena mnjual barang-barang yang hanya dapat di dapat dari tempat mereka.
Sebaga Institusi Penambah Nilai
Mengarah pada seberapa besar nilai yang ditambahkan pada sebuah produk yang dikonsumsi oleh customer melalui peritel.
Sebagai contoh toko yang menawarkan gratis antar, lantai berkarpet, daerah yang strategis akan membuat customer berbelanja di tempat kita.
Proses pemasaran strategis : (Frank Bradley, 1991 : 14)
Mengidentifikasi nilai soaial & nilai customer
Memahami nilai sosial
Memahami nilai customer
Memilih segmen pembeli
Menentukan nilai pasar, customer, dan pesaing
Menentukan nilai pasar
Membedakan kelebihan customer
Mengenali respon persaingan
Menyediakan nilai untuk customer
Desain produk dan jasa
Memproses dan menentukan keputusan
Manufaktur dan sumber daya
Me-manage merk
Harga
Meneruskan nilai kepada customer
Advertising dan Public Relation
Pemasaran langsung
Personal selling
Mengantarkan nilai tersebut kepada customer
Saluran distribusi
Logistik
Promosi penjualan
Strategi pemasaran pada dasarnya akan menjawab pertanyaan : Bagaimana kita akan menyediakan nilai konsumen yang superior untuk pasar sasaran kita? .(Coney, 2000 : 19)
Untuk memnjawab pertanyaan tadi diperlukan formulasi dari bauran pemasaran yang akan mempertemukan kebutuhan konsumen dan menyediakan nilai-nilai konsumen. Bauran pemasaran tersebut terdiri atas beberapa elemen, yakni : (Coney, 2000 : 19-22)
Produk
Produk adalah segala sesuatu yang digunakan atau akan digunakan oleh konsumen untuk memenuhi kebutuhan mereka. Konsumen membeli kepuasan untuk kebutuhan mereka bukan membeli atribut yang ada pada sebuah produk, maka dari itu harus diperhatikan detil fungsi dai sebuah produk, apakah sudah sesuai dengan kebutuhan konsumen atau belum.
Komunikasi
Komunikasi pemasaran meliputi pengiklanan, usaha penjualan, piblic relation, pengepakan, dan segala sesuatu yang menunjukkan tentang sebuah perusahaan atau produk mereka. Strategi komunikasi yang efektif akan mampu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti berikut :
Dengan siapa sebenarnya kita ingin berkomunikasi?
Ketika setiap perusahaan berusaha berkomunikasi dengan para anggota target pasar, maka sebaiknya kita mencoba berkomunikasi dengan mereka yang bisa mempengaruhi para anggota target pasar tersebut untuk mengkonsumsi produk kita.
Efek apa yang kita inginkan dari komunikasi yang kita lakukan?
Kebanyakan manajer menjadikan sarana pengiklanan untuk menaikkan jumlah penjualan perusahaan mereka. Hal ini sudah sangat tidak efektif untuk zaman seperti sekarang ini karena iklan digunakan sebagai sarana komunikasi kita dengan para konsumen untuk bisa mendapat informasi lebig tentang perusahaan atau produk kita, karena memang hal tersebut lah yang dibutuhkan oleh para konsumen dewasa ini.
Pesan apa yang akan membangkitkan hasrat para konsumen?
Untuk menjadi dekat dengan para konsumen kita perlu memikirkan sesuatu pernyataan, gambar, simbol, atau kata-kata yang dapat menarik perhatian mereka agar mereka selalu ingat akan keberadaan kita.
Saluran dan media apa yang harus kita gunakan untuk menjangkau konsumen?
Untuk berkomunikasai kita perlu sebuah saluran dan media yang tepat, untuk itu hal ini harus dipertimbangkan dengan sangat matang sebelum pengambilan keputusan, karena sekali kita salah melangkah maka akan sulit untuk memperbaikinya.
Kapan kita harus berkomunikasi dengan konsumen?
Berkomunikasi memang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, namun dalam hal pemasaran berkomunikasi harus disusaikan kapan dan untuk berapa lama akan dilakukan. Hal ini untuk menjaga hubungan yang baik dengan para konsumen.
Harga
Harga adalah sejumlah uang yang digunakan untuk mendapatkan hak untuk menggunakan suatu barang. Namun ada juga yang menyebutkan bahwa uang adalah simbol dari kualitas. Semakin mahal sebuah produk maka akan semakin berkualitas. Maka dari itu kebijakan penetapan harga harus dilakukan dengan hati-hati dan disesuaikan dengan artinya terlebih dahulu sesuai pasara sasaran.
Distribusi
Merupakan ketersediaan dari produk kita untuk dibeli oleh konsumen. Untuk dapat mewujudkan hal ini maka kita perlu memperhatikan dimana para konsumen kita biasa berbelanja, hal ini dimaksudkan agar kita dapat mengontrol pasokan produk kita.
Pelayanan
Pelayanan merujuk pada usaha tambahan untuk menambah nilai produk dan jasa yang kita tawarkan. Pelayanan merupakan variabel yang amat sulit untuk diukur, namun bukan berarti tidak penting untuk diadakan. Perusahaan yang bisa memberikan pelayanan yang lebih baik akan mendapatkan nilai tambah dari konsumen yang akan berdampak positif pada perusahaan tersebut.
Jenis-jenis Strategi
Ada banyak strategi yang dapat dijalankan oleh perusahaan untuk menghadapi persaingan bisnis yang ketat. Seperti kita ketahui bersama jika strategi merupakan ‘senjata’ yang harus kita siapkan untuk ‘berperang’. Diantara banyaknya strategi tersebut Fred R. David dalam buku Strategic Management 11e hlm.168-181 membaginya ke dalam tiga kategori, yaitu :
Integration Strategies
Integration strategies kadang dikenal dengan nama vertical integration strategies yang dapat membantu perusahaan dalam mengendalikan distributor, pemasok, atau pesaing mereka di pasar. Integration strategies ini terdiri dari beberapa alternatif strategi antara lain :
Forward Integration
Mengusahakan untuk memiliki dan meningkatkan pengendalian atas distributor atau para vendor.
Contoh : Carefour mengakuisisi alfamart agar semakin dekat dengan para customer mereka.
Backward Integration
Mengusahakan kepemilikan dan meningkatkan pengendalian atas pemasok.
Contoh : Indomie membeli perusahaan terigu untuk membantu penyediaan faktor produksi perusahaan.
Horizontal Integration
Mengusahakan kepemilikan dan meningkatkan pengendalian atas pesaing.
Contoh : Pembelian saham daihatsu oleh toyota.
Intensive Strategies
Strategi ini membutuhkan usaha yang intensiv dari perusahaan jika persaingan mereka terletak pada masalah produk. Alternatif yang ada antara lain :
Market Penetration
Meningkatkan pangsa pasar dengan produk dan jasa yang kita miliki sekarang dengan usaha yang lebih keras.
Contoh : Oli Top 1 mengeluarkan banyak dana untuk melakukan promosi dalam bentuk advertising (iklan).
Market Development
Memperkenalkan produk yang sudah ada ke area gegrafi yang baru.
Contoh : Oreo memasarkan produk mereka di luar negeri termasuk Indonesia.
Product Development
Meningkatkan penjualan dengan meningkatkan kualitas produk atau mengembangkan produk baru.
Contoh : Indomie membuat rasa baru untuk menigkatkan tingkat konsumsi masyarakat.
Diversivication Strategies
Ada dua tipe yang umum dalam diversivication strategies ini, yaitu :
Related Diversivication
Penambahan produk atau jasa yang baru namun tetap berhubungan dengan bisnis lama.
Contoh : MNC group menerbitkan koran Sindo untuk merambah pasar media cetak.
Unrelated Diversivication
Penambahan produk atau jasa yang baru tapi tidak berhubungan dengan bisnis lama.
Contoh : Bakrie Group yang terdiri dari bermacam-macam jenis usaha yang tak bersangkutan sama sekali.
Defensive Strategies
Selain ketiga kategori tadi masih ada satu kategori lagi yang bisa menjadi pilihan bagi perusahaan dalam menyikapi persaingan pasar, yaitu :
Divestiture
Menjual salah satu divisi yang ada dalam perusahaan.
Contoh : PT. Wicaksana menjual divisi Aqua kepada Pt. Danone.
Likuidasi
Menjual atau menutup keseluruhan operasi perusahaan.
Contoh : Adam Air yang sudah tidak ada lagi di pasar.
Selain tiga golongan besar tersebut, masih ada pembagian jenis strategi yang berdasarkan pada pola pencarian informasi. Ada dua dimensi yang yang dibutuhkan untuk dapat menjalankan strategi ini, yaitu : (Wawkins Best Coney, 2000 : 547)
Tipe pengambilan keputusan
Pengaturan yang mengarahkan pencarian informasi tersebut
Untuk lebih memahami jenis strategi ini akan kami sajikan dalam bentuk matriks serta penjelasannya seperti berikut : (Wawkins Best Coney, 2000 : 547)
Position Target Market Decision-Making Pattern
Nominal Decision Making Limited Decision Making Extended Decision Making
Brand in Evoked Set Maintenance Strategie Capture Strategie Preference Strategie
Brand Not in Evoked Set Disrupt Strategie Intercept Strategie Acceptance Strategie
Maintenance Strategie / Strategi Pemeliharaan
Jika produk kita dibeli secara terus-menerus oleh pasar sasaran, maka kita harus menerapkan strategi pemeliharaan untuk menjaga hal tersebut. Hal ini membutuhkan konsistensi untuk menjaga kualitas produk, distribusi, dan strategi advertising. Kita juga harus berjaga-jaga dari strategi pesaing yang akan mengganggu kita. Untuk itu kita perlu untuk mengadakan program pengembangan produk untuk menyerang balik strategi jangka pendek para peasaing.
Disrupt Strategie / Strategi Pengacauan
Jika produk kita tidak dalam rencana pembelian oleh konsumen, maka kita harus melakukan pengacauan terhadap strategi kita. Hal ini sangat sulit jika para konsumen tetap tidak pernah mencoba mencari tahu informasi tentang barang yang akan mereka beli sebelum melakukan pembelian. Keterlibatan sekecil apapun dari konsumen untuk mencari informasi mengenai produk akan membantu kita untuk memasarkan produk kita.
Dalam jangka waktu yang panjang, peningkatan penjualan produk kita bisa dilakukan dengan cara mengadakan advertising.
Capture Strategie / Strategi Penangkapan
Keterbatasan pengambilan keputusan akan melibatkan persaingan pada setiap produk yang akan dievaluasi hanya dengan melihat kriteria harga dan ketersediaannya. Maka jika produk kita dapat memenuhi salah satu kriteria tadi maka akan membuka peluang kita untuk mendapat market share di pasar tersebut.
Ketika para konsumen memutuskan untuk menggunakan keterbatasan tersebut, kita harus tahu dimana mereka mencari kebutuhan mereka dan informasi apa yang mereka butuhkan. Umumnya kita harus bisa menyediakan informasi yang mereka butuhkan terlebih lagi mengenai masalah harga dan ketersediaan dari produk tersebut melalui iklan di televisi atau media lain seperti surat kabar atau majalah. Dalam perkembangan zaman seperti saat ini ketersediaan web site di internet akan sangat menguntungkan kita dalam melakukan promosi.
Intercept Strategie / Strategi Pencegatan
Jika konsumen mengalami masalah keterbatasan dalam pengambilan keputusan dan produk kita tidak dalam rencana mereka, maka kita harus ‘mencegat’ mereka dengan menyediakan banyak informasi tentang produk mereka ketika mereka membuat perencanaan tersebut. Sekali lagi kita harus gencar dalam mengiklankan produk kita di media-media dan berkonsentrasi dalam hal-hal internal seperti packaging produk, desain produk, dll.
Preference Strategie / Strategi Pemilihan
Sejak adanya penambahan pengambilan keputusan yang akan melibatkan lebih banyak produk, atribut, dan jumlah informasi yang banyak, straregi penangkapan yang sederhana sudah tidak dapat lagi kita gunakan. Maka dari itu kita membutuhkan struktur kampanye informasi yang akan memberikan hasil kepada produk kita agar dapat masuk kedalam rencana pembelian anggota pasar sasaran kita.
Langkah pertama yang kita harus lakukan adalah memperkuat posisi kita dalam atribut yang penting dalam pasar sasaran tersebut. Lalu selanjutnya segala bentuk informasi harus kita sajikan pada setiap sumber yang tepat. Hal ini akan membutuhkan penambahan tingkat promosi kepada kelompok-kelompok yang tidak membeli produk kita tetapi mengenalkannya kepada orang lain. Selanjutnya kita harus mempersiapkan seluruh tenaga penjualan kita dengan berbagai macam informasi yang akan mereka gunakan dalam memasarkan produk.
Acceptance Strategie / Strategi Penerimaan
Strategi ini hampir mirip dengan strategi pemilihan. Namun strategi ini lebih sulit karena para konsumen tidak akan mencari informasi tentang produk kita. Untuk itu pada strategi ini kita harus lebih fokus pada program promosi dan iklan untuk menyediakan informasi sebanyak-banyaknya tentang produk kita agar produk kita dapat diterima oleh pasar sasaran.
Peluang Pertumbuhan di Pasar Internasional
Frank Bradley dalam bukunya yang berjudul Internasional Marketing Strategy 2nd-E hlm.21. menjelaskan tentang arti pertumbuhan bagi perusahaan-perusahaan go-intrnasional, di sana ia menjelaskan bahwa keinginan untuk menjadi besar merupakan implikasi awal sebuah perusahaan mempunyai keinginan untuk tumbuh. Tapi perlu diingat bahwa pertumbuhan tersebut memerlukan ketersediaan dana, modal, SDM, serta permintaan pasar yang terintegrasi secara tepat dari waktu ke waktu. Pertumbuhan sekecil apapun akan sangat berarti ketimbang perusahaan besar tanpa pertumbuhan sama sekali.
Dalam buku Retailing Management karangan Levy & Weitz hlm.186. di jelaskan bahwa sedikitnya ada tiga faktor yang membuat beberapa pebisnis eceran dapat berhasil di lingkungan internasional, faktor-faktor tersebut antara lain :
Pengecer merupakan pemimpin dalam penggunaan tekonologi untuk mengatur persediaan dan sistem logistik mereka
Pengecer berhasil menjual barang dengan harga yang lebih murah karena adanya kelebihan faktor ekonomi dan saluran distribusi yang lebih baik
Pengecder berhasil mengembangkan sistem yang unik dan menstandarisasikan format pengendalian untuk toko-toko dalam jumlah yang banyak.
Dalam buku yang sama (hlm.186-188) Levy & Weitz juga menjabarkan lima point penting yang harus diperhatikan para pebisnis usaha eceran agar dapat memaksimalkan peluang pertumbuhan di pasar internasional, kelima point tersebut antara lain:
Bertindak Sebagai Pemimpin Pasar Domestik
Pengecer yang mengincar kesempatan di pasar internasional membutuhkan arus kas yang aman dari pasar domestik mereka untuk membantu investasi mereka di pasar internasional. Maka dari itu kesuksesan memasuki pasar internasional harus diimbangi dengan keberhasilan di pasar domestik mereka karena berinvestasi di pasar internasional merupakan investasi jangka panjang yang akan membutuhkan modal besar.
Strategic Konsistensi
Pengecer yang memasuki pasar internasioanal akan berhasil jika mereka konsisten dengan keseluruhan strategi dan jalur utama yang telah ditetapkan dalam mencapai keunggulan kompetitif perusahaan.
Kemampuan Beradaptasi
Ketika pebisnis usaha eceran berhasil dalam pasar internasional, mereka akan mulai menyadari adanya perbedaan kebudayaan yang mendasar yang memaksa mereka untuk beradaptasi dengan lingkungan baru mereka agar dapat memenuhi kebutuhan pasar lokal.
Sistem Global
Investasi yang signifikan sering dibutuhkan untuk mengembangkan sistem yang megkalkulasikan perbedaan prosedur operasi pada pasar yang berlawanan.
Komitmen Jangka Panjang
Ekspansi ke pasar internasional sangat menuntut adanya komitmen jangka panjang dari pebisnis ritel karena akan sangat sulit bagi mereka untuk memperoleh keuntungan dalam jangka pendek sejak keberadaan mereka di pasar internasional.
Selanjutnya Levy & Weitz juga menjabarkan beberapa alternatif bagi pebisnis usaha eceran untuk memasuki pasar internasional (hlm.188-189) :
Investasi Langsung
Investasi langsung merupakan bentuk investasi dimana perusahaan ritel terlibat lansung atau bahkan memiliki satu divisi atau subsidiary untuk mengolah sebuah toko di negara asing tersebut. Cara ini membutuhkan tingkat investasi yang tinggi dan menempatkan pengusaha ritel dalam kondisi yang penuh resiko namun potensi tingkat pengembaliannya pun cukup besar. Salah satu keunggulan dari investasi langsung ini adalah pengusaha ritel dapat mengontrol langsung operasi perusahaan mereka.
Joint Venture
Joint venture adalah satu bentuk dimana pengusaha ritel yang memasuki pasar internasional mengkombinasikan sumber dayanya dengan pengusaha lokal untuk membangun satu perusahaan baru yang kepemilikannya, pengendalian serta keuntungannya dibagi sesuai porsinya masing-masing.
Pendekatan ini dapat mengurangi resiko persaingan yang kurang baik dari pengusaha lokal karena partner kita akan mempersiapkan segala informasi tentang kebutuhan pasar lokal dan mengenai suplier serta vendor di negara tersebut. Pendekatan ini akan menimbulkan permasalahan serius jika tidak ada persetujuan partner kita dan pemerintah setempat mengenai hal pengembalian profit ke negara asal kita.
Aliansi Strategis
Aliansi strategis merupakan kolaborasi antara dua atau lebih perusahaan independen.
Franchising
Franchising menawarkan resiko yang kecil dan membutuhkan investasi yang relatif lebih kecil dari pendekatan-pendkatan yang lain. Namun pendekatan ini dapat membatasi kita dalam hal pengendalian operasi perusahaan di negara asing tersebut serta mengurangi pendapatan potensial kita karena kreativitas kita pun dibatasi jika kita memilih pendekatan ini dalam bernvestasi di pasar internasional.
Proses Perencanaan Strategis Usaha Eceran
Levy & Weitz dalam buku Retailing Management hlm.189-197. menjelaskan tentang proses untuk merencanakan strategi usaha eceran. Namun sebelum itu mari kita pahami dulu pengertian proses perencanaan strategis usaha eceran merupakan langkah-langkah yang harus dilalui oleh pebisnis ritel untuk membangun rencana strategis usaha eceran. Langkah-langkah dalam proses perencanaan ini berjumlah tujuh langkah, yaitu :
Mendefinisikan Misi bisnisnya
Pernyataan misi perusahaan harus bisa memberikan penjelasan umum mengenai target segmen dan retail format yang menjadi perhatian dari perusahaan itu sendiri.
Dalam membuat pernyataan misi, para manajer harus menjawab lima pertanyaan diantaranya :
Dalam bisnis apa kita berada?
Bagaimana seharusnya bisnis kita dimasa yang akan datang?
Siapa pelanggan kita?
Apa saja kemampuan kita?
Apa yang ingin kita capai?
Membangun Situasi Audit
Situasi Audit adalah analisis tentang peluang dan ancaman dalam lingkungan usaha eceran serta kekuatan dan kelemahan bisnis ritel terhadap para pesaing. Elemen-elemen dalam situasi audit ini adalah :
Faktor Pasar
Faktor Persaingan
Faktor Lingkungan
Analisis kekuatan dan kelemahan pebisnis retail
Mengidentifikasi Peluang Strategis
Setelah melakukan analisis terhadap situasi audit, langkah berikutnya adalah mempersiapkan beberapa alternatif strategi yang akan digunakan perusahaan untuk meningkatkan penjualannya.
Mengevaluasi Alternatif Strategis
Evaluasi ini mendeterminasikan potensi pengusaha eceran untuk membangun keunggulan kompetitifnya dalam jangka panjang.
Membuat Tujuan Spesifik dan Alokasi Sumber Daya
Tiga komponen dari tujuan spesifik perusahaan antara lain:
Tingkat investasi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan perusahaan
Batas waktu untuk mencapai tujuan tersebut
Performa perusahaan
Mengembangkan Gabungan Retail (Retail Mix) untuk Mengimplementasikan Strategi
Mengembangkan retail mix untuk setiap peluang dalam investasi perlu diadakan untuk melakukan pengendalian dan evaluasi dari investasi tersebut.
Mengevaluasi Peforma dan Membuat Penyesuaian
Jika para pengusaha usaha eceran telah mencapai tujuan mereka maka mereka tidak perlu mengadakan penyesuaian. Penyesuaian ini dibutuhkan oleh para pebisnis retail yang gagal dalam mencapai tujuan mereka, sehingga mereka perlu mengadakan analisis ulang terhadap performa mereka.
Minggu, 14 Maret 2010
THE RETAIL CUSTOMER
Agar dapat membahas mengenai konsumen retail dengan baik, maka pada awalnya harus terlebih dahulu dibahas tentang 4 kelompok penting dalam perubahan kondisi demografis konsumen itu sendiri, yang meliputi: generational cohorts, perbedaan etnikal, pendapatan masyarakat dan tingkat penggunaan internet oleh konsumen.
Generatinoal Cohorts
Para peretai dan vendornya menemukan bahwa sangat penting untuk membagi orang – orang kedalam bagian – bagian generasi dan membedakan pasar mereka. Hal ini dikarenakan bahwa biasanya orang yang memiliki generasi sama akan memiliki kebiasaan pembelian yang juga serupa diakibatkan mereka telah berbagi pengalaman dan berada ditingakatan masa yang sama.
Generational Cohorts Jarak Tahun Kelahiran Umurnya ditahun 2001
Generasi Y 1977 – 1955 6 - 24 tahun
Generasi X 1965 – 1976 25 - 36 tahun
Baby Boomer 1946 – 1964 37 - 55 tahun
Senior Sebelum 1946 56 tahun dan lebih tua
Walaupun banyak jalan untuk membagi – bagi bagian generasi, terdapat 4 kelompok yang utama yaitu:
• Generasi Y
Merupakan kelompok yang termuda dibandingkan kelompok lainya, juga merupakan kelompok yang paling besar dimana akan terus bertambah besar dari tiap angka kelahiran yang terjadi. Kelompok ini dapat dibedakan menjadi anak – anak (umur 6 – 14 tahun) dan remaja (15 – 24 tahun). Walaupun 2 kelompok ini memiliki banyak kesamaan, tetapi mereka memiliki pendekatan pasar yang sangat berbeda. Generasi Y memperlihatkan berbagai pola perilaku paradoks:
- Walaupun kebanyakan ingin memiliki kualitas hidup yang tinggi, tetapi mereka sering melakukan banyak aktivitas yang menimbulkan stress.
- Walaupun mereka melakukan bayak kegiatan menyehatkan, tetapi mereka juga suka berkecimpung dengan obat – obat terlarang.
- Walaupun mereka malas untuk berkerja, tetapi mereka menyadari bahwa mereka memerlukan uang untuk memuaskan kebutuhan konsumsi mereka.
Generasi Y memiliki tendensi untuk menunjukan perilaku dan pola berbelanja yang sama diseluruh dunia. Para ahli percaya bahwa alasan dari kesamaan mereka adalah karena ini merupakan generasi pertama yang terikat oleh situs media secara luas. Peluang untuk memasarkan produk kepada mereka sangatlah besar, karena:
1 Mereka memiliki uang mereka sendiri untuk dibelanjakan.
2 Anak – anak dan remaja mempengaruhi pembelian rumah tangga melalui meminta pada orang tuanya atau mereke berbelanja sendiri.
[Wikipedia.com] Generasi ini sering disebut juga sebagai kelompok milennials, net generation atau trophy kids mulai berkembang pesat pada tahun 1980 – 1990. dijelaskan bahwa generasi ini merupakan generasi yang akrab dengan teknologi yang ada sekarang. Menurut penelitian bahwa:
- 97% kelompok ini punya komputer
- 97% kelompok ini mendownload berbagai file dari internet
- 94% memiliki handphone
- 76% menggunakan layanan pesan singkat
- 75% anggota yang masih duduk dibangku kuliah memiliki identitas diri diinternet untuk keperluan sosialisai ( Friendster atau Facebook )
- 60% memiliki peranti musik portable sperti I-Pod
- 14% sering melakukan belanja secara online
- 8% memiliki kecanduan terhadap game online
-
Dalam hal ini para pengusaha eceran harus mampu menggunakan dengan baik peluang yang ada, dimana online shooping dan advertising melalui internet sangat berpengaruh bagi mereka, karena hampir 100% kelompok ini mampu melakukan akses ke dunia maya tersebut.
Beberapa strategi yang digunakan oleh peretail untuk menarik konsumen generasi Y meliputi:
Membuat orang – orang berusia muda terlibat dalam toko yang dikelolanya.
Memiliki peduli terhadap lingkungan sekitar, perlindungan binatang peliharaan dan isu – isu sosial lainya.
Kejujuran. Peretail akan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk berelasi dengan kaula muda jika mereka mampu mengilustrasikan kekuatan dan kelemahan mereka melalui humor yang menyenangkan.
Melakukan iklan dan promosi dengan acara olahraga atau musik.
Membuat toko terlibat dalam kegiatan pelayanan masyarakat.
Sedangkan beberapa strategi khusus peretail untuk menarik konsumen anak – anak ialah:
Mengembangkan kerja sama dengan sekolah – sekolah
Memberika merchandise dalam kelompok yang tersusun sehingga menghilangkan perasaan “ terlalu banyak untuk dipilih”
Menciptakan department yang mampu menyentuh perasaan konsumennya.
Selain itu, menganalisa daerah pasar juga sangat penting agar para peretail dapat lebih mampu menyerap pasar dari konsumen ini. [Davidson, Sweeney and Stampfl 1988, “The Retailing Management 6/E” 240] Bebereapa hal yang penting untuk dianalisa berkaitan dengan daerah pasar ialah:
- Dimensi populasi secara umum
- Jumlah populasi target pasar
- Transportasi dan jaringan jalan raya
- Karakteristik ekonomis
- Tingkat efektivitas daya beli
- Potensi market disekitar area pasar tersebut
- Budaya konsumen dan cselera fashionnya
- Tingkat intensitas kompetitif peretail lain didaerah tersebut
- Jaringan media dan biaya yang harus dikeluarkan
- Kapabilitas distribusi
- Keunikan karakteristik lingkungan daerah sekitara toko peretail
- Iklim bisnis yang berkaitan dengan ketersediaan berbagai sumber - sumber modal
- Peluang periklanan dan biaya yang harus dikeluarkan
• Generasi X
Generasi X atau sering juga disebut baby busters, FLYERS atau twentysomething ahir antara tahun 1965 dan 1976. Generasi ini adalah generasi pertama bertipikal: mereka tumbuh didalam rumah sementara kedua orang tua mereka pergi berkerja. Hampir dari separuh jumlah orang – orang dalam generasi X memiliki tingkat pendidikan yang kurang memadai seperti baby boomer, karena orang – orang dalam generasi X 50% nya memiliki orang tua yang bercerai atau tewas dalam perang yang terjadi pada saat itu. Walaupun begitu generasi X mampu melakukan total pembelian produk retail sampai 125 juta Dolar pertahun. Hal ini dikarenakan fakta bahwa orang – orang dari generasi inipun akan menikah dikemudian hari, memiliki rumah, dan akan hidup sebagai orang tua lebih lama daripada generasi yang sebelumnya.
Generasi X secara umum digambarkan sebagai konsumen yang cerdik, lebih sinis daripada golongan baby boomer. Mereka lebih tidak mempercayai iklan – iklan dan apa yang dikatakan pekerja sales kepada mereka. Mereka biasanya telah belajar tentang pilihan berbelanja pada usia muda, sehingga mereka memiliki pengetahuan lebih banyak mengenai jenis – jenis produk dan lebih menghindari resiko dalam berbelanja dibandingkan pembeli lainya. Agar para peretail dapat menyerap pasar dari kelompok ini secara efektif, paeretail harus berusaha lebih beradaptasi dan memahami sifat sinis dari orang - orang yang berumur 18 – 29. banyak para peretail yang telah menyadari bahwa kunci kesuksesan untuk menyerap keuntungan dari golongan kelompok ini ialah dengan menggalakan teknik penjualan yang perduli dengan lingkungan sekitar ( green marketing ) [Michael Levy & Barton A. Weitz “Retailing Management 2nd edition” hal 67] dengan tujuan untuk memancing para busters yang rata – rata banyak yang perduli dengan kelestarian alam. Unsure – unsure sperti daur ulang, menghentikan penggunaan box yang berbahan Styrofoam dan memberikan sbagian kecil pemasukan peretail untuk disumbangkan demi menjaga kelestarian hutan hujan adalah beberapa bagian dari sistem green marketing. Kelompok ini lebih banyak memerlukan stimulasi visual daripada kelompok lain. [Michael Levy & Barton A. Weitz “Retailing Management 2nd edition” hal 67]. Dalam hal ini, display toko yang menarik adalah kekuatan utama yang dapat digunakan untuk menarik perhatian dari konsumen dikelompok ini. Bagi peretail yang mampu menggunakan super models untuk mengiklankan tokonya pada masyarakat baik melalui posters, pamphlet maupun iklan ditelevisi, maka hal tersebut akan menjadi system pemasaran utama yang berperan sangat penting. Beberapa strategi spesifik yang digunakan peretail untuk menarik konsumen dari generasi X meliputi:
Tidak menyerbu para konsumen untuk berbelanja
Memberikan berbagai pilihan dan informasi mengenai produk – produk yang dijual
Menggunakan teknologi kapanpun dan bagaimanapun jika memungkinkan
Sedangkan sesungguhnya dalam retail management terdapat 3 komponen dasar manajemen strategis yang harus diterapkan dalam menetapkan strategi – strategi yang cocok untuk menari berbagai konsumen dari berbagai kelompok, golongan dan kalangan [Davidson, Sweeney and Stampfl 1988, “The Retailing Management 6/E” 132 – 133] yaitu:
- Mengembangkan pernyataan mengenai suatu tujuan, misi, atau kegiatan usaha tertentu
- Mendefinisikan tujuan spesifik dari suatu usaha retail terhadap konsumen yang dihadapinya
- Mengembangkan strategi – strategi dasar yang akan mengarahkan dan memerintah tindakan usaha retail untuk mencapai objektif dan memenuhi misinya
• Baby Boomer
Kelompok baby boomer lahir sekitar tahun 1946 – 1964. Kelompok baby boomer yang lebih tua berumur 17 – 23 tahun yang hidup pada jaman kemakmuran ekonomi dan ketegangan politik. Kebanyakan kelompok baby boomer yang lebih tua ini lebih cepat mencapai tahap siklus hidup berkeluarga yang sering disebut juga sklus sarang kosong dimana keluarga mereka telah dewasa dan meninggalkan rumah. Disisi lain, kelompok baby boomer yang lebih muda sedang menjalani kehidupan masa anak – anak. Oleh karena itu kelompok yang lebih tua memiliki waktu senggang dan uang lebih banyak daripada kelompok muda.
[Wikipedia.com] yang dimaksud dengan baby boomer ialah semua orang yang terlahir pada era perang dunia kedua sekitar tahun 1946 – 1964. taraf pendidikan baby boomer dapat lebih tinggi dibandingkan generasi lainya karena kelompok mereka menyadari kalau orang tua mereka hidup lebih lama, sehingga mereka dapat mencari pendidikan perkuliahan yang jau lebih tinggi.
Beberapa ciri dari kelompok baby boomer:
- Kelompok baby boomer cenderung lebih individualistis
- Waktu luang adalah prioritas bagi kelompok baby boomer
- Mereka percaya bahwa mereka dapat mengurus diri mereka sendiri, walaupun mereka agak ceroboh dalam menggunakan uang mereka
- Mereka memiliki obsesi untuk menjaga dan merawat masa muda mereka
Walaupun mereka memiliki jumlah yang paling banyak serta kekayaan yang besar, kelompok baby boomer merupakan tantangan yang sangat signifikan bagi para peretail. Hal ini dikarenakan mereka tidak perlu membeli banyak barang – barang keperluan seperti furniture, perkakas dan pakaian – pakaian terbaru. Orang semakin dewasa akan berkurang tingkat materialistisnya. Produk – produk yang biasanya dibeli oleh kelompok baby boomer ialah: vitamin, perjalanan keluar kota / negeri, produk untuk meningkatkan kualitas rumah mereka, dan produk lain yang memiliki nilai pengalaman yang tinggi.
[Davidson, Sweeney and Stampfl 1988, “The Retailing Management 6/E”] terdapat beberapa kriteria dalam membagi segmen – segmen konsumen:
1. Dapat Diukur. Sehingga segmen mudah untuk diposisikan serta terstruktur agar tidak menimbulkan kebingungan dalam menyusun variabel yang ada
2. Homogenus. Karakteristik tiap – tiap segmen dari konsumen retail harus serupa.
3. Menjelaskan Perbedaan. Tiap segmen harus memiliki perbedaan yang berarti jika dibandingkan dengan segmen lainya untuk menilai peluang – peluang para peretail dari riap – tiap segmen.
Dalam hal ini, yang terpenting selain mengetahui kelompok – kelompok konsumen yang akan menjadi pangsa pasar yang potensial bagi perusahaan retail ialah bahwa mengetahui berbagai alternative – alternative strategi baik strategi pasar maupun keuangan yang harus digunakan untuk menghadapi perilaku konsumsi kelompok – kelompok tersebut. Strategi pasar disini akan membantu retailer [Davidson, Sweeney and Stampfl 1988, “The Retailing Management 6/E” 135] untuk:
- Menentukan secara spesifik segmentasi pasar dan pangsa pasar yang harus dikejar oleh usaha retail
- Menentukan performa kompetitif yang diinginkan oleh dan dipilih oleh pangsa pasarnya ( sering disebut juga market strategy objective )
- Menentukan seberapa kuat daya tarik usaha retailer terhadap para konsumennya dan meluncurkan posisi kompetitifnya diantara peretail lain
Sedangkan strategi keuangan disini berguna untuk membantu para peretail dalam:
- Mengidentifikasi tingkat performa keuntungan finansial yang diharapkan dapat draih oleh perusahaan retail
- Menciptakan suatu jalur level performa finansial untuk mencapai tingkat performa keuangan tertentu
Hal lain yang harus diperhatikan oleh peretail khususnya diAmerika untuk mencapai kesuksesan selain memperhatikan pembedaan keempat kelompok generational cohorts [Michael Levy & Barton A. Weitz “Retailing Management 2nd edition” hal 64] ialah hal – hal berikut:
- Jumlah orang – orang yang dikategorikan berumur 65 tahun keatas harus diperkirakan 2 kali lebih banyak daripada orang yang berusia 50 tahun, membolehkan kaum usia lanjut meliputi 20% dari jumlah orang – orang didalam kategori lain
- 12% perumah tangga diAmerika adalah anak – anak dan wanita dan tidak memiliki suami. Sedangkan 3% dari mereka ialah perumah tangga yang memiliki anak dan hanya dikepalai oleh seorang ayah, dan segmen ini terus tumbuh hingga 30%.
- Pada tahun 1990, sekitar 23.7 juta Hispanic yang tinggal diAmerika, mengkonstitusi sekitar 9%dari jumlah populasi secara keseluruhan.
Sedangkan menurut kutipan dari buku [Michael Levy & Barton A. Weitz “Retailing Management 2nd edition” hal 68 - 69] terdapat suatu istilah penting lain yang berkaitan erat dengan retail consumer, yaitu Silver Streakers. Disebutkan bahwa silver steakers ialah merupakan pangsa pasar yang sangat penting bagi para pedagang retail karena banyak dari anggota kelompok ini yang memiliki uang lebih bersikap terbuka dan memiliki kebebasan dalam penentuan berbelanja. Istilah lain untuk silver streakers ini ialah empty nester, jitterbug, gray markets, dan lainya.
Walaupun demikian, dikatakan pangsa pasar ini memiliki beberapa pola perilaku berbelanja yang dapat menjadi tantangan bagi para peretail yang ingin menyerap keuntungan dari kelompok ini. Karena, menurut survey yang dilakukan American Association of Retired Person (AARP), kelompok pangsa pasar ini sangat suka mengeluh, membutuhkan perhatian spesial dari para penjual, sangat suka menghabiskan waktu untuk mencari informasi produk yang akan dibelinya melalui internet, dan tidak menyukai perubahan jika dibandingkan dengan kelompok lainya.
Dimasa yang lampau, kelompok silver streakers ini sangat konservatif terhadap jumlah tabungan mereka, karena mereka memiliki keinginan untuk mewariskan sesuatu kepada anak – anak mereka. Tetapi dizaman sekarang perilaku seperti itu telah berubah, dimana mereka suka membeli barang atau jasa yang merupakan kebutuhan sekunder dan bahkan tertier. Beebrapa produk atau jasa yang biasanya dibeli oleh kelompok ini ialah: Tiket berjalan – jalan, rumah kedua, mobil mewah, peralatan elektronik, investasi, perabotan rumah tangga, pakaian, seringkali membeli bingkisan untuk orang terdekat.
Dalam melakukan penjualan retail kepada golongan silver streaker , disarankan melakukan 2 penggolongan luas sebagai yaitu pelayanan dan penentuan harga [Michael Levy & Barton A. Weitz “Retailing Management 2nd edition” hal 69] sebagai berikut:
Pelayanan:
Menyediakan seorang pegawai yang mengetahui tata letak barang ditoko untuk membantu para konsumen dalam berbelanja
Melatih para pegawai agar mengerti apa yang diperlukan oleh konsumen yang lebih tua termasuk penjelasan yang jelas dan mudah dimengerti serta pengasuransian kembali
Mempekerjakan orang yang lebuh tua ditiap – tiap shift kerja yang ada untuk membantu konsumen yang berusia lanjut
Memberikan keyakinan pada konsumen berusia lanjut untuk memesan barang melalui telepon atau mail
Menyediakan mereka tempat untuk duduk diberbagai area toko
Memajang berbagai jenis tanda – tanda yang penting berukuran besar
Jangan terlalu sering untuk mengubah – ubah letak – letak produk yang ada ditoko
Berikan sistem pencahayaan yang baik ditoko
Lokasikan kamar kecil ( restroom ) didepan toko untuk memberikan keyakinan akan kenyamanan dan keamanan
Jangan meletakan produk yang seringkali dibeli oleh konsumen yang berusia lanjut diposisi yang terlalu bawah atau terlalu tinggi pada rak pajang
Penentuan Harga:
Konsumen berusia lanjut seringkali telah pensiun dari pekerjaanya dan terkadang memiliki pendapatan yang tetap dan terbatas. Dalam hal ini pelaku retail harus menyediakan harga yang terbaik dan mampu mereka jangkau dengan penghasilan mereka:
Sering menawarkan hari – hari spesial dengan harga diskon kepada para konsumen berusia lanjut
Memberikan suatu bentuk pelayanan special pada konsumen berusia lanjut seperti misalnya acara hari diskon besar – besaran untuk para konsumen berusia diatas 65 tahun dan memberikan berbagai jenis produk – produk yang seringkali dignakan oleh orang berusia lanjut.
• Pengaruh Persepsi Kualitas Pelayanan dan Kepuasan Konsumen terhadap Keinginan Membeli
Perkembangan industri retail yang sangat cepat menuntut produsen menyiapkan saluran distribusi yang efektif. Sebagian besar produsen tidak langsung menjual barang mereka kepada pemakai akhir. Di antara produsen dan pemakai terdapat saluran pemasaran, sekumpulan perantara pemasaran yang melakukan berbagai fungsi dan menyandang berbagai nama (Kotler, 2000). Ada berbagai level saluran yang menghubungkan produsen dengan pelanggan akhir. Saluran terakhir yang menghubungkan produsen dengan pelanggan akhir adalah pengecer (retailer).
Menurut [Kotler (2000)] usaha eceran meliputi semua kegiatan yang terlibat dalam penjualan barang atau jasa secara langsung kepada konsumen akhir untuk penggunaan pribadi dan bukan bisnis. Pengecer adalah usaha bisnis yang volume penjualannya terutama berasal dari penjualan eceran. Organisasi apa pun yang menjual kepada konsumen akhir baik itu produsen, grosir, atau pengecer dikatakan melakukan usaha eceran.
Menurut [Berman dan Evans dalam Setywan (2004)] ada beberapa hal yang membuat industri retail penting untuk dipelajari yaitu; pertama, implikasi retailing dalam perekonomian global. Penjualan retailing dan daya serap tenaga kerjanya menjadi kunci perekonomian global. Kedua, fungsi retail dalam rantai distribusi. Dalam rantai distribusi, retail berfungsi menjadi penghubung antara final consumer, dengan manufacturer dan wholesaler. Ketiga, hubungan antara pengecer dengan pelanggan. Cara pandang yang berbeda antara retailer dan supplier perlu diatasi. Masalah yang perlu diatasi adalah kontrol terhadap retail, alokasi profit, jumlah retail pesaing, lokasi, display dan masalah promosi.
Organisasi retail sangat beragam dari yang nyata hingga di dunia maya (virtual). Ada beberapa jenis organisasi retail [kotler,2000] yaitu: swalayan; toko khusus, toko serba ada, pasar swalayan, toko kenyamanan (convinience) dan pengecer potongan harga, swapilih, pelayanan terbatas, pelayanan penuh. Industri retail saat ini berusaha menemukan strategi pemasaran baru guna menarik dan mempertahankan pelangggan dengan menawarkan lokasi yang dekat, jenis produk yang unik, dan pelayanan yang baik. Seperti halnya semua pemasar, retail harus menyiapkan rencana pemasaran yang meliputi keputusan mengenai pasar sasaran, ragam dan pengolahan produk, pelayanan produk dan suasana toko. Retail merupakan salah satu jenis saluran industri jasa yang berbeda dengan jenis industri manufaktur, hal ini menyebabkan kesukaran dalam mengukur kinerja industri retail. Alat pengukuran kinerja jasa dikembangkan oleh Parasuraman (1988) untuk mengukur kepuasan konsumen perusahaan jasa yaitu SERVQUAL (service quality).
Pemberian atau pelayanan jasa oleh perusahaan retail mungkin dapat mengalami kegagalan dalam memberikan kepuasan kepada pelanggan apabila perusahaan tidak mengetahui bentuk layanan yang sebenarnya diinginkan pelanggan. Persepsi pelanggan terhadap kualitas pelayanan suatu toko eceran mungkin akan memberikan kepuasan kepada pelanggan yang kemudian menciptakan minat bagi pelanggan untuk melakukan pembelian di toko eceran tersebut (Setyawan dan Ihwan, 2004).
Penelitian mengenai service quality perception dan purchase intention pada industri komunikasi, transportasi, kesehatan dan hiburan pernah dilakukan Taylor dan Baker (1994). Penelitian yang sama juga dilakukan oleh Setyawan dan Ihwan (2004) yang mereplikasi penelitian Taylor dan Baker pada perusahaan retail. Penelitian ini menguji pengaruh service quality perception dengan satisfaction sebagai variabel antara (moderating variable) namun hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel service quality perception dan variabel satisfaction merupakan variabel bebas (independent variable). Penulis melakukan replikasi dari penelitian terdahulu dengan menetapkan variabel service quality perception dan variabel satisfaction sebagai variabel yang independen sesuai hasil penelitian Setyawan dan Ihwan (2004). Replikasi penelitian dilakukan untuk menguji hasil penelitian Setyawan dan Ihwan (2004) dengan mengambil responden mahasiswa. Hal ini didasari bahwa mahasiswa dalam memenuhi kebutuhan studinya akan melakukan pembelian eceran khususnya perlengkapan tulis seperti buku tulis dan buku acuan studi. Penelitian ini dilakukan untuk menguji apakah ada pengaruh service quality perception dan satisfaction terhadap purchase intention baik secara simultan maupun parsial.
Berdasarkan uraian di atas, permasalahan yang akan dirumuskan dalam penelitian ini adalah:
Apakah service quality perception dan satisfaction berpengaruh terhadap purchase intention secara simultan?
Apakah service quality perception dan satisfaction berpengaruh terhadap purchase intention secara parsial
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menguji pengaruh service quality perception dan satisfaction terhadap purchase intention secara simultan dan parsial. Variabel service quality perception dan satisfaction diekspektasikan secara bersama-sama maupun secara parsial mempengaruhi variabel purchase intention.
• Service Quality pada Usaha Retail
Menurut [Kotler (2000)] usaha eceran meliputi semua kegiatan yang terlibat dalam penjualan barang atau jasa secara langsung kepada konsumen akhir untuk penggunaan pribadi dan bukan bisnis. Penelitian mengenai service quality dan purchase intention sudah banyak dilakukan antara lain Rusk dan Zahorik (1993), Taylor & baker (1994) dan Olsen (2002) sedangkan di Indonesia dilakukan oleh Setyawan dan Ihwan (2004). Quality dalam penelitian ini memiliki pengertian berdasarkan konsep perceived quality. Perceived quality adalah penilaian konsumen akan entitas kesempurnaan atau superioritas. Parasuraman (1985) dalam Chang (2002) mendefinisikan service quality sebagai sebuah perbandingan dari harapan pelanggan dengan persepsi dari layanan nyata (actual performance) yang mereka terima. Service quality perception juga didefinisikan sebagai persepsi konsumen secara keseluruhan baik keunggulan dan kelemahan dari organisasi dan pelayanannya (Taylor dan Baker dalam Setyawan dan Ihwan, 2004).
Konsep service quality yang dikemukakan Parasuraman (1988) dalam Setyawan dan Ihwan (2004) terdiri dari lima dimensi yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance dan emphaty. Namun konsep ini mengalami perubahan seiring dengan kritik yang dilakukan oleh beberapa peneliti antara lain, Brown, Churchill dan Peter (1993) yang mengemukakan bahwa konsep ini mengalami masalah dalam perbedaan penilaian. Mereka menyarankan agar menggunakan alat pengukuran psikometrik. Penelitian yang dilakukan Carman (1990) justru menemukan adanya 5 sampai dengan 9 dimensi dari service quality dengan factor analysis. Dabholkar, Thorpe dan Rentz (1996) mengemukakan bahwa dimensi Servqual lebih relevan untuk penelitian dengan setting perusahaan retail.
• Konsep Kepuasan Pelanggan
Kepuasan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja atau hasil yang ia rasakan dibandingkan dengan harapannya, sedangkan Wilkie mendefinisikan kepuasan pelanggan sebagai suatu tanggapan emosional pada evaluasi terhadap pengalaman konsumsi suatu produk atau jasa (Tjiptono, 1997).
Perusahaan retail banyak menggunakan berbagai cara untuk mempertahankan konsumen salah satunya adalah memastikan kualitas produk dan jasa memenuhi harapan konsumen. Pemenuhan harapan akan menciptakan kepuasan bagi konsumen. Setiap perusahaan retail yang menggunakan strategi kepuasan konsumen akan menyebabkan para pesaingnya berusaha keras merebut atau mempertahankan konsumen suatu perusahaan. Kepuasan konsumen merupakan strategi jangka panjang yang membutuhkan konsumen baik dari segi dana maupun sumber daya manusia (Schnaars, 1991). Beberapa strategi yang dipadukan untuk meraih dan meningkatkan kepuasan konsumen adalah:
1. Relationship Marketing (Mc Kenna, 1991) yaitu strategi dimana transaksi pertukaran antara pembeli dan penjual berkelanjutan, tidak berakhir setelah penjualan selesai. Dengan demikian terjalin suatu kemitraan dengan pelanggan secara terus menerus, yang pada akhirnya menimbulkan kesetiaan (loyalitas) konsumen sehingga terjalin bisnis ulang. Relationship marketing berdasarkan pada:
a. fokus customer retention
b. orientasi manfaat produk
c. orientasi jangka panjang
d. layanan pelanggan yang sangat diperhatikan dan ditekankan
e. komitmen terhadap konsumen sangat tinggi
f. kontak dengan pelanggan sangat tinggi
g. kualitas yang merupakan perhatian semua orang
2. Strategi Superior Customer Service (Schnaars, 1991)
Strategi ini menawarkan pelayanan yang lebih baik daripada pesaing. Perusahaan atau organisasi yang menggunakan strategi ini harus memiliki dana yang cukup besar dan kemampuan SDM yang unggul, serta memiliki usaha yang gigih agar tercipta suatu pelayanan yang superior. Maka tidak jarang perusahaan atau organisasi yang menawarkan customer service yang lebih baik akan membebankan harga yang lebih tinggi pada produk atau jasa yang dihasilkannya. Biasanya perusahaan tersebut akan memperoleh manfaat yang cukup besar dari pelayanan yang baik yang mereka berikan yaitu berupa tingkat pertumbuhan yang cepat dan besarnya laba yang diperoleh.
3. Strategi unconditional guarantees (Hart, 1988) atau extra ordinary guarantees
Strategi ini berintikan komitmen untuk memberikan kepuasan konsumen yang akhirnya akan menjadikan sumber dinamisme penyempurnaan mutu produk atau jasa dan kinerja perusahaan. Disamping itu motivasi karyawan juga akan mengalami peningkatan dalam mencapai tingkat kinerja yang lebih baik dari sebelumnya. Fungsi utama garansi adalah untuk mengurangi resiko konsumen sebelum maupun sesudah pembelian barang atau jasa sekaligus memaksa perusahaan yang bersangkutan untuk memberikan yang terbaik dalam meraih loyalitas konsumen.
4. Strategi penanganan keluhan yang efisien (Schnaars, 1991)
Penanganan keluhan memberikan peluang bagi perusahaan untuk mengubah konsumen yang tidak puas (unsatisfied customer) menjadi konsumen yang puas (satisfied customer) terhadap produk atau jasa yang dihasilkan perusahaan. Dalam strategi ini sumber masalah yang ditemukan harus diatasi, ditindaklanjuti, dan diupayakan agar di masa yang akan datang tidak timbul masalah yang sama yang dihadapi oleh konsumen. Kecepatan dan ketepatan penanganan merupakan hal yang krusial. Ketidakpuasan konsumen akan semakin besar jika keluhan tersebut tidak ditanggapi oleh perusahaan, karena hal ini akan menimbulkan kekecewaan yang dialami konsumen. Para karyawan perusahaan perlu dilatih dan diberdayakan untuk mengambil keputusan dalam rangka menangani situasi seperti itu. Empat aspek penting dalam penanganan keluhan yaitu empati terhadap yang marah, kecepatan dalam penanganan keluhan, kewajaran dan kemudahan bagi konsumen untuk menghubungi perusahaan.
5. Strategi peningkatan kinerja perusahaan
Suatu strategi meliputi berbagai upaya seperti melakukan pemantauan dan pengukuran kepuasan konsumen secara berkesinambungan, memberikan pendidikan dan pelatihan yang mencakup komunikasi dan public relation terhadap pihak manajemen dan karyawan, memasukkan unsur kemampuan untuk memuaskan konsumen yang penilaiannya bias didasarkan pada survei konsumen, dalam sistem penilaian prestasi karyawan dan memberikan enpowerment yang lebih besar kepada karyawan dalam melaksanakan tugasnya.
6. Penerapan Quality Function Deployment (QFD)
Merupakan praktek dalam merancang suatu proses sebagai tanggapan terhadap kebutuhan konsumen. Konsep ini menerjemahkan apa yang dibutuhkan konsumen menjadi apa yang dihasilkan perusahaan. Hal ini dilaksanakan dengan melibatkan konsumen dalam proses pengembangan produk/jasa sedini mungkin dengan demikian memungkinkan perusahaan untuk memprioritaskan kebutuhan konsumen serta memperbaiki proses hingga tercapai efektivitas maksimum.
Kepuasan merupakan tingkat perasaan konsumen yang diperoleh setelah konsumen melakukan/menikmati sesuatu. Dengan demikian dapat diartikan bahwa kepuasan konsumen merupakan perbedaan antara yang diharapkan konsumen (nilai harapan) dengan situasi yang diberikan perusahaan (perguruan tinggi) di dalam usaha memenuhi harapan konsumen. Purchase Intention merupakan perilaku yang muncul sebagai respon terhadap objek. Purchase Intention juga merupakan minat pembelian ulang yang menunjukkan keinginan pelanggan untuk melakukan pembelian ulang (Assael, 1998). Beberapa pengertian dari intention (Setyawan dan Ihwan, 2004) adalah sebagai berikut:
1. Intention dianggap sebagai sebuah ‘perangkap’ atau perantara antara faktor-faktor motivasional yang mempengaruhi perilaku.
2. Intention juga mengindikasikan seberapa jauh seorang mempunyai kemauan untuk mencoba.
3. Intention menunjukkan pengukuran kehendak seseorang.
4. Intention berhubungan dengan perilaku yang terus menerus.
Assael (1998) mengemukakan bahwa pemasar akan selalu menguji elemen-elemen dari bauran pemasaran yang mungkin mempengaruhi purchase intention.
Penelitian Woodside dalam Setyawan dan Ihwan (2004) menyatakan bahwa pelanggan menilai sikap dari pemberi jasa sebagai ekspektasi awal mengenai performance toko dan sikap ini mempengaruhi minat pembelian pada sebuah toko. Perubahan sikap menjadi input yang menentukan minat pembelian pelanggan. Namun hasil penelitian Setyawan dan Ihwan (2004) menemukan bahwa service quality perception dan satisfaction merupakan variabel independen. Variabel service quality perception tidak berpengaruh terhadap purchase intention. Sehingga hasil ini tidak mendukung penelitian sebelumnya. Penelitian ini menggunakan model hasil penelitian Setyawan dan Ihwan (2004) dengan objek penelitian pada toko buku Gramedia.
• Penggunaan Internet
Penggunaan internet berkembang begitu pesat. Pertengahan tahun 1996, populasi on-line di USA adalah 35 juta. Di pertengahan 1998 pupolasinya menjadi 72,6 juta. Dan pada bulan April 1999 ada lebih dari 83 juta pengguna internet yang berumur di atas 16 tahun. Penggunaan internet sebagai alternative berbelanja online juga meningkat ketimbang mengunjungi bangunan pertokoan. Pada tahun 1998, 18,6 juta orang membeli barang lewat internet yang menghabiskan lebih dari 26 miliyar dolar US. Tahun 2002, diprediksikan pengguna internet akan menjadi 64 juta orang dan mengeluarkan uang sebesar 268 miliyar dolar. Di akhir 1990, laki –laki lebih banyak menggunakan internet ketimbang wanita. Tahun 1997, 37 % laki – laki di USA menggunakan internet dan hanya 17 % perempuan menggunakan internet. Pertengahan 1998, perbedaannya mengecil menjadi 46 % pria dan 37.8 % wanita. Para ahli menaksirkan prosentase pengguna internet wanita dan pria akan menjadi sama di tahun 2001. Penelitian yang dilakukan oleh Roper Starch Worldwide menunjukan bahwa 25% dari total pengguna internet menggunakan internet untuk mencari informasi produk, 25 % mencari informasi perusahaan, 22 % untuk travel, 18 % untuk keuangan dan investasi, 10 % untuk melakukan pembelian, dan 7 % untuk keperluan bank.
Dunia bisnis telah memasuki era teknologi tinggi. Sebelumnya, belum pernah ada masa yang lebih menyenangkan untuk mempelajari bidang yang dinamis ini dibandingkan sekarang. Kemajuan – kemajuan teknologi yang baru telah menciptakan sebuah industry peluang yang tidak pernah habis yang hanya dibatasi oleh kreativitas bisnis Internet pada dasarnya adalah aplikasi dari semua prinsip bisnis. Melalui internet hakikatnya adalah iklan dari iklan barang dan jasa hingga penciptaan sebuah citra atau image melalui homepage. Banyak perusahaan mengumpulkan data melalui internet,informasi praktis tentang pesaing serta pemasok, dan pelanggan. Banyak Perusahaan mengumpulkan data melalui kuesioner di Web. Perusahaan dapat melakukan uji pasar terhadap ide-ide atau produk-produk baru maupun pengembangan pelayanan melalui internet. Homepage seringkali dilengkapi dengan alamat-alamat email atau link-link yang menawarkan jalur lain untuk mendapatkan informasi yang berguna. Masalah-masalah hukum diulas dalam web. Masalah seperti kewajiban produk (product liability) atau communications Decency Act (Undang-Undang Kejujuran Komunikasi) bisa diinvestigasikan. Juga ditawarkan petunjuk-petunjuk untuk melaporkan keluhan-keluhan konsumen kepada berbagai keagenan.
Web ini membuka akses ke pemerintahan dan perusahaan-perusahaan internasional. Web ini khusunya sangat memberikan pemahaman bagi penyelidikan masalh – masalah hukum yang menyangkut berbisnis di Negara lain. Banyak kelompok memiliki homepage. Masalah-masalah lingkungan dan etika,misalnya seringkali ditinjau. Banyak kelompok meilihat Web adalah sebeuah saluran yang unik untuk mendistribusikan barang-barang,jasa, dan informasi. Akses langsung ke produsen oleh konsumen bias mengubah secara signifikan sifat dari penjualan. Internet bsia digunakan untuk mencari pekerjaan. Banyak perusahaan membuka lowongan pekerjaandalam homepage mereka. Juga tersedia beberapa jasa pencarian pekerjaan secara online. Dengan mempelajari peranti-peranti dasar (basic tools) akan menjadikan kegiatan menjelajahi (surfing) internet semakin menguntungkan dan menyenangkan bagi kita semua. Setiap situs memilki sebuah alamat,berupa URL atau Uniform Resource Locator. Menggunakan sebuah URL adalah cara tercepat untuk menuju situs. Meembuat sebuah bookmark menjadikan proses akses ke sebuah situs pada waktu kemudian menjadi lebih cepat. Jika anda mengetahui URL yang spesifik, anda bisa menggunakan beragam mesin pencari (misalnya,yahoo!,infoseek) untuk melakukan pencarian.
Jika anda ingin memakai informasi yang telah anda ambil dari internet ke dalam sebuah makalah penelitian atau pekerjaan rumah. Anda perlu mengetahui bagaimana mengutip informasi tersebut dengan benar. Meskipun formatnya masih dikembangkan untuk berbagai tipe dokumen elektronik,namun edisi baru dari kebanyakan tipe manual yang diterima memiliki bagian yang membahas bagaimana mengutip sumber elektronik termasuk internet.
Koneksi bisnis internet (Internet Business Connection) adalah nama dari situs web karenan dalam homepage dapat mengakses profil-profil berbagai perusahaan ,latihan dan sumber informasi. Untuk kecepatan dan kenyamanan dalam melakukan browsing. Anda dapat men-download koneksi bisnis internet dan meng-install ke dalam computer anda. Koneksi bisnis internet bekerja dalam sebuah web browser khusus dalam program menemukan karie bisnis retailing.
Perpustakaan public internet university of Michigan memiliki sebuah daftar dengan link-link untuk merekomendasikan sebuah daftar pedoman penyebut informasi elektronik seperti http://www.kaskus.us/showthread.php?t=878539 . Sebagai sebuah contoh link penjual suplemen terbesar di Indonesia.
Koneksi bisnis internet (Internet Business Connection) adalah nama dari situs web karenan dalam homepage dapat mengakses profil-profil berbagai perusahaan ,latihan dan sumber informasi. Untuk kecepatan dan kenyamanan dalam melakukan browsing. Anda dapat men-download koneksi bisnis internet dan meng-install ke dalam computer anda. Koneksi bisnis internet bekerja dalam sebuah web browser khusus dalam program menemukan karie bisnis retailing.
Koneksi bisnis internet juga mencakup sebuah halaman web yang komprehensif untuk lampiran A. Apabila anda memiliki link lebih ke 30 situs dimana banyak pekerjaan di bidang bisnis saat ini ditempatkan atau situs-situs untuk meneliti dan menemukan perusahaan. Anda juga menerima petunjuk yang bermanfaat untuk memaksimalkan pencarian pekerjaan dan produk yang dicari atau mau dibeli. Secara bersama-sama, Menemukan karier bisnis anda, dan koneksi bisnis internet menawarkan pengembangan yang tidak ternilai bagi pelajaran bisnis retailing anda memungkinkan untuk menghubungkan apa yang dipelajari denagn berbagi pengalaman pembeli dan penjula seta serice pelanggan. Melalui bisnis internet anda dapat mengintegerasikan secara terus menerus sumber informasi web yang banyak sekali dengan apa yang dijual dan dibeli di internet atau website –website.
Perusahaan menggunakan internet dan website untuk tujuan yang lebih spesifik disbanding konsumen. Eksekutif membuka web untuk mengumpulkan informasi tentang saingan saingan mereka atau untuk mengakses tren industry. Peranti bisnis yang berjudul “Mengarungi tren industry” menyediakan sejumlah tip tentang teknik-teknik navigasi. Sebagai contoh, para eksekutif dapat mengunjungi situs-situs web pesaing untuk mengetahui pengumuman-pengumuman produk baru atau memeriksa laporan keuangan mereka.
Situs-situs Web perusahaan membantu manajer pemasaran dalam mengumpulkan data-data berharga mengenai konsumen potensial dengan meminta pengunjung menyerahkan informasipribadi melalui regristrasi. Web memainkan peran promosi kepada konsumen. Dapat juga memanfaatkan untuk mengisi kuesioner untuk pelanggan baru atau pelanggan tetap untuk mengethui selera dan kemajuan produk dan jasa yang diberikan.
Electronic Commerce dapat diambil contoh, saat petugas-petugas Fujitsu Business Communication di Anaheim, California,membutuhkan perlengkapan kantor,mereka tinggal log on ke ekstranet milik Boise Cascade Office Products (jaringan khusus berpengalaman, yang menghubungkan Boise dengan pelanggan-pelanggannya. Sistem elektronik ini mengotomatisasikan seluruh proses pemesanan,meminta izin-izin internal yang diperlukan dan melakukan pengiriman dalam semalam. Memasarkan barang dan jasa melalui computer, dimana pembeli dan penjula saling mempertukarkan informasi,sehingga meminimalkan tugas dokumentasi dan penyerderhanaan prosedur-prosedur pembayaran. Seperti tipe-tipe lain dari interaksi pembeli da penjual. Interaksi ini berawal pada informasi prosuk lalu melalui proses pemesanan,pembuatan faktur,dan pembayaran setra berakhir pada pelayanan konsumen. Gelombang-gelombang E-commerce memunculkan teknik-teknik seperti system pengesahan charge card,terminal point of sale,scanner dan penjualaninternet model awal semua aktivitas ini difokuskan untuk menurunkan biaya penjual. Seiring dengan bertambahnya grup bisnisyang menemukan manfaat-manfaat dari e commerce.
Sejumlah inovasi E-commerce mendukung pemasaran bisnis ke bisnis maupun bisnis ke konsumen. Sebagai contoh Chase Manhattan Bank yang berbasis di Newyork menggunakan kios-kios video terkomputerisasi untuk menjelaskan dan menawarkan berbagai tipe produk keuangan pada nasabah. Dibanyak kota,penduduk dapat membayar pajak dan denda , mendapatkan formulir perizinanan dan lisensi,dan mengakses informasi-informasi pemesanan pemerintahan lain kios-kios yang mirip ATM. E commerce mempunyai manfaat-manfaat seperti sebagai perluasan jangkauan pasar, penghematan biaya,dan perbaikan hubungan denagn konsumen. Penempatan catalog industry pada web,misalnya menghemat biaya publikasi dan biaya POS. Bisa juga mempererat hubungan dengan konsumen melalui email dan sosialisasi penawaran special discount.
• Home Shopping Eases Time Strain
Untuk mereka yang sangat sibuk dan hanya memiliki sedikit waktu untuk berbelanja kebutuhan sehari – hari, home shopping merupakan alternative yang sangat bisa diandalkan. Selain menghemat waktu, pembeli juga dapat membeli berbagai jenis kebutuhan hanya dengan kartu kredit dan satu klik dari mouse komputer. Sebut saja Streamline (internet retailer) menyediakan berbagai jenis bahan makanan, minuman, laundry, video rental, dll.
• Pedesaan Faktor Penting Bagi Perekonomian
Dalam menjalankan hidupnya manusia memiliki naluri untuk berusaha, mencukupi berbagai macam kebutuhan hidup. Salah satu caranya adalah dengan mengadakan suatu usaha yang dapat mendatangkan pendapatan sehingga manusia dapat memenuhi kebutuhan hidupnya secara terus menerus. Pada umumnya manusia dalam berusaha mempunyai tujuan untuk mendatangkan pendapatan guna pemenuhan kebutuhannya adalah dengan cara menjalankan suatu usaha secara kecil-kecilan dan sederhana yang kemudian dengan ketekunan dan peningkatan pengetahuan dan keterampilan berusaha meningkatkan usahanya menjadi lebih besar dan berkembang sehingga mendapatkan keuntungan yang meningkat dan menjadikan memiliki lebih banyak daya guna pemenuhan kebutuhannya yang juga meningkat.
Usaha kecil (small business) secara umum dapat dikatakan sebagai suatu usaha yang dimiliki dan dikelola secara bebas - tidak terikat serta yang tidak mendominasi pasar. Usaha kecil tidak dapat dipasangkan dengan usaha lain dikarenakan para wirausaha dari usaha kecil adalah “boss” dari usahanya sendiri serta bebas dan tidak terikat untuk menjalankan usahanya selama dan sepanjang yang ia kehendaki. Namun demikian, usaha kecil harus memiliki sedikit pengaruh dalam pasarnya demi mempersiapkan pengembangannya menjadi suatu usaha besar. Sebagai contoh, pabrik air mineral Aqua adalah sebuah usaha kecil yang pada waktu didirikan memiliki sedikit pengaruh pada pasar tetapi sekarang sudah menjadi perusahaan yang mendominasi pasar air mineral di Indonesia. Pada waktu didirikan Aqua adalah usaha kecil tetapi sekarang tidak lagi.
Demikian pula usaha kecil-usaha kecil lainnya sangatlah penting bagi ketahanan perekonomian suatu negara dikarenakan dampak yang ditimbulkan sebagai akibat adanya gerakan dinamis dari usaha kecil ini, seperti terciptanya lapangan pekerjaan, adanya inovasi-inovasi pada bidang usaha, dan kreatifitas pada produk barang dan jasa.
Para ekonom dan politikus sering menyatakan bahwa usaha kecil merupakan penggerak bagi tersedianya lapangan pekerjaan. Dan memang pada kenyataannya, lebih dari 20 tahun terakhir ini kebanyakan lapangan pekerjaan baru diciptakan bukan dari usaha besar–usaha besar melainkan dari usaha kecil-usaha kecil. Usaha kecil yang baru tumbuh dan yang menerapkan teknologi moderen menjadikan terciptanya lapangan-lapangan pekerjaan baru lebih cepat dibandingkan dengan usaha besar yang sudah lebih dahulu berdiri lama.
Para wirausaha usaha kecil meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya secara kreatif untuk menciptakan produk barang dan jasa guna mengembangkan usahanya menjadi lebih maju dan lebih besar. Pada saat sekarang ini kita bisa dengan mudah mendapatkan produk barang dan jasa yang inovatif yang dihasilkan oleh para wirausaha dari usaha kecil ini.
Usaha kecil juga memainkan peran yang sangat penting bagi kelangsungan usaha besar. Hal ini dikarenakan usaha kecil-usaha kecil merupakan sumber penyedia (supplier) berbagai macam barang dan jasa serta bahan mentah yang dibutuhkan oleh usaha besar untuk menjalankan proses produksi mereka. Dengan demikian terdapat ikatan mata rantai yang saling berketergantungan antara usaha kecil dengan usaha besar yang tidak dapat dipisahkan. Sangatlah penting dan menguntungkan untuk mendirikan berbagai macam usaha kecil-usaha kecil dalam upaya menguatkan ketahanan perekonomian suatu daerah. Ada beberapa bidang usaha kecil yang dapat diusahakan pada suatu daerah dan dapat didirikan secara bebas tidak terikat. Namun untuk itu sebagai bahan dalam menyusun rencana guna mendirikan suatu usaha kecil, perlu diperhatikan hal-hal yang harus dipertimbangkan bahwa menjalankan usaha manufaktur lebih berat untuk dimulai dibandingkan dengan usaha jasa yang lebih mudah untuk dimulai.
Usaha Jasa. Usaha jasa adalah segmen yang terbesar dan cepat bertumbuh pada bidang usaha kecil dikarenakan usaha ini membutuhkan sumber-sumber yang relatif mudah didapat. Usaha jasa memberikan keuntungan intelektual bagi pengusahanya karena mereka dapat dengan bebas mengembangkan bakat mereka secara inovatif. Terdapat banyak macam usaha dalam bidang jasa ini. Sebagai contoh adalah mulai dari jasa transportasi “pulangan” sampai dengan armada bus antar daerah dalam propinsi; dari jasa menajamkan betel sampai dengan bengkel las; dari usaha penyewaan Compact Disc (CD) sampai dengan usaha penyewaan fasilitas acara pernikahan seperti puade, dokumentasi dan catering; dari usaha penyewaan kursi sampai dengan usaha penyewaan gedung pertemuan. Dan masih banyak lagi usaha jasa yang bisa disebutkan.
Usaha Eceran. Usaha eceran menempati posisi kedua dalam usaha kecil sebagai usaha yang paling banyak diminati. Usaha eceran adalah usaha yang menjual barang-barang yang diproduksi oleh pabrik langsung kepada konsumen atau pemakai akhir. Ada terdapat ratusan usaha eceran yang berbeda-beda. Sebagai contoh adalah usaha warung, toko serba ada, toko obat, toko buku. Demikian pula agen minyak tanah, bengkel onderdil, kios bensin dan solar, kios pupuk pertanian, dan lain-lain.
Usaha Pertanian. Usaha pertanian mungkin merupakan usaha kecil yang paling tua yang pernah diusahakan. Selama berabad-abad, hampir setiap orang melakukan usaha pertanian dengan menanam untuk menjadi makanannya sendiri. Jadi untuk masuk dalam kategori usaha kecil mereka harus melakukan sedikit keterlibatan dalam pengelolaan hasil panennya dalam bentuk membagi antara yang akan dikonsumsi sendiri dengan yang akan dijual untuk menghasilkan pendapatan. Namun pada saat sekarang kebanyakan usaha kecil pertanian secara dramatis banyak yang berubah menjadi suatu usaha besar atau agribisnis raksasa. Perubahan ini dimungkinkan karena tersedianya alat-alat besar untuk pertanian dan tersedianya jumlah besar bahan-bahan kimia pertanian moderen. Contohnya adalah perkebunan Kelapa Sawit, perkebunan Kentang, Hortikultura dan lain sebagainya. Hampir kebanyakan usaha besar-usaha besar pada awalnya dimulai dari usaha kecil. Dengan tujuan yang jelas, semangat, ketekunan, keberanian dan juga sudah barang tentu, pengembangan keterampilan, teknologi dan manajemen, usaha kecil dapat ditingkatkan dan dikembangkan menjadi usaha besar. Dengan menjadi usaha besar, usaha ini secara langsung ikut memajukan usaha kecil-usaha kecil yang baru tumbuh untuk menjadi besar pula. Usaha besar menjadikan lancarnya penjualan produk barang dan jasa dari usaha kecil sehingga memberikan pendapatan dan keuntungan pada usaha kecil yang pada gilirannya akan membuat usaha kecil dapat berkembang dengan adanya pertambahan modal hasil dari penjualan kepada usaha besar.
Dengan demikian dapat dilihat bahwa ada saling ketergantungan yang erat antara usaha kecil dengan usaha besar. Masing-masing memainkan peranannya dalam perputaran roda perekonomian dan tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Usaha besar membutuhkan usaha kecil demikian pula sebaliknya. Usaha besar membutuhkan produk barang dan jasa serta bahan mentah dari usaha kecil guna menjalankan proses produksinya, sebaliknya usaha kecil membutuhkan pembeli dari produk barang dan jasa serta bahan mentah yang dihasilkan untuk menjamin kelangsungan usahanya. Namun dalam perbandingan jumlah, dibutuhkan lebih banyak usaha kecil untuk dapat memutar roda perekonomian yang digerakkan oleh usaha besar. Sehingga tepatlah bila dikatakan bahwa usaha kecil merupakan faktor yang penting bagi ketahanan dan berlangsungnya suatu perekonomian, baik suatu negara maupun suatu daerah.
CONTOH WEBSITE RETAILER Di INDONESIA
Ini adalah contoh website home shopping yang menjual susu,vitamin dan suplemen kesehatan lainnya di Indonesia
Link
http://www.binaraga.net/info_produk/info_produk_index.php
Kenapa menggunakan layanan home shopping ?
Automating Process
Diproses secara otomatis. Proses automatisasi ini menghemat banyak sekali waktu customer. One-Stop shopping. Mempermudah pembeli untuk membeli berbagai jenis barang untuk berbagai jenis kebutuhan dalam satu lokasi.
Tidak perlu lagi pergi mengunjungi toko. Katalog on-line yang sangat detail banyak membatu customer menentukan pilihan mereka tanpa mereka harus pergi ke toko tersebut. Retailer juga harus berubah seiring dengan perubahan keinginan pasar. Kesadaran sosial snagat membantu tidak hanya dalam kehidupan sosial tapi juga di dalam bisnis. Saat ini banyak pembeli yang pemasukannya lebih rendah dari generasi sebelumnya. Retailer sebaiknya menyesuaikan diri dengan keadaan perekonomian ini, retailer yang berhasil menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi masih tetap berjalan dengan baik.
One-Stop shopping.
Mempermudah pembeli untuk membeli berbagai jenis barang untuk berbagai jenis kebutuhan dalam satu lokasi. Tidak perlu lagi pergi mengunjungi toko.
Online Catalog
Menyediakan informasi produk yang sangat detail sehingga banyak membatu customer menentukan pilihan mereka tanpa mereka harus pergi ke toko tersebut.
Retailer juga harus berubah seiring dengan perubahan keinginan pasar. Kesadaran sosial snagat membantu tidak hanya dalam kehidupan sosial tapi juga di dalam bisnis. Saat ini banyak pembeli yang pemasukannya lebih rendah dari generasi sebelumnya. Retailer sebaiknya menyesuaikan diri dengan keadaan perekonomian ini, retailer yang berhasil menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi masih tetap berjalan dengan baik.
Daftar Pustaka
Michael Levy dan Barthon A. Weitz. Retailing Management 4th Edition
William R. Davidson, Daniel J. Sweeney dan Ronald M. Stampfl. The Retailing Management 6/E
Michael Levy dan Barthon A. Weitz. Retailing Management 2nd Edition
Wikipedia, The Free Encyclopedia at WWW.WIKIPEDIA.COM
Body building and Sports nutrition center at WWW.BINARAGA.NET
Journal of retailing. Cooper, D.R. & Emory, C.W. (1995)
Jounal of retailing (David L. Kurtz,Phd)
Generatinoal Cohorts
Para peretai dan vendornya menemukan bahwa sangat penting untuk membagi orang – orang kedalam bagian – bagian generasi dan membedakan pasar mereka. Hal ini dikarenakan bahwa biasanya orang yang memiliki generasi sama akan memiliki kebiasaan pembelian yang juga serupa diakibatkan mereka telah berbagi pengalaman dan berada ditingakatan masa yang sama.
Generational Cohorts Jarak Tahun Kelahiran Umurnya ditahun 2001
Generasi Y 1977 – 1955 6 - 24 tahun
Generasi X 1965 – 1976 25 - 36 tahun
Baby Boomer 1946 – 1964 37 - 55 tahun
Senior Sebelum 1946 56 tahun dan lebih tua
Walaupun banyak jalan untuk membagi – bagi bagian generasi, terdapat 4 kelompok yang utama yaitu:
• Generasi Y
Merupakan kelompok yang termuda dibandingkan kelompok lainya, juga merupakan kelompok yang paling besar dimana akan terus bertambah besar dari tiap angka kelahiran yang terjadi. Kelompok ini dapat dibedakan menjadi anak – anak (umur 6 – 14 tahun) dan remaja (15 – 24 tahun). Walaupun 2 kelompok ini memiliki banyak kesamaan, tetapi mereka memiliki pendekatan pasar yang sangat berbeda. Generasi Y memperlihatkan berbagai pola perilaku paradoks:
- Walaupun kebanyakan ingin memiliki kualitas hidup yang tinggi, tetapi mereka sering melakukan banyak aktivitas yang menimbulkan stress.
- Walaupun mereka melakukan bayak kegiatan menyehatkan, tetapi mereka juga suka berkecimpung dengan obat – obat terlarang.
- Walaupun mereka malas untuk berkerja, tetapi mereka menyadari bahwa mereka memerlukan uang untuk memuaskan kebutuhan konsumsi mereka.
Generasi Y memiliki tendensi untuk menunjukan perilaku dan pola berbelanja yang sama diseluruh dunia. Para ahli percaya bahwa alasan dari kesamaan mereka adalah karena ini merupakan generasi pertama yang terikat oleh situs media secara luas. Peluang untuk memasarkan produk kepada mereka sangatlah besar, karena:
1 Mereka memiliki uang mereka sendiri untuk dibelanjakan.
2 Anak – anak dan remaja mempengaruhi pembelian rumah tangga melalui meminta pada orang tuanya atau mereke berbelanja sendiri.
[Wikipedia.com] Generasi ini sering disebut juga sebagai kelompok milennials, net generation atau trophy kids mulai berkembang pesat pada tahun 1980 – 1990. dijelaskan bahwa generasi ini merupakan generasi yang akrab dengan teknologi yang ada sekarang. Menurut penelitian bahwa:
- 97% kelompok ini punya komputer
- 97% kelompok ini mendownload berbagai file dari internet
- 94% memiliki handphone
- 76% menggunakan layanan pesan singkat
- 75% anggota yang masih duduk dibangku kuliah memiliki identitas diri diinternet untuk keperluan sosialisai ( Friendster atau Facebook )
- 60% memiliki peranti musik portable sperti I-Pod
- 14% sering melakukan belanja secara online
- 8% memiliki kecanduan terhadap game online
-
Dalam hal ini para pengusaha eceran harus mampu menggunakan dengan baik peluang yang ada, dimana online shooping dan advertising melalui internet sangat berpengaruh bagi mereka, karena hampir 100% kelompok ini mampu melakukan akses ke dunia maya tersebut.
Beberapa strategi yang digunakan oleh peretail untuk menarik konsumen generasi Y meliputi:
Membuat orang – orang berusia muda terlibat dalam toko yang dikelolanya.
Memiliki peduli terhadap lingkungan sekitar, perlindungan binatang peliharaan dan isu – isu sosial lainya.
Kejujuran. Peretail akan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk berelasi dengan kaula muda jika mereka mampu mengilustrasikan kekuatan dan kelemahan mereka melalui humor yang menyenangkan.
Melakukan iklan dan promosi dengan acara olahraga atau musik.
Membuat toko terlibat dalam kegiatan pelayanan masyarakat.
Sedangkan beberapa strategi khusus peretail untuk menarik konsumen anak – anak ialah:
Mengembangkan kerja sama dengan sekolah – sekolah
Memberika merchandise dalam kelompok yang tersusun sehingga menghilangkan perasaan “ terlalu banyak untuk dipilih”
Menciptakan department yang mampu menyentuh perasaan konsumennya.
Selain itu, menganalisa daerah pasar juga sangat penting agar para peretail dapat lebih mampu menyerap pasar dari konsumen ini. [Davidson, Sweeney and Stampfl 1988, “The Retailing Management 6/E” 240] Bebereapa hal yang penting untuk dianalisa berkaitan dengan daerah pasar ialah:
- Dimensi populasi secara umum
- Jumlah populasi target pasar
- Transportasi dan jaringan jalan raya
- Karakteristik ekonomis
- Tingkat efektivitas daya beli
- Potensi market disekitar area pasar tersebut
- Budaya konsumen dan cselera fashionnya
- Tingkat intensitas kompetitif peretail lain didaerah tersebut
- Jaringan media dan biaya yang harus dikeluarkan
- Kapabilitas distribusi
- Keunikan karakteristik lingkungan daerah sekitara toko peretail
- Iklim bisnis yang berkaitan dengan ketersediaan berbagai sumber - sumber modal
- Peluang periklanan dan biaya yang harus dikeluarkan
• Generasi X
Generasi X atau sering juga disebut baby busters, FLYERS atau twentysomething ahir antara tahun 1965 dan 1976. Generasi ini adalah generasi pertama bertipikal: mereka tumbuh didalam rumah sementara kedua orang tua mereka pergi berkerja. Hampir dari separuh jumlah orang – orang dalam generasi X memiliki tingkat pendidikan yang kurang memadai seperti baby boomer, karena orang – orang dalam generasi X 50% nya memiliki orang tua yang bercerai atau tewas dalam perang yang terjadi pada saat itu. Walaupun begitu generasi X mampu melakukan total pembelian produk retail sampai 125 juta Dolar pertahun. Hal ini dikarenakan fakta bahwa orang – orang dari generasi inipun akan menikah dikemudian hari, memiliki rumah, dan akan hidup sebagai orang tua lebih lama daripada generasi yang sebelumnya.
Generasi X secara umum digambarkan sebagai konsumen yang cerdik, lebih sinis daripada golongan baby boomer. Mereka lebih tidak mempercayai iklan – iklan dan apa yang dikatakan pekerja sales kepada mereka. Mereka biasanya telah belajar tentang pilihan berbelanja pada usia muda, sehingga mereka memiliki pengetahuan lebih banyak mengenai jenis – jenis produk dan lebih menghindari resiko dalam berbelanja dibandingkan pembeli lainya. Agar para peretail dapat menyerap pasar dari kelompok ini secara efektif, paeretail harus berusaha lebih beradaptasi dan memahami sifat sinis dari orang - orang yang berumur 18 – 29. banyak para peretail yang telah menyadari bahwa kunci kesuksesan untuk menyerap keuntungan dari golongan kelompok ini ialah dengan menggalakan teknik penjualan yang perduli dengan lingkungan sekitar ( green marketing ) [Michael Levy & Barton A. Weitz “Retailing Management 2nd edition” hal 67] dengan tujuan untuk memancing para busters yang rata – rata banyak yang perduli dengan kelestarian alam. Unsure – unsure sperti daur ulang, menghentikan penggunaan box yang berbahan Styrofoam dan memberikan sbagian kecil pemasukan peretail untuk disumbangkan demi menjaga kelestarian hutan hujan adalah beberapa bagian dari sistem green marketing. Kelompok ini lebih banyak memerlukan stimulasi visual daripada kelompok lain. [Michael Levy & Barton A. Weitz “Retailing Management 2nd edition” hal 67]. Dalam hal ini, display toko yang menarik adalah kekuatan utama yang dapat digunakan untuk menarik perhatian dari konsumen dikelompok ini. Bagi peretail yang mampu menggunakan super models untuk mengiklankan tokonya pada masyarakat baik melalui posters, pamphlet maupun iklan ditelevisi, maka hal tersebut akan menjadi system pemasaran utama yang berperan sangat penting. Beberapa strategi spesifik yang digunakan peretail untuk menarik konsumen dari generasi X meliputi:
Tidak menyerbu para konsumen untuk berbelanja
Memberikan berbagai pilihan dan informasi mengenai produk – produk yang dijual
Menggunakan teknologi kapanpun dan bagaimanapun jika memungkinkan
Sedangkan sesungguhnya dalam retail management terdapat 3 komponen dasar manajemen strategis yang harus diterapkan dalam menetapkan strategi – strategi yang cocok untuk menari berbagai konsumen dari berbagai kelompok, golongan dan kalangan [Davidson, Sweeney and Stampfl 1988, “The Retailing Management 6/E” 132 – 133] yaitu:
- Mengembangkan pernyataan mengenai suatu tujuan, misi, atau kegiatan usaha tertentu
- Mendefinisikan tujuan spesifik dari suatu usaha retail terhadap konsumen yang dihadapinya
- Mengembangkan strategi – strategi dasar yang akan mengarahkan dan memerintah tindakan usaha retail untuk mencapai objektif dan memenuhi misinya
• Baby Boomer
Kelompok baby boomer lahir sekitar tahun 1946 – 1964. Kelompok baby boomer yang lebih tua berumur 17 – 23 tahun yang hidup pada jaman kemakmuran ekonomi dan ketegangan politik. Kebanyakan kelompok baby boomer yang lebih tua ini lebih cepat mencapai tahap siklus hidup berkeluarga yang sering disebut juga sklus sarang kosong dimana keluarga mereka telah dewasa dan meninggalkan rumah. Disisi lain, kelompok baby boomer yang lebih muda sedang menjalani kehidupan masa anak – anak. Oleh karena itu kelompok yang lebih tua memiliki waktu senggang dan uang lebih banyak daripada kelompok muda.
[Wikipedia.com] yang dimaksud dengan baby boomer ialah semua orang yang terlahir pada era perang dunia kedua sekitar tahun 1946 – 1964. taraf pendidikan baby boomer dapat lebih tinggi dibandingkan generasi lainya karena kelompok mereka menyadari kalau orang tua mereka hidup lebih lama, sehingga mereka dapat mencari pendidikan perkuliahan yang jau lebih tinggi.
Beberapa ciri dari kelompok baby boomer:
- Kelompok baby boomer cenderung lebih individualistis
- Waktu luang adalah prioritas bagi kelompok baby boomer
- Mereka percaya bahwa mereka dapat mengurus diri mereka sendiri, walaupun mereka agak ceroboh dalam menggunakan uang mereka
- Mereka memiliki obsesi untuk menjaga dan merawat masa muda mereka
Walaupun mereka memiliki jumlah yang paling banyak serta kekayaan yang besar, kelompok baby boomer merupakan tantangan yang sangat signifikan bagi para peretail. Hal ini dikarenakan mereka tidak perlu membeli banyak barang – barang keperluan seperti furniture, perkakas dan pakaian – pakaian terbaru. Orang semakin dewasa akan berkurang tingkat materialistisnya. Produk – produk yang biasanya dibeli oleh kelompok baby boomer ialah: vitamin, perjalanan keluar kota / negeri, produk untuk meningkatkan kualitas rumah mereka, dan produk lain yang memiliki nilai pengalaman yang tinggi.
[Davidson, Sweeney and Stampfl 1988, “The Retailing Management 6/E”] terdapat beberapa kriteria dalam membagi segmen – segmen konsumen:
1. Dapat Diukur. Sehingga segmen mudah untuk diposisikan serta terstruktur agar tidak menimbulkan kebingungan dalam menyusun variabel yang ada
2. Homogenus. Karakteristik tiap – tiap segmen dari konsumen retail harus serupa.
3. Menjelaskan Perbedaan. Tiap segmen harus memiliki perbedaan yang berarti jika dibandingkan dengan segmen lainya untuk menilai peluang – peluang para peretail dari riap – tiap segmen.
Dalam hal ini, yang terpenting selain mengetahui kelompok – kelompok konsumen yang akan menjadi pangsa pasar yang potensial bagi perusahaan retail ialah bahwa mengetahui berbagai alternative – alternative strategi baik strategi pasar maupun keuangan yang harus digunakan untuk menghadapi perilaku konsumsi kelompok – kelompok tersebut. Strategi pasar disini akan membantu retailer [Davidson, Sweeney and Stampfl 1988, “The Retailing Management 6/E” 135] untuk:
- Menentukan secara spesifik segmentasi pasar dan pangsa pasar yang harus dikejar oleh usaha retail
- Menentukan performa kompetitif yang diinginkan oleh dan dipilih oleh pangsa pasarnya ( sering disebut juga market strategy objective )
- Menentukan seberapa kuat daya tarik usaha retailer terhadap para konsumennya dan meluncurkan posisi kompetitifnya diantara peretail lain
Sedangkan strategi keuangan disini berguna untuk membantu para peretail dalam:
- Mengidentifikasi tingkat performa keuntungan finansial yang diharapkan dapat draih oleh perusahaan retail
- Menciptakan suatu jalur level performa finansial untuk mencapai tingkat performa keuangan tertentu
Hal lain yang harus diperhatikan oleh peretail khususnya diAmerika untuk mencapai kesuksesan selain memperhatikan pembedaan keempat kelompok generational cohorts [Michael Levy & Barton A. Weitz “Retailing Management 2nd edition” hal 64] ialah hal – hal berikut:
- Jumlah orang – orang yang dikategorikan berumur 65 tahun keatas harus diperkirakan 2 kali lebih banyak daripada orang yang berusia 50 tahun, membolehkan kaum usia lanjut meliputi 20% dari jumlah orang – orang didalam kategori lain
- 12% perumah tangga diAmerika adalah anak – anak dan wanita dan tidak memiliki suami. Sedangkan 3% dari mereka ialah perumah tangga yang memiliki anak dan hanya dikepalai oleh seorang ayah, dan segmen ini terus tumbuh hingga 30%.
- Pada tahun 1990, sekitar 23.7 juta Hispanic yang tinggal diAmerika, mengkonstitusi sekitar 9%dari jumlah populasi secara keseluruhan.
Sedangkan menurut kutipan dari buku [Michael Levy & Barton A. Weitz “Retailing Management 2nd edition” hal 68 - 69] terdapat suatu istilah penting lain yang berkaitan erat dengan retail consumer, yaitu Silver Streakers. Disebutkan bahwa silver steakers ialah merupakan pangsa pasar yang sangat penting bagi para pedagang retail karena banyak dari anggota kelompok ini yang memiliki uang lebih bersikap terbuka dan memiliki kebebasan dalam penentuan berbelanja. Istilah lain untuk silver streakers ini ialah empty nester, jitterbug, gray markets, dan lainya.
Walaupun demikian, dikatakan pangsa pasar ini memiliki beberapa pola perilaku berbelanja yang dapat menjadi tantangan bagi para peretail yang ingin menyerap keuntungan dari kelompok ini. Karena, menurut survey yang dilakukan American Association of Retired Person (AARP), kelompok pangsa pasar ini sangat suka mengeluh, membutuhkan perhatian spesial dari para penjual, sangat suka menghabiskan waktu untuk mencari informasi produk yang akan dibelinya melalui internet, dan tidak menyukai perubahan jika dibandingkan dengan kelompok lainya.
Dimasa yang lampau, kelompok silver streakers ini sangat konservatif terhadap jumlah tabungan mereka, karena mereka memiliki keinginan untuk mewariskan sesuatu kepada anak – anak mereka. Tetapi dizaman sekarang perilaku seperti itu telah berubah, dimana mereka suka membeli barang atau jasa yang merupakan kebutuhan sekunder dan bahkan tertier. Beebrapa produk atau jasa yang biasanya dibeli oleh kelompok ini ialah: Tiket berjalan – jalan, rumah kedua, mobil mewah, peralatan elektronik, investasi, perabotan rumah tangga, pakaian, seringkali membeli bingkisan untuk orang terdekat.
Dalam melakukan penjualan retail kepada golongan silver streaker , disarankan melakukan 2 penggolongan luas sebagai yaitu pelayanan dan penentuan harga [Michael Levy & Barton A. Weitz “Retailing Management 2nd edition” hal 69] sebagai berikut:
Pelayanan:
Menyediakan seorang pegawai yang mengetahui tata letak barang ditoko untuk membantu para konsumen dalam berbelanja
Melatih para pegawai agar mengerti apa yang diperlukan oleh konsumen yang lebih tua termasuk penjelasan yang jelas dan mudah dimengerti serta pengasuransian kembali
Mempekerjakan orang yang lebuh tua ditiap – tiap shift kerja yang ada untuk membantu konsumen yang berusia lanjut
Memberikan keyakinan pada konsumen berusia lanjut untuk memesan barang melalui telepon atau mail
Menyediakan mereka tempat untuk duduk diberbagai area toko
Memajang berbagai jenis tanda – tanda yang penting berukuran besar
Jangan terlalu sering untuk mengubah – ubah letak – letak produk yang ada ditoko
Berikan sistem pencahayaan yang baik ditoko
Lokasikan kamar kecil ( restroom ) didepan toko untuk memberikan keyakinan akan kenyamanan dan keamanan
Jangan meletakan produk yang seringkali dibeli oleh konsumen yang berusia lanjut diposisi yang terlalu bawah atau terlalu tinggi pada rak pajang
Penentuan Harga:
Konsumen berusia lanjut seringkali telah pensiun dari pekerjaanya dan terkadang memiliki pendapatan yang tetap dan terbatas. Dalam hal ini pelaku retail harus menyediakan harga yang terbaik dan mampu mereka jangkau dengan penghasilan mereka:
Sering menawarkan hari – hari spesial dengan harga diskon kepada para konsumen berusia lanjut
Memberikan suatu bentuk pelayanan special pada konsumen berusia lanjut seperti misalnya acara hari diskon besar – besaran untuk para konsumen berusia diatas 65 tahun dan memberikan berbagai jenis produk – produk yang seringkali dignakan oleh orang berusia lanjut.
• Pengaruh Persepsi Kualitas Pelayanan dan Kepuasan Konsumen terhadap Keinginan Membeli
Perkembangan industri retail yang sangat cepat menuntut produsen menyiapkan saluran distribusi yang efektif. Sebagian besar produsen tidak langsung menjual barang mereka kepada pemakai akhir. Di antara produsen dan pemakai terdapat saluran pemasaran, sekumpulan perantara pemasaran yang melakukan berbagai fungsi dan menyandang berbagai nama (Kotler, 2000). Ada berbagai level saluran yang menghubungkan produsen dengan pelanggan akhir. Saluran terakhir yang menghubungkan produsen dengan pelanggan akhir adalah pengecer (retailer).
Menurut [Kotler (2000)] usaha eceran meliputi semua kegiatan yang terlibat dalam penjualan barang atau jasa secara langsung kepada konsumen akhir untuk penggunaan pribadi dan bukan bisnis. Pengecer adalah usaha bisnis yang volume penjualannya terutama berasal dari penjualan eceran. Organisasi apa pun yang menjual kepada konsumen akhir baik itu produsen, grosir, atau pengecer dikatakan melakukan usaha eceran.
Menurut [Berman dan Evans dalam Setywan (2004)] ada beberapa hal yang membuat industri retail penting untuk dipelajari yaitu; pertama, implikasi retailing dalam perekonomian global. Penjualan retailing dan daya serap tenaga kerjanya menjadi kunci perekonomian global. Kedua, fungsi retail dalam rantai distribusi. Dalam rantai distribusi, retail berfungsi menjadi penghubung antara final consumer, dengan manufacturer dan wholesaler. Ketiga, hubungan antara pengecer dengan pelanggan. Cara pandang yang berbeda antara retailer dan supplier perlu diatasi. Masalah yang perlu diatasi adalah kontrol terhadap retail, alokasi profit, jumlah retail pesaing, lokasi, display dan masalah promosi.
Organisasi retail sangat beragam dari yang nyata hingga di dunia maya (virtual). Ada beberapa jenis organisasi retail [kotler,2000] yaitu: swalayan; toko khusus, toko serba ada, pasar swalayan, toko kenyamanan (convinience) dan pengecer potongan harga, swapilih, pelayanan terbatas, pelayanan penuh. Industri retail saat ini berusaha menemukan strategi pemasaran baru guna menarik dan mempertahankan pelangggan dengan menawarkan lokasi yang dekat, jenis produk yang unik, dan pelayanan yang baik. Seperti halnya semua pemasar, retail harus menyiapkan rencana pemasaran yang meliputi keputusan mengenai pasar sasaran, ragam dan pengolahan produk, pelayanan produk dan suasana toko. Retail merupakan salah satu jenis saluran industri jasa yang berbeda dengan jenis industri manufaktur, hal ini menyebabkan kesukaran dalam mengukur kinerja industri retail. Alat pengukuran kinerja jasa dikembangkan oleh Parasuraman (1988) untuk mengukur kepuasan konsumen perusahaan jasa yaitu SERVQUAL (service quality).
Pemberian atau pelayanan jasa oleh perusahaan retail mungkin dapat mengalami kegagalan dalam memberikan kepuasan kepada pelanggan apabila perusahaan tidak mengetahui bentuk layanan yang sebenarnya diinginkan pelanggan. Persepsi pelanggan terhadap kualitas pelayanan suatu toko eceran mungkin akan memberikan kepuasan kepada pelanggan yang kemudian menciptakan minat bagi pelanggan untuk melakukan pembelian di toko eceran tersebut (Setyawan dan Ihwan, 2004).
Penelitian mengenai service quality perception dan purchase intention pada industri komunikasi, transportasi, kesehatan dan hiburan pernah dilakukan Taylor dan Baker (1994). Penelitian yang sama juga dilakukan oleh Setyawan dan Ihwan (2004) yang mereplikasi penelitian Taylor dan Baker pada perusahaan retail. Penelitian ini menguji pengaruh service quality perception dengan satisfaction sebagai variabel antara (moderating variable) namun hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel service quality perception dan variabel satisfaction merupakan variabel bebas (independent variable). Penulis melakukan replikasi dari penelitian terdahulu dengan menetapkan variabel service quality perception dan variabel satisfaction sebagai variabel yang independen sesuai hasil penelitian Setyawan dan Ihwan (2004). Replikasi penelitian dilakukan untuk menguji hasil penelitian Setyawan dan Ihwan (2004) dengan mengambil responden mahasiswa. Hal ini didasari bahwa mahasiswa dalam memenuhi kebutuhan studinya akan melakukan pembelian eceran khususnya perlengkapan tulis seperti buku tulis dan buku acuan studi. Penelitian ini dilakukan untuk menguji apakah ada pengaruh service quality perception dan satisfaction terhadap purchase intention baik secara simultan maupun parsial.
Berdasarkan uraian di atas, permasalahan yang akan dirumuskan dalam penelitian ini adalah:
Apakah service quality perception dan satisfaction berpengaruh terhadap purchase intention secara simultan?
Apakah service quality perception dan satisfaction berpengaruh terhadap purchase intention secara parsial
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menguji pengaruh service quality perception dan satisfaction terhadap purchase intention secara simultan dan parsial. Variabel service quality perception dan satisfaction diekspektasikan secara bersama-sama maupun secara parsial mempengaruhi variabel purchase intention.
• Service Quality pada Usaha Retail
Menurut [Kotler (2000)] usaha eceran meliputi semua kegiatan yang terlibat dalam penjualan barang atau jasa secara langsung kepada konsumen akhir untuk penggunaan pribadi dan bukan bisnis. Penelitian mengenai service quality dan purchase intention sudah banyak dilakukan antara lain Rusk dan Zahorik (1993), Taylor & baker (1994) dan Olsen (2002) sedangkan di Indonesia dilakukan oleh Setyawan dan Ihwan (2004). Quality dalam penelitian ini memiliki pengertian berdasarkan konsep perceived quality. Perceived quality adalah penilaian konsumen akan entitas kesempurnaan atau superioritas. Parasuraman (1985) dalam Chang (2002) mendefinisikan service quality sebagai sebuah perbandingan dari harapan pelanggan dengan persepsi dari layanan nyata (actual performance) yang mereka terima. Service quality perception juga didefinisikan sebagai persepsi konsumen secara keseluruhan baik keunggulan dan kelemahan dari organisasi dan pelayanannya (Taylor dan Baker dalam Setyawan dan Ihwan, 2004).
Konsep service quality yang dikemukakan Parasuraman (1988) dalam Setyawan dan Ihwan (2004) terdiri dari lima dimensi yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance dan emphaty. Namun konsep ini mengalami perubahan seiring dengan kritik yang dilakukan oleh beberapa peneliti antara lain, Brown, Churchill dan Peter (1993) yang mengemukakan bahwa konsep ini mengalami masalah dalam perbedaan penilaian. Mereka menyarankan agar menggunakan alat pengukuran psikometrik. Penelitian yang dilakukan Carman (1990) justru menemukan adanya 5 sampai dengan 9 dimensi dari service quality dengan factor analysis. Dabholkar, Thorpe dan Rentz (1996) mengemukakan bahwa dimensi Servqual lebih relevan untuk penelitian dengan setting perusahaan retail.
• Konsep Kepuasan Pelanggan
Kepuasan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja atau hasil yang ia rasakan dibandingkan dengan harapannya, sedangkan Wilkie mendefinisikan kepuasan pelanggan sebagai suatu tanggapan emosional pada evaluasi terhadap pengalaman konsumsi suatu produk atau jasa (Tjiptono, 1997).
Perusahaan retail banyak menggunakan berbagai cara untuk mempertahankan konsumen salah satunya adalah memastikan kualitas produk dan jasa memenuhi harapan konsumen. Pemenuhan harapan akan menciptakan kepuasan bagi konsumen. Setiap perusahaan retail yang menggunakan strategi kepuasan konsumen akan menyebabkan para pesaingnya berusaha keras merebut atau mempertahankan konsumen suatu perusahaan. Kepuasan konsumen merupakan strategi jangka panjang yang membutuhkan konsumen baik dari segi dana maupun sumber daya manusia (Schnaars, 1991). Beberapa strategi yang dipadukan untuk meraih dan meningkatkan kepuasan konsumen adalah:
1. Relationship Marketing (Mc Kenna, 1991) yaitu strategi dimana transaksi pertukaran antara pembeli dan penjual berkelanjutan, tidak berakhir setelah penjualan selesai. Dengan demikian terjalin suatu kemitraan dengan pelanggan secara terus menerus, yang pada akhirnya menimbulkan kesetiaan (loyalitas) konsumen sehingga terjalin bisnis ulang. Relationship marketing berdasarkan pada:
a. fokus customer retention
b. orientasi manfaat produk
c. orientasi jangka panjang
d. layanan pelanggan yang sangat diperhatikan dan ditekankan
e. komitmen terhadap konsumen sangat tinggi
f. kontak dengan pelanggan sangat tinggi
g. kualitas yang merupakan perhatian semua orang
2. Strategi Superior Customer Service (Schnaars, 1991)
Strategi ini menawarkan pelayanan yang lebih baik daripada pesaing. Perusahaan atau organisasi yang menggunakan strategi ini harus memiliki dana yang cukup besar dan kemampuan SDM yang unggul, serta memiliki usaha yang gigih agar tercipta suatu pelayanan yang superior. Maka tidak jarang perusahaan atau organisasi yang menawarkan customer service yang lebih baik akan membebankan harga yang lebih tinggi pada produk atau jasa yang dihasilkannya. Biasanya perusahaan tersebut akan memperoleh manfaat yang cukup besar dari pelayanan yang baik yang mereka berikan yaitu berupa tingkat pertumbuhan yang cepat dan besarnya laba yang diperoleh.
3. Strategi unconditional guarantees (Hart, 1988) atau extra ordinary guarantees
Strategi ini berintikan komitmen untuk memberikan kepuasan konsumen yang akhirnya akan menjadikan sumber dinamisme penyempurnaan mutu produk atau jasa dan kinerja perusahaan. Disamping itu motivasi karyawan juga akan mengalami peningkatan dalam mencapai tingkat kinerja yang lebih baik dari sebelumnya. Fungsi utama garansi adalah untuk mengurangi resiko konsumen sebelum maupun sesudah pembelian barang atau jasa sekaligus memaksa perusahaan yang bersangkutan untuk memberikan yang terbaik dalam meraih loyalitas konsumen.
4. Strategi penanganan keluhan yang efisien (Schnaars, 1991)
Penanganan keluhan memberikan peluang bagi perusahaan untuk mengubah konsumen yang tidak puas (unsatisfied customer) menjadi konsumen yang puas (satisfied customer) terhadap produk atau jasa yang dihasilkan perusahaan. Dalam strategi ini sumber masalah yang ditemukan harus diatasi, ditindaklanjuti, dan diupayakan agar di masa yang akan datang tidak timbul masalah yang sama yang dihadapi oleh konsumen. Kecepatan dan ketepatan penanganan merupakan hal yang krusial. Ketidakpuasan konsumen akan semakin besar jika keluhan tersebut tidak ditanggapi oleh perusahaan, karena hal ini akan menimbulkan kekecewaan yang dialami konsumen. Para karyawan perusahaan perlu dilatih dan diberdayakan untuk mengambil keputusan dalam rangka menangani situasi seperti itu. Empat aspek penting dalam penanganan keluhan yaitu empati terhadap yang marah, kecepatan dalam penanganan keluhan, kewajaran dan kemudahan bagi konsumen untuk menghubungi perusahaan.
5. Strategi peningkatan kinerja perusahaan
Suatu strategi meliputi berbagai upaya seperti melakukan pemantauan dan pengukuran kepuasan konsumen secara berkesinambungan, memberikan pendidikan dan pelatihan yang mencakup komunikasi dan public relation terhadap pihak manajemen dan karyawan, memasukkan unsur kemampuan untuk memuaskan konsumen yang penilaiannya bias didasarkan pada survei konsumen, dalam sistem penilaian prestasi karyawan dan memberikan enpowerment yang lebih besar kepada karyawan dalam melaksanakan tugasnya.
6. Penerapan Quality Function Deployment (QFD)
Merupakan praktek dalam merancang suatu proses sebagai tanggapan terhadap kebutuhan konsumen. Konsep ini menerjemahkan apa yang dibutuhkan konsumen menjadi apa yang dihasilkan perusahaan. Hal ini dilaksanakan dengan melibatkan konsumen dalam proses pengembangan produk/jasa sedini mungkin dengan demikian memungkinkan perusahaan untuk memprioritaskan kebutuhan konsumen serta memperbaiki proses hingga tercapai efektivitas maksimum.
Kepuasan merupakan tingkat perasaan konsumen yang diperoleh setelah konsumen melakukan/menikmati sesuatu. Dengan demikian dapat diartikan bahwa kepuasan konsumen merupakan perbedaan antara yang diharapkan konsumen (nilai harapan) dengan situasi yang diberikan perusahaan (perguruan tinggi) di dalam usaha memenuhi harapan konsumen. Purchase Intention merupakan perilaku yang muncul sebagai respon terhadap objek. Purchase Intention juga merupakan minat pembelian ulang yang menunjukkan keinginan pelanggan untuk melakukan pembelian ulang (Assael, 1998). Beberapa pengertian dari intention (Setyawan dan Ihwan, 2004) adalah sebagai berikut:
1. Intention dianggap sebagai sebuah ‘perangkap’ atau perantara antara faktor-faktor motivasional yang mempengaruhi perilaku.
2. Intention juga mengindikasikan seberapa jauh seorang mempunyai kemauan untuk mencoba.
3. Intention menunjukkan pengukuran kehendak seseorang.
4. Intention berhubungan dengan perilaku yang terus menerus.
Assael (1998) mengemukakan bahwa pemasar akan selalu menguji elemen-elemen dari bauran pemasaran yang mungkin mempengaruhi purchase intention.
Penelitian Woodside dalam Setyawan dan Ihwan (2004) menyatakan bahwa pelanggan menilai sikap dari pemberi jasa sebagai ekspektasi awal mengenai performance toko dan sikap ini mempengaruhi minat pembelian pada sebuah toko. Perubahan sikap menjadi input yang menentukan minat pembelian pelanggan. Namun hasil penelitian Setyawan dan Ihwan (2004) menemukan bahwa service quality perception dan satisfaction merupakan variabel independen. Variabel service quality perception tidak berpengaruh terhadap purchase intention. Sehingga hasil ini tidak mendukung penelitian sebelumnya. Penelitian ini menggunakan model hasil penelitian Setyawan dan Ihwan (2004) dengan objek penelitian pada toko buku Gramedia.
• Penggunaan Internet
Penggunaan internet berkembang begitu pesat. Pertengahan tahun 1996, populasi on-line di USA adalah 35 juta. Di pertengahan 1998 pupolasinya menjadi 72,6 juta. Dan pada bulan April 1999 ada lebih dari 83 juta pengguna internet yang berumur di atas 16 tahun. Penggunaan internet sebagai alternative berbelanja online juga meningkat ketimbang mengunjungi bangunan pertokoan. Pada tahun 1998, 18,6 juta orang membeli barang lewat internet yang menghabiskan lebih dari 26 miliyar dolar US. Tahun 2002, diprediksikan pengguna internet akan menjadi 64 juta orang dan mengeluarkan uang sebesar 268 miliyar dolar. Di akhir 1990, laki –laki lebih banyak menggunakan internet ketimbang wanita. Tahun 1997, 37 % laki – laki di USA menggunakan internet dan hanya 17 % perempuan menggunakan internet. Pertengahan 1998, perbedaannya mengecil menjadi 46 % pria dan 37.8 % wanita. Para ahli menaksirkan prosentase pengguna internet wanita dan pria akan menjadi sama di tahun 2001. Penelitian yang dilakukan oleh Roper Starch Worldwide menunjukan bahwa 25% dari total pengguna internet menggunakan internet untuk mencari informasi produk, 25 % mencari informasi perusahaan, 22 % untuk travel, 18 % untuk keuangan dan investasi, 10 % untuk melakukan pembelian, dan 7 % untuk keperluan bank.
Dunia bisnis telah memasuki era teknologi tinggi. Sebelumnya, belum pernah ada masa yang lebih menyenangkan untuk mempelajari bidang yang dinamis ini dibandingkan sekarang. Kemajuan – kemajuan teknologi yang baru telah menciptakan sebuah industry peluang yang tidak pernah habis yang hanya dibatasi oleh kreativitas bisnis Internet pada dasarnya adalah aplikasi dari semua prinsip bisnis. Melalui internet hakikatnya adalah iklan dari iklan barang dan jasa hingga penciptaan sebuah citra atau image melalui homepage. Banyak perusahaan mengumpulkan data melalui internet,informasi praktis tentang pesaing serta pemasok, dan pelanggan. Banyak Perusahaan mengumpulkan data melalui kuesioner di Web. Perusahaan dapat melakukan uji pasar terhadap ide-ide atau produk-produk baru maupun pengembangan pelayanan melalui internet. Homepage seringkali dilengkapi dengan alamat-alamat email atau link-link yang menawarkan jalur lain untuk mendapatkan informasi yang berguna. Masalah-masalah hukum diulas dalam web. Masalah seperti kewajiban produk (product liability) atau communications Decency Act (Undang-Undang Kejujuran Komunikasi) bisa diinvestigasikan. Juga ditawarkan petunjuk-petunjuk untuk melaporkan keluhan-keluhan konsumen kepada berbagai keagenan.
Web ini membuka akses ke pemerintahan dan perusahaan-perusahaan internasional. Web ini khusunya sangat memberikan pemahaman bagi penyelidikan masalh – masalah hukum yang menyangkut berbisnis di Negara lain. Banyak kelompok memiliki homepage. Masalah-masalah lingkungan dan etika,misalnya seringkali ditinjau. Banyak kelompok meilihat Web adalah sebeuah saluran yang unik untuk mendistribusikan barang-barang,jasa, dan informasi. Akses langsung ke produsen oleh konsumen bias mengubah secara signifikan sifat dari penjualan. Internet bsia digunakan untuk mencari pekerjaan. Banyak perusahaan membuka lowongan pekerjaandalam homepage mereka. Juga tersedia beberapa jasa pencarian pekerjaan secara online. Dengan mempelajari peranti-peranti dasar (basic tools) akan menjadikan kegiatan menjelajahi (surfing) internet semakin menguntungkan dan menyenangkan bagi kita semua. Setiap situs memilki sebuah alamat,berupa URL atau Uniform Resource Locator. Menggunakan sebuah URL adalah cara tercepat untuk menuju situs. Meembuat sebuah bookmark menjadikan proses akses ke sebuah situs pada waktu kemudian menjadi lebih cepat. Jika anda mengetahui URL yang spesifik, anda bisa menggunakan beragam mesin pencari (misalnya,yahoo!,infoseek) untuk melakukan pencarian.
Jika anda ingin memakai informasi yang telah anda ambil dari internet ke dalam sebuah makalah penelitian atau pekerjaan rumah. Anda perlu mengetahui bagaimana mengutip informasi tersebut dengan benar. Meskipun formatnya masih dikembangkan untuk berbagai tipe dokumen elektronik,namun edisi baru dari kebanyakan tipe manual yang diterima memiliki bagian yang membahas bagaimana mengutip sumber elektronik termasuk internet.
Koneksi bisnis internet (Internet Business Connection) adalah nama dari situs web karenan dalam homepage dapat mengakses profil-profil berbagai perusahaan ,latihan dan sumber informasi. Untuk kecepatan dan kenyamanan dalam melakukan browsing. Anda dapat men-download koneksi bisnis internet dan meng-install ke dalam computer anda. Koneksi bisnis internet bekerja dalam sebuah web browser khusus dalam program menemukan karie bisnis retailing.
Perpustakaan public internet university of Michigan memiliki sebuah daftar dengan link-link untuk merekomendasikan sebuah daftar pedoman penyebut informasi elektronik seperti http://www.kaskus.us/showthread.php?t=878539 . Sebagai sebuah contoh link penjual suplemen terbesar di Indonesia.
Koneksi bisnis internet (Internet Business Connection) adalah nama dari situs web karenan dalam homepage dapat mengakses profil-profil berbagai perusahaan ,latihan dan sumber informasi. Untuk kecepatan dan kenyamanan dalam melakukan browsing. Anda dapat men-download koneksi bisnis internet dan meng-install ke dalam computer anda. Koneksi bisnis internet bekerja dalam sebuah web browser khusus dalam program menemukan karie bisnis retailing.
Koneksi bisnis internet juga mencakup sebuah halaman web yang komprehensif untuk lampiran A. Apabila anda memiliki link lebih ke 30 situs dimana banyak pekerjaan di bidang bisnis saat ini ditempatkan atau situs-situs untuk meneliti dan menemukan perusahaan. Anda juga menerima petunjuk yang bermanfaat untuk memaksimalkan pencarian pekerjaan dan produk yang dicari atau mau dibeli. Secara bersama-sama, Menemukan karier bisnis anda, dan koneksi bisnis internet menawarkan pengembangan yang tidak ternilai bagi pelajaran bisnis retailing anda memungkinkan untuk menghubungkan apa yang dipelajari denagn berbagi pengalaman pembeli dan penjula seta serice pelanggan. Melalui bisnis internet anda dapat mengintegerasikan secara terus menerus sumber informasi web yang banyak sekali dengan apa yang dijual dan dibeli di internet atau website –website.
Perusahaan menggunakan internet dan website untuk tujuan yang lebih spesifik disbanding konsumen. Eksekutif membuka web untuk mengumpulkan informasi tentang saingan saingan mereka atau untuk mengakses tren industry. Peranti bisnis yang berjudul “Mengarungi tren industry” menyediakan sejumlah tip tentang teknik-teknik navigasi. Sebagai contoh, para eksekutif dapat mengunjungi situs-situs web pesaing untuk mengetahui pengumuman-pengumuman produk baru atau memeriksa laporan keuangan mereka.
Situs-situs Web perusahaan membantu manajer pemasaran dalam mengumpulkan data-data berharga mengenai konsumen potensial dengan meminta pengunjung menyerahkan informasipribadi melalui regristrasi. Web memainkan peran promosi kepada konsumen. Dapat juga memanfaatkan untuk mengisi kuesioner untuk pelanggan baru atau pelanggan tetap untuk mengethui selera dan kemajuan produk dan jasa yang diberikan.
Electronic Commerce dapat diambil contoh, saat petugas-petugas Fujitsu Business Communication di Anaheim, California,membutuhkan perlengkapan kantor,mereka tinggal log on ke ekstranet milik Boise Cascade Office Products (jaringan khusus berpengalaman, yang menghubungkan Boise dengan pelanggan-pelanggannya. Sistem elektronik ini mengotomatisasikan seluruh proses pemesanan,meminta izin-izin internal yang diperlukan dan melakukan pengiriman dalam semalam. Memasarkan barang dan jasa melalui computer, dimana pembeli dan penjula saling mempertukarkan informasi,sehingga meminimalkan tugas dokumentasi dan penyerderhanaan prosedur-prosedur pembayaran. Seperti tipe-tipe lain dari interaksi pembeli da penjual. Interaksi ini berawal pada informasi prosuk lalu melalui proses pemesanan,pembuatan faktur,dan pembayaran setra berakhir pada pelayanan konsumen. Gelombang-gelombang E-commerce memunculkan teknik-teknik seperti system pengesahan charge card,terminal point of sale,scanner dan penjualaninternet model awal semua aktivitas ini difokuskan untuk menurunkan biaya penjual. Seiring dengan bertambahnya grup bisnisyang menemukan manfaat-manfaat dari e commerce.
Sejumlah inovasi E-commerce mendukung pemasaran bisnis ke bisnis maupun bisnis ke konsumen. Sebagai contoh Chase Manhattan Bank yang berbasis di Newyork menggunakan kios-kios video terkomputerisasi untuk menjelaskan dan menawarkan berbagai tipe produk keuangan pada nasabah. Dibanyak kota,penduduk dapat membayar pajak dan denda , mendapatkan formulir perizinanan dan lisensi,dan mengakses informasi-informasi pemesanan pemerintahan lain kios-kios yang mirip ATM. E commerce mempunyai manfaat-manfaat seperti sebagai perluasan jangkauan pasar, penghematan biaya,dan perbaikan hubungan denagn konsumen. Penempatan catalog industry pada web,misalnya menghemat biaya publikasi dan biaya POS. Bisa juga mempererat hubungan dengan konsumen melalui email dan sosialisasi penawaran special discount.
• Home Shopping Eases Time Strain
Untuk mereka yang sangat sibuk dan hanya memiliki sedikit waktu untuk berbelanja kebutuhan sehari – hari, home shopping merupakan alternative yang sangat bisa diandalkan. Selain menghemat waktu, pembeli juga dapat membeli berbagai jenis kebutuhan hanya dengan kartu kredit dan satu klik dari mouse komputer. Sebut saja Streamline (internet retailer) menyediakan berbagai jenis bahan makanan, minuman, laundry, video rental, dll.
• Pedesaan Faktor Penting Bagi Perekonomian
Dalam menjalankan hidupnya manusia memiliki naluri untuk berusaha, mencukupi berbagai macam kebutuhan hidup. Salah satu caranya adalah dengan mengadakan suatu usaha yang dapat mendatangkan pendapatan sehingga manusia dapat memenuhi kebutuhan hidupnya secara terus menerus. Pada umumnya manusia dalam berusaha mempunyai tujuan untuk mendatangkan pendapatan guna pemenuhan kebutuhannya adalah dengan cara menjalankan suatu usaha secara kecil-kecilan dan sederhana yang kemudian dengan ketekunan dan peningkatan pengetahuan dan keterampilan berusaha meningkatkan usahanya menjadi lebih besar dan berkembang sehingga mendapatkan keuntungan yang meningkat dan menjadikan memiliki lebih banyak daya guna pemenuhan kebutuhannya yang juga meningkat.
Usaha kecil (small business) secara umum dapat dikatakan sebagai suatu usaha yang dimiliki dan dikelola secara bebas - tidak terikat serta yang tidak mendominasi pasar. Usaha kecil tidak dapat dipasangkan dengan usaha lain dikarenakan para wirausaha dari usaha kecil adalah “boss” dari usahanya sendiri serta bebas dan tidak terikat untuk menjalankan usahanya selama dan sepanjang yang ia kehendaki. Namun demikian, usaha kecil harus memiliki sedikit pengaruh dalam pasarnya demi mempersiapkan pengembangannya menjadi suatu usaha besar. Sebagai contoh, pabrik air mineral Aqua adalah sebuah usaha kecil yang pada waktu didirikan memiliki sedikit pengaruh pada pasar tetapi sekarang sudah menjadi perusahaan yang mendominasi pasar air mineral di Indonesia. Pada waktu didirikan Aqua adalah usaha kecil tetapi sekarang tidak lagi.
Demikian pula usaha kecil-usaha kecil lainnya sangatlah penting bagi ketahanan perekonomian suatu negara dikarenakan dampak yang ditimbulkan sebagai akibat adanya gerakan dinamis dari usaha kecil ini, seperti terciptanya lapangan pekerjaan, adanya inovasi-inovasi pada bidang usaha, dan kreatifitas pada produk barang dan jasa.
Para ekonom dan politikus sering menyatakan bahwa usaha kecil merupakan penggerak bagi tersedianya lapangan pekerjaan. Dan memang pada kenyataannya, lebih dari 20 tahun terakhir ini kebanyakan lapangan pekerjaan baru diciptakan bukan dari usaha besar–usaha besar melainkan dari usaha kecil-usaha kecil. Usaha kecil yang baru tumbuh dan yang menerapkan teknologi moderen menjadikan terciptanya lapangan-lapangan pekerjaan baru lebih cepat dibandingkan dengan usaha besar yang sudah lebih dahulu berdiri lama.
Para wirausaha usaha kecil meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya secara kreatif untuk menciptakan produk barang dan jasa guna mengembangkan usahanya menjadi lebih maju dan lebih besar. Pada saat sekarang ini kita bisa dengan mudah mendapatkan produk barang dan jasa yang inovatif yang dihasilkan oleh para wirausaha dari usaha kecil ini.
Usaha kecil juga memainkan peran yang sangat penting bagi kelangsungan usaha besar. Hal ini dikarenakan usaha kecil-usaha kecil merupakan sumber penyedia (supplier) berbagai macam barang dan jasa serta bahan mentah yang dibutuhkan oleh usaha besar untuk menjalankan proses produksi mereka. Dengan demikian terdapat ikatan mata rantai yang saling berketergantungan antara usaha kecil dengan usaha besar yang tidak dapat dipisahkan. Sangatlah penting dan menguntungkan untuk mendirikan berbagai macam usaha kecil-usaha kecil dalam upaya menguatkan ketahanan perekonomian suatu daerah. Ada beberapa bidang usaha kecil yang dapat diusahakan pada suatu daerah dan dapat didirikan secara bebas tidak terikat. Namun untuk itu sebagai bahan dalam menyusun rencana guna mendirikan suatu usaha kecil, perlu diperhatikan hal-hal yang harus dipertimbangkan bahwa menjalankan usaha manufaktur lebih berat untuk dimulai dibandingkan dengan usaha jasa yang lebih mudah untuk dimulai.
Usaha Jasa. Usaha jasa adalah segmen yang terbesar dan cepat bertumbuh pada bidang usaha kecil dikarenakan usaha ini membutuhkan sumber-sumber yang relatif mudah didapat. Usaha jasa memberikan keuntungan intelektual bagi pengusahanya karena mereka dapat dengan bebas mengembangkan bakat mereka secara inovatif. Terdapat banyak macam usaha dalam bidang jasa ini. Sebagai contoh adalah mulai dari jasa transportasi “pulangan” sampai dengan armada bus antar daerah dalam propinsi; dari jasa menajamkan betel sampai dengan bengkel las; dari usaha penyewaan Compact Disc (CD) sampai dengan usaha penyewaan fasilitas acara pernikahan seperti puade, dokumentasi dan catering; dari usaha penyewaan kursi sampai dengan usaha penyewaan gedung pertemuan. Dan masih banyak lagi usaha jasa yang bisa disebutkan.
Usaha Eceran. Usaha eceran menempati posisi kedua dalam usaha kecil sebagai usaha yang paling banyak diminati. Usaha eceran adalah usaha yang menjual barang-barang yang diproduksi oleh pabrik langsung kepada konsumen atau pemakai akhir. Ada terdapat ratusan usaha eceran yang berbeda-beda. Sebagai contoh adalah usaha warung, toko serba ada, toko obat, toko buku. Demikian pula agen minyak tanah, bengkel onderdil, kios bensin dan solar, kios pupuk pertanian, dan lain-lain.
Usaha Pertanian. Usaha pertanian mungkin merupakan usaha kecil yang paling tua yang pernah diusahakan. Selama berabad-abad, hampir setiap orang melakukan usaha pertanian dengan menanam untuk menjadi makanannya sendiri. Jadi untuk masuk dalam kategori usaha kecil mereka harus melakukan sedikit keterlibatan dalam pengelolaan hasil panennya dalam bentuk membagi antara yang akan dikonsumsi sendiri dengan yang akan dijual untuk menghasilkan pendapatan. Namun pada saat sekarang kebanyakan usaha kecil pertanian secara dramatis banyak yang berubah menjadi suatu usaha besar atau agribisnis raksasa. Perubahan ini dimungkinkan karena tersedianya alat-alat besar untuk pertanian dan tersedianya jumlah besar bahan-bahan kimia pertanian moderen. Contohnya adalah perkebunan Kelapa Sawit, perkebunan Kentang, Hortikultura dan lain sebagainya. Hampir kebanyakan usaha besar-usaha besar pada awalnya dimulai dari usaha kecil. Dengan tujuan yang jelas, semangat, ketekunan, keberanian dan juga sudah barang tentu, pengembangan keterampilan, teknologi dan manajemen, usaha kecil dapat ditingkatkan dan dikembangkan menjadi usaha besar. Dengan menjadi usaha besar, usaha ini secara langsung ikut memajukan usaha kecil-usaha kecil yang baru tumbuh untuk menjadi besar pula. Usaha besar menjadikan lancarnya penjualan produk barang dan jasa dari usaha kecil sehingga memberikan pendapatan dan keuntungan pada usaha kecil yang pada gilirannya akan membuat usaha kecil dapat berkembang dengan adanya pertambahan modal hasil dari penjualan kepada usaha besar.
Dengan demikian dapat dilihat bahwa ada saling ketergantungan yang erat antara usaha kecil dengan usaha besar. Masing-masing memainkan peranannya dalam perputaran roda perekonomian dan tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Usaha besar membutuhkan usaha kecil demikian pula sebaliknya. Usaha besar membutuhkan produk barang dan jasa serta bahan mentah dari usaha kecil guna menjalankan proses produksinya, sebaliknya usaha kecil membutuhkan pembeli dari produk barang dan jasa serta bahan mentah yang dihasilkan untuk menjamin kelangsungan usahanya. Namun dalam perbandingan jumlah, dibutuhkan lebih banyak usaha kecil untuk dapat memutar roda perekonomian yang digerakkan oleh usaha besar. Sehingga tepatlah bila dikatakan bahwa usaha kecil merupakan faktor yang penting bagi ketahanan dan berlangsungnya suatu perekonomian, baik suatu negara maupun suatu daerah.
CONTOH WEBSITE RETAILER Di INDONESIA
Ini adalah contoh website home shopping yang menjual susu,vitamin dan suplemen kesehatan lainnya di Indonesia
Link
http://www.binaraga.net/info_produk/info_produk_index.php
Kenapa menggunakan layanan home shopping ?
Automating Process
Diproses secara otomatis. Proses automatisasi ini menghemat banyak sekali waktu customer. One-Stop shopping. Mempermudah pembeli untuk membeli berbagai jenis barang untuk berbagai jenis kebutuhan dalam satu lokasi.
Tidak perlu lagi pergi mengunjungi toko. Katalog on-line yang sangat detail banyak membatu customer menentukan pilihan mereka tanpa mereka harus pergi ke toko tersebut. Retailer juga harus berubah seiring dengan perubahan keinginan pasar. Kesadaran sosial snagat membantu tidak hanya dalam kehidupan sosial tapi juga di dalam bisnis. Saat ini banyak pembeli yang pemasukannya lebih rendah dari generasi sebelumnya. Retailer sebaiknya menyesuaikan diri dengan keadaan perekonomian ini, retailer yang berhasil menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi masih tetap berjalan dengan baik.
One-Stop shopping.
Mempermudah pembeli untuk membeli berbagai jenis barang untuk berbagai jenis kebutuhan dalam satu lokasi. Tidak perlu lagi pergi mengunjungi toko.
Online Catalog
Menyediakan informasi produk yang sangat detail sehingga banyak membatu customer menentukan pilihan mereka tanpa mereka harus pergi ke toko tersebut.
Retailer juga harus berubah seiring dengan perubahan keinginan pasar. Kesadaran sosial snagat membantu tidak hanya dalam kehidupan sosial tapi juga di dalam bisnis. Saat ini banyak pembeli yang pemasukannya lebih rendah dari generasi sebelumnya. Retailer sebaiknya menyesuaikan diri dengan keadaan perekonomian ini, retailer yang berhasil menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi masih tetap berjalan dengan baik.
Daftar Pustaka
Michael Levy dan Barthon A. Weitz. Retailing Management 4th Edition
William R. Davidson, Daniel J. Sweeney dan Ronald M. Stampfl. The Retailing Management 6/E
Michael Levy dan Barthon A. Weitz. Retailing Management 2nd Edition
Wikipedia, The Free Encyclopedia at WWW.WIKIPEDIA.COM
Body building and Sports nutrition center at WWW.BINARAGA.NET
Journal of retailing. Cooper, D.R. & Emory, C.W. (1995)
Jounal of retailing (David L. Kurtz,Phd)
Langganan:
Postingan (Atom)